Pendiri Tesla Kritik Cybertruck: “truk Ini Seperti Tempat Sampah”

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Telset.id – Elon Musk mungkin dikenal sebagai wajah Tesla, tetapi tahukah Anda bahwa dia bukan pendiri original perusahaan otomotif listrik tersebut? Fakta mengejutkan ini kembali mencuat setelah Martin Eberhard, salah satu pendiri Tesla, melontarkan kritik pedas terhadap produk terbaru Musk: Cybertruck.

Dalam wawancara eksklusif dengan YouTuber Kim Java, Eberhard tidak hanya mengungkap kekecewaannya atas pembatalan program mobil listrik terjangkau Tesla, tetapi juga menyebut Cybertruck sebagai “truk nan terlihat seperti tempat sampah.” Komentar ini memicu perdebatan baru dalam bumi otomotif listrik, terutama mengingat sejarah panjang ketegangan antara Musk dan para pendiri original Tesla.

Sejarah nan Terlupakan: Siapa Sebenarnya Pendiri Tesla?

Banyak nan mengira Elon Musk adalah pendiri Tesla, tetapi kenyataannya, perusahaan ini didirikan pada 2003 oleh Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Musk baru berasosiasi pada 2008 sebagai CEO keempat. Perselisihan antara Musk dan Eberhard apalagi berujung pada gugatan norma pada 2009, nan akhirnya diselesaikan dengan kesepakatan bahwa Musk bisa disebut sebagai salah satu co-founder, berbareng Eberhard, Tarpenning, JB Straubel, dan Ian Wright.

Eberhard, nan sekarang telah meninggalkan Tesla, tetap memantau perkembangan perusahaan. Dalam wawancara tersebut, dia mengkritik keputusan Tesla untuk membatalkan program mobil listrik terjangkau seharga $25.000, nan dianggapnya sebagai solusi nan lebih dibutuhkan dunia. “Dunia tidak memerlukan truk nan terlihat seperti tempat sampah,” ujarnya, merujuk pada Cybertruck.

A Tesla Cybertruck in New York City

Cybertruck: Kontroversi nan Tak Kunjung Usai

Cybertruck memang bukan tanpa kritik. Sejak diluncurkan, desainnya nan unik dan kontroversial telah memicu beragam komentar pedas, mulai dari “benar-benar sampah” hingga “kendaraan terburuk nan pernah dirancang.” Bahkan, para pemilik Cybertruck sampai membikin grup support di FB untuk menghadapi cibiran publik.

Eberhard bukan satu-satunya nan meragukan visi Musk. Beberapa penanammodal juga kecewa dengan keputusan Tesla untuk mengalihkan konsentrasi dari mobil terjangkau ke robotaxi self-driving. Reuters melaporkan bahwa Musk telah membatalkan proyek “Model 2” nan dijanjikan, meskipun dia kemudian membantah laporan tersebut dan menuduh Reuters berbohong.

Masa Depan Tesla: Antara Kritik dan Harapan

Meski mengkritik, Eberhard mengakui kontribusi Musk dalam mengubah Tesla menjadi salah satu perusahaan paling berbobot di dunia. “Saya senang memandang ‘bayi’ saya bertahan,” katanya. Ia juga memuji SpaceX, perusahaan roket milik Musk, meski menambahkan bahwa Musk sering lupa memberi penghargaan kepada tim di kembali kesuksesan tersebut.

Sementara itu, Tesla tampaknya belum sepenuhnya meninggalkan rencana mobil terjangkau. Dalam laporan finansial terbaru, perusahaan menyebut bahwa produksi model lebih terjangkau bakal dimulai pada paruh kedua 2025. Namun, nilai pastinya tetap menjadi misteri.

Kritik Eberhard terhadap Cybertruck dan kebijakan Tesla kembali mengingatkan kita bahwa di kembali kesuksesan Musk, selalu ada suara-suara nan mempertanyakan arahnya. Apakah Cybertruck bakal menjadi langkah maju alias justru batu sandungan bagi Tesla? Hanya waktu nan bisa menjawab.

Selengkapnya