Wamenkomdigi: Semangat Pahlawan Jadi Fondasi Perjuangan Era Digital

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Telset.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menegaskan bahwa perjuangan di era digital kudu berpijak pada semangat kepahlawanan. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pahlawan perlu dilanjutkan melalui pengabdian, inovasi, dan kerjasama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Dalam keterangan resmi nan dikeluarkan di Jakarta, Selasa, Nezar menyampaikan bahwa para pahlawan telah mengajarkan pentingnya kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan dalam meraih kemerdekaan. “Para pahlawan berjuang bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk kita, generasi nan apalagi belum mereka kenal. Mereka mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, tetapi lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” ujar Nezar.

Wamenkominfo meminta semua pihak meneladani sifat kesabaran para pahlawan dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, menunggu momentum, dan membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. “Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, lantaran mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” tegasnya.

Transformasi Bentuk Perjuangan di Era Digital

Nezar menuturkan bahwa di tengah perubahan teknologi nan begitu cepat, setiap karya, riset, dan buahpikiran imajinatif nan lahir dari generasi muda merupakan corak nyata perjuangan membangun bangsa nan berdaulat secara digital. “Di masa sekarang perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, mainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian,” tegasnya.

Semangat kepahlawanan sekarang hidup dalam tekad untuk menghadirkan kemajuan, kemandirian, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Nezar mengingatkan bahwa setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan kembali ke rakyat untuk mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian. “Di situlah letak kehormatan sejati, bukan pada posisi nan dimiliki, tetapi pada faedah nan ditinggalkan,” kata Nezar.

Kolaborasi Kunci Transformasi Digital Indonesia

Sebelumnya, dalam peringatan Hari Bhakti Postel ke-80 pada Senin (22/9), Nezar telah mengingatkan bahwa kerjasama lintas pemangku kepentingan merupakan fondasi utama untuk mempercepat transformasi digital Indonesia. “Kita memerlukan kerja sama nan kuat di semua stakeholder telekomunikasi Indonesia untuk bisa memperluas jangkauan konektivitas, menjamin akses jaringan telekomunikasi ke seluruh masyarakat, dan meningkatkan kualitas layanan,” kata Nezar.

Dia menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menjawab tantangan digitalisasi. “Ini krusial sekali untuk terus kita tanamkan sebagai mindset dalam rangka mempercepat digitalisasi di Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk bisa mencapai tujuan nasional kita,” ujarnya.

Pernyataan Nezar ini sejalan dengan upaya beragam pihak dalam menghadapi tantangan digital, termasuk upaya perusahaan media nan bakal menggunakan watermark digital untuk mencegah hoaks. Teknologi digital juga telah membuka kesempatan baru bagi pembuat konten, sebagaimana terlihat dalam perseteruan antara pembuat FB dan Meta di pengadilan khusus.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital telah memungkinkan penemuan di beragam bidang, termasuk bumi perfilman. Seperti nan diungkapkan Hanung Bramantyo nan mau merekam segmen perang menggunakan smartphone, menunjukkan gimana teknologi semakin terjangkau dan dapat dimanfaatkan untuk berkarya.

Dengan semangat kepahlawanan nan diwariskan, generasi muda Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk menciptakan penemuan nan berfaedah bagi bangsa dan negara, sekaligus menjaga kedaulatan digital Indonesia di tengah persaingan global.

Selengkapnya