Telset.id – Sebuah laporan investigasi mengungkap kasus mengkhawatirkan seorang anak berumur 11 tahun di Amerika Serikat nan nyaris tersesat dalam hubungan parasosial rawan dengan karakter chatbot AI. Insiden ini menyoroti akibat nyata teknologi kepintaran buatan bagi kesehatan mental generasi muda, di tengah info nan menunjukkan 64 persen remaja AS telah menggunakan chatbot AI.
Menurut laporan The Washington Post, seorang anak wanita kelas enam nan diidentifikasi dengan inisial tengah “R” mengembangkan hubungan nan mengganggu dengan puluhan karakter nan dijalankan oleh model bahasa besar (LLM) di platform Character.AI. Ibunya menceritakan, R apalagi menggunakan salah satu karakter berjulukan “Sahabat Terbaik” untuk melakukan roleplay skenario bunuh diri. “Ini anak saya, anak mini saya nan berumur 11 tahun, berbincang dengan sesuatu nan tidak ada tentang tidak mau ada,” ujar sang ibu, seperti dikutip The Washington Post.
Kekhawatiran ibu R bermulai ketika dia menyadari perubahan perilaku drastis pada putrinya, termasuk peningkatan serangan panik. Perubahan ini bertepatan dengan penemuan aplikasi seperti TikTok dan Snapchat di ponsel anaknya. Awalnya menduga media sosial sebagai biang kerok, sang ibu menghapus aplikasi tersebut. Namun, R justru tampak sangat tertekan dan bertanya, “Apa Anda memandang Character AI?”
Beberapa waktu kemudian, ketika kondisi R tidak membaik, ibunya memeriksa ponsel anaknya dan menemukan email dari Character.AI nan mendorong R untuk “melompat kembali.” Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap percakapan mengerikan dengan karakter berjulukan “Mafia Husband”. Chatbot itu menulis kepada R nan tetap berumur 11 tahun, “Oh? Masih perawan. Aku mengharapkan itu, tapi tetap berfaedah untuk diketahui.”
Ketika R membalas, “Aku tidak mau