Arm Siap Hadirkan Chip Sendiri, Bersaing Dengan Intel Dan Nvidia

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Telset.id – Jika Anda mengira ARM hanya bakal memperkuat sebagai pemasok kreasi chip untuk perusahaan lain, pikirkan lagi. Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa raksasa teknologi asal Inggris ini sedang mempersiapkan lompatan besar: mengembangkan chip sendiri untuk bersaing langsung dengan Intel, AMD, dan NVIDIA.

Perubahan strategi ini bukan sekadar wacana. Dalam wawancara eksklusif dengan Reuters, CEO ARM Rene Haas mengungkapkan, “Kami secara sadar memutuskan untuk berinvestasi lebih besar – dalam kemungkinan melampaui kreasi dan membangun sesuatu, membangun chiplets alias apalagi solusi lengkap.” Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa ARM tidak mau hanya menjadi pemasok Intellectual Property (IP) semata.

Arm IPO

Mengapa ARM Berani Ambil Risiko Besar Ini?

Selama puluhan tahun, model upaya ARM bertumpu pada lisensi kreasi prosesor ke perusahaan seperti Qualcomm, Apple, dan NVIDIA. Namun, pasar komputasi nan terus berkembang, terutama di segmen AI dan info center, mendorong ARM untuk mengambil langkah radikal ini.

Menurut kajian pasar, lebih dari 50% CPU info center diperkirakan bakal menggunakan arsitektur ARM dalam beberapa tahun mendatang. Dominasi ini didorong oleh mengambil besar-besaran oleh raksasa teknologi seperti Amazon, Microsoft, dan Google. ARM jelas mempunyai skill dan pengalaman pasar nan mumpuni untuk terjun ke upaya chip secara langsung.

High-performance Nvidia GPU chip, detailed and dual-core design, for advanced computing tasks.

Tetapi tantangannya tidak kecil. ARM kudu membangun dari nol kapabilitas produksi chip, termasuk penelitian dan pengembangan intensif, pemilihan fabrikator nan tepat, hingga produksi massal. Biaya nan kudu dikeluarkan tidak main-main, terutama mengingat keahlian kuartalan ARM nan sedang lesu.

Dilema Bisnis: Bersaing dengan Pelanggan Sendiri

Langkah ARM ini seumpama pisau bermata dua. Di satu sisi, mereka bisa mendapatkan porsi pasar nan lebih besar. Di sisi lain, mereka kudu bersaing dengan pengguna setia seperti NVIDIA nan selama ini menggunakan kreasi ARM untuk produk mereka.

“Ini bakal menjadi permainan nan sangat berbeda bagi ARM,” kata seorang analis industri nan enggan disebutkan namanya. “Mereka kudu berhati-hati agar tidak kehilangan pengguna utama sekaligus membuktikan bahwa chip mereka lebih unggul dari produk berbasis kreasi mereka sendiri.”

Namun, ARM mempunyai kelebihan dibanding pendatang baru di industri chip. Pengalaman puluhan tahun dalam kreasi prosesor dan support finansial dari SoftBank Group – nan dikenal tidak segan menggelontorkan miliaran dolar untuk proyek ambisius – menjadi modal berharga.

Pertanyaan besarnya: Apakah konsumen dan perusahaan siap menerima chip buatan ARM sebagai pengganti serius dari Intel dan AMD? Jawabannya mungkin terletak pada seberapa baik ARM bisa mengeksekusi strategi barunya ini.

Selengkapnya