Jika bagi sebagian orang masa mudanya perlahan menghilang, mungkin perasaan itu memang ada benarnya. Setelah 44 tahun menjadi pusat denyut budaya popular dunia, MTV seperti yang kita kenal resmi berakhir. Di akhir 2025, seluruh kanal MTV yang menayangkan musik 24 jam non-stop akan ditutup secara global. Sebuah keputusan yang secara simbolis menutup salah satu bab paling berpengaruh dalam sejarah musik modern.
Nama MTV memang tidak sepenuhnya menghilang. Kanal utama MTV masih akan bertahan dengan tayangan reality show dan programme hiburan pop. Namun MTV yang sesungguhnya — MTV yang hidup dari musik video siang dan malam — kini benar-benar tinggal kenangan.
Penutupan ini berdampak langsung pada kanal-kanal musik khusus seperti MTV Music, MTV 80s, MTV 90s, Club MTV, dan MTV Live yang akan dihapus dari jaringan Sky dan Virgin Media di Inggris serta beberapa negara Eropa lainnya. Di Amerika Serikat, saluran kabel location terakhir yang masih menayangkan programme musik MTV juga akan berhenti seiring berakhirnya kontrak distribusi.
Selama puluhan tahun, MTV adalah ruang tamu world bagi para pecinta musik. Kita tidak sekadar menonton video klip — kita menunggunya. Penayangan perdana sebuah video baru bisa menjadi sebuah peristiwa besar. Mendapatkan rotasi di MTV bisa menentukan nasib sebuah band. Banyak karier musisi besar lahir hanya dari beberapa menit tayang di layar kaca.
Pada era 80-an dan 90-an, para VJ MTV adalah selebritas sejati. Mark Goodman, Nina Blackwood, J.J. Jackson, Alan Hunter, dan Martha Quinn bukan hanya memperkenalkan video, mereka berbicara langsung kepada penonton, seolah menjadi teman. Generasi berikutnya mengenal Kurt Loder sebagai wajah berita musik, Tabitha Soren sebagai newsman budaya pop, dan Carson Daly yang memimpin hiruk-pikuk Total Request Live, di mana fanatisme musik berubah menjadi tontonan nasional.
MTV juga melahirkan acara-acara ikonik yang membentuk televisi modern. Jackass masih dikenang sebagai tontonan absurd yang berpengaruh besar. Cribs membuka pintu rumah para selebritas dan mengubah cara publik memandang ketenaran. The Osbournes bahkan mendefinisikan reality show keluarga dan menjadi standar emas genre tersebut.
Kematian MTV versi musik bukan sekadar penutupan saluran televisi. Ini adalah tanda berakhirnya sebuah cara menikmati musik — era ketika semua orang menonton hal yang sama, pada waktu yang sama. Di tengah algoritma dan streaming on-demand, MTV mengingatkan kita pada masa ketika musik terasa lebih kolektif, lebih personal, dan lebih magis.