Rangkuman Fomc Minutes Pekan Ini: Bagaimana Nasib Bitcoin?

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Rapat Federal Open Market Committee alias FOMC nan digelar pada awal Desember kembali menjadi perhatian pasar global, termasuk pasar kripto. 

Dalam publikasi minutes terbarunya, bank sentral Amerika Serikat menyampaikan pandangan terkini mengenai kondisi ekonomi, inflasi, serta arah kebijakan moneter ke depan. 

Di tengah perlambatan aktivitas tenaga kerja dan inflasi nan tetap berada di atas target, The Fed berada pada posisi nan tidak mudah. Keputusan untuk menurunkan suku kembang sebesar 25 pedoman poin mencerminkan kehati hatian sekaligus upaya menjaga stabilitas ekonomi. 

Bagi pelaku pasar kripto, arsip ini krusial lantaran memberi gambaran gimana kebijakan likuiditas dan suku kembang dapat memengaruhi minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dalam beberapa bulan mendatang.

Rangkuman FOMC Minutes Pekan Ini

Minutes FOMC bulan Desember menggambarkan kondisi ekonomi Amerika Serikat nan tetap relatif bertahan, namun mulai menunjukkan ketimpangan di beberapa sektor. 

Para kreator kebijakan menilai pertumbuhan Produk Domestik Bruto sepanjang 2025 berada pada tingkat moderat, dengan konsumsi rumah tangga nan tetap cukup solid dan investasi upaya nan tetap kuat. 

Investasi dari perusahaan teknologi besar, khususnya pada prasarana kepintaran buatan, disebut sebagai salah satu penopang utama aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, pasar tenaga kerja mulai memperlihatkan pelemahan secara bertahap. Laju penambahan lapangan kerja melambat sepanjang tahun, tingkat pengangguran meningkat hingga 4.4% pada September, dan niat perekrutan di beragam sektor dinilai tetap tertahan. 

Kondisi ini menjadi perhatian utama lantaran dapat berakibat pada daya beli dan pertumbuhan ekonomi ke depan.

Inflasi tetap menjadi konsentrasi sentral dalam pembahasan FOMC. Inflasi PCE, baik headline maupun core, tercatat di 2.8%, tetap berada di atas sasaran 2% The Fed. 

Para peserta rapat menilai tekanan inflasi pada peralatan sebagian besar dipicu oleh kebijakan tarif, sementara inflasi sektor jasa terutama perumahan mulai menunjukkan perlambatan. 

Yang dinilai positif, ekspektasi inflasi jangka panjang tetap stabil dan dianggap sebagai jangkar krusial dalam menjaga kredibilitas kebijakan moneter.

Dari sisi kondisi keuangan, FOMC mencatat bahwa likuiditas pasar berada dalam kondisi lebih ketat namun tetap terkelola. 

Imbal hasil obligasi pemerintah meningkat, terutama dipicu oleh kenaikan imbal hasil riil. Pasar saham bergerak fluktuatif, dengan saham teknologi besar cukup sensitif terhadap rilis info ekonomi dan perkembangan investasi AI. 

Sementara itu, pasar angsuran tetap terbuka bagi korporasi besar, meskipun rumah tangga dan pelaku upaya mini menghadapi syarat pembiayaan nan lebih ketat.

Topik lain nan cukup menonjol adalah pengelolaan neraca dan likuiditas. Cadangan perbankan menurun signifikan sejak dimulainya pengurangan neraca, dan beberapa parameter menunjukkan bahwa persediaan sekarang berada di kisaran nan hanya cukup. 

Volatilitas pada pasar repo meningkatkan kekhawatiran mengenai penarikan likuiditas musiman, khususnya menjelang periode pembayaran pajak. 

Untuk menjaga kelancaran pasar, kebanyakan peserta sepakat bahwa pembelian obligasi jangka pendek berkarakter teknis perlu dipertimbangkan, tanpa mengubah sikap kebijakan moneter secara keseluruhan.

Keputusan menurunkan suku kembang ke kisaran 3.5% hingga 3.75% diambil dengan pertimbangan meningkatnya akibat terhadap pasar tenaga kerja serta penilaian bahwa akibat inflasi sekarang lebih seimbang. 

Meski demikian, minutes menunjukkan adanya perbedaan pandangan. Sebagian peserta menilai kemajuan inflasi mulai tertahan, sementara nan lain memandang penurunan suku kembang sebagai langkah pencegahan agar pelemahan ekonomi tidak semakin dalam pada 2026.

Analisis Harga Bitcoin

Pasca rilis minutes FOMC, perhatian pasar mata uang digital kembali tertuju pada pergerakan Bitcoin nan berada dalam fase konsolidasi. Secara teknikal, pergerakan nilai Bitcoin saat ini berada di antara pemisah bawah di $85,300 dan pemisah atas di $90,200. 

Grafik Harian BTCUSD

Area ini menjadi rentang krusial nan mencerminkan tarik menarik antara pelaku pasar nan memilih memperkuat dan mereka nan tetap menunggu kejelasan arah makro.

Dari sisi info on chain, terdapat perubahan menarik pada perilaku pemegang jangka panjang alias long term holders. 

Pendiri CryptoQuant, Ki Young Ju, mengungkapkan bahwa tekanan jual dari golongan ini mulai mereda. 

Data menunjukkan bahwa pasokan Bitcoin nan dipegang oleh penanammodal dengan periode kepemilikan di atas 6 bulan tidak lagi mengalami penurunan signifikan. Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir terjadi sedikit peningkatan, meski jumlahnya relatif kecil.

Perubahan ini mengindikasikan bahwa pemegang jangka panjang memilih untuk menahan aset mereka, sementara pemegang jangka pendek juga belum menunjukkan minat pengedaran besar. 

Secara historis, kondisi seperti ini sering kali muncul sebelum fase konsolidasi nan lebih stabil alias pemulihan harga, tergantung pada arah pergerakan pasar mata uang digital secara keseluruhan.

Namun, pandangan berbeda datang dari Joao Wedson dari Alphractal nan menyoroti bahwa metrik Net Position Change tetap menunjukkan tekanan jual dari golongan pemegang jangka panjang. 

Ia menilai pengedaran dari golongan ini kerap muncul di fase puncak siklus. Meski begitu, tekanan ke bawah biasanya lebih terasa ketika pengedaran terjadi secara agresif, sesuatu nan belum terlihat dominan saat ini.

Dari perspektif siklus, analis Tony Severino menambahkan bahwa Bitcoin belum sepenuhnya terlepas dari pengaruh siklus ekonomi tradisional. Ia menilai banyak diagram modern terlalu konsentrasi pada pola pasca halving tanpa mempertimbangkan kondisi upaya makro. 

Menurutnya, apresiasi nilai Bitcoin pasca halving sering kali didorong oleh keterbatasan pasokan dan likuiditas makro nan membaik. 

Namun, jika ekonomi dunia memasuki fase pelemahan nan lebih dalam, Bitcoin tetap berpotensi menghadapi tekanan tambahan.

Meski demikian, analis lain seperti Pierre Rochard memandang koreksi pasca rekor tertinggi sebagai fase penyesuaian nan sehat. 

Dengan jarak sekitar $37,000 dari rekor tertinggi sebelumnya, dia menilai pergerakan saat ini lebih mencerminkan proses pengedaran alami dan kesempatan akumulasi, bukan akhir dari siklus naik.

Data dari CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin diperdagangkan di kisaran $88,589, dengan pergerakan harian nan relatif terbatas. Kondisi sentimen pasar dalam 30 hari terakhir mencerminkan tingkat kehati hatian nan tinggi. 

Ketidakpastian arah kebijakan moneter lanjutan dan kondisi ekonomi dunia membikin pelaku pasar condong menunggu konfirmasi sebelum mengambil posisi lebih agresif.

Dalam konteks FOMC, penurunan suku kembang memberi ruang bernapas bagi aset berisiko. Biaya kesempatan untuk memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih rendah, namun sikap The Fed nan tetap berhati hati membatasi euforia berlebihan. 

Oleh lantaran itu, pergerakan Bitcoin ke depan tetap sangat berjuntai pada info ekonomi lanjutan dan dinamika likuiditas global.

Kesimpulan

Rilis FOMC Minutes Desember menunjukkan bahwa The Fed sedang menavigasi kondisi ekonomi nan penuh tantangan. Penurunan suku kembang dilakukan untuk merespons akibat pelemahan tenaga kerja, namun komitmen terhadap pengendalian inflasi tetap dijaga. 

Bagi Bitcoin, kondisi ini memberikan support moderat tanpa menciptakan dorongan berlebihan. Dengan nilai bergerak di antara $85,300 dan $90,200, pasar tetap berada dalam fase penyesuaian. 

Perilaku pemegang jangka panjang nan mulai menahan aset memberi sinyal stabilisasi, tetapi arah selanjutnya tetap berjuntai pada perkembangan ekonomi makro dan kebijakan moneter. Dalam jangka pendek, kehati hatian tetap menjadi sikap dominan di pasar kripto.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya