Cara Baru Gunakan Chatgpt Voice Di Dalam Chat Tanpa Mode Terpisah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Telset.id – Bayangkan Anda sedang berbincang dengan ChatGPT tentang rekomendasi kafe terbaik di Jakarta. Alih-alih hanya mendengar bunyi balasan, sekarang Anda bisa memandang transkrip percakapan, peta lokasi, hingga foto menu secara real-time—semuanya dalam satu jendela chat nan sama. Inilah revolusi terbaru nan dibawa OpenAI untuk pengalaman berinteraksi dengan AI.

OpenAI secara resmi mengumumkan perubahan esensial pada langkah kerja ChatGPT Voice. Fitur nan sebelumnya mengharuskan pengguna beranjak ke antarmuka terpisah sekarang terintegrasi penuh dalam chat biasa. Cukup ketuk ikon “waveform” di sebelah kolom teks, dan percakapan bunyi langsung berjalan dalam konteks pembicaraan nan sedang berjalan. Sebuah langkah natural nan membikin perbincangan dengan AI terasa lebih manusiawi dan kontekstual.

Dalam demo nan dibagikan OpenAI, terlihat jelas gimana ChatGPT tidak hanya merespons dengan suara, tetapi juga menampilkan visual pendukung. Saat membahas bakery terkenal Tartine, AI menampilkan peta letak dan gambar pastry nan dijual. Kombinasi respons multimodal ini menghadirkan pengalaman belajar dan berbincang nan jauh lebih kaya dibanding sekadar obrolan bunyi biasa.

Perubahan ini menandai perkembangan signifikan dalam filosofi kreasi OpenAI. ChatGPT Voice nan awalnya datang sebagai pengalaman terisolasi—dengan antarmuka orb nan khas—kini menyatu dengan alur chat utama. Bagi nan sudah familiar dengan cara menggunakan fitur bunyi di ChatGPT mobile, transisi ini bakal terasa sangat intuitif.

Yang menarik, OpenAI tidak serta-merta menghapus opsi lama. Pengguna nan lebih nyaman dengan antarmuka terpisah tetap bisa mengaktifkan “Separate mode” melalui pengaturan Voice Mode di Settings. Fleksibilitas ini menunjukkan perhatian OpenAI terhadap preferensi perseorangan pengguna, mirip dengan pendekatan mereka saat membuka fitur Projects untuk pengguna gratis.

Demo antarmuka ChatGPT Voice terintegrasi dengan transkrip dan visual

Integrasi ini bukan sekadar perubahan kosmetik. Dengan menghadirkan transkrip real-time, pengguna bisa dengan mudah mereview poin-poin krusial dari percakapan. Fitur ini sangat berfaedah untuk obrolan panjang tentang topik kompleks, di mana perincian tertentu perlu ditinjau ulang tanpa kudu memutar seluruh rekaman suara.

Multimodalitas: Masa Depan Interaksi Manusia-AI

Langkah OpenAI ini konsisten dengan visi multimodal nan mereka usung. Sejak meluncurkan ChatGPT Voice gratis, mereka terus menyempurnakan langkah manusia berinteraksi dengan AI melalui beragam modalitas. Kombinasi suara, teks, dan visual dalam satu platform menciptakan ekosistem komunikasi nan lebih holistik.

Persaingan di bagian ini semakin ketat. Google, misalnya, telah bereksperimen dengan metode serupa untuk membikin Gemini Live lebih ekspresif, termasuk keahlian AI menyoroti bagian spesifik dari video live dengan overlay. Meskipun fitur OpenAI belum se-reaktif itu, integrasi voice dan visual ini membuka kesempatan baru untuk percakapan nan lebih informatif.

Perkembangan teknologi voice AI memang sedang mengalami percepatan luar biasa. Baru-baru ini, Meta mengakuisisi Play AI untuk memperkuat teknologi voice cloning, menunjukkan sungguh seriusnya para raksasa teknologi berinvestasi di bagian ini. OpenAI dengan ChatGPT Voice-nya jelas tidak mau ketinggalan.

Tutorial Praktis: Memaksimalkan ChatGPT Voice Terintegrasi

Bagi Anda nan mau segera mencoba fitur baru ini, prosesnya sangat sederhana. Pastikan aplikasi ChatGPT di perangkat mobile sudah diperbarui ke jenis terbaru. Untuk pengguna web, tidak diperlukan instalasi tambahan—fitur bakal tersedia secara otomatis.

Berikut langkah-langkah praktisnya:

  • Buka chat biasa dengan ChatGPT di aplikasi mobile alias web
  • Ketuk alias klik ikon waveform (gelombang suara) di samping kolom input teks
  • Mulai berbicara—transkrip bakal muncul real-time di chat
  • Respons ChatGPT bakal datang dalam corak suara, disertai teks dan visual pendukung
  • Untuk beranjak kembali ke mode teks, cukup ketuk ikon nan sama

Keunggulan utama fitur ini adalah kemampuannya mempertahankan konteks. Anda bisa memulai percakapan bunyi di tengah obrolan teks tentang resep masakan, lampau beranjak kembali ke mode teks tanpa kehilangan alur pembicaraan. Kelancaran ini nan membikin pengalaman terasa begitu natural.

Fitur ini sedang di-roll out ke semua pengguna di platform mobile dan web. Jika belum melihatnya di akun Anda, bersabarlah—OpenAI biasanya melakukan rollout bertahap. Sementara menunggu, tidak ada salahnya menjelajahi fitur obrolan grup nan sedang diuji coba untuk pengalaman kolaboratif nan lebih luas.

Revolusi hubungan manusia-komputer sedang berjalan di depan mata kita. Dengan setiap pembaruan seperti ini, pemisah antara percakapan dengan manusia dan AI semakin kabur. nan jelas, masa depan di mana kita bisa ngobrol santuy dengan AI sembari mendapatkan info visual nan kaya—seperti bertanya pada kawan nan serba tahu—sudah semakin dekat.

Selengkapnya