⚡️ Bye Adobe! Affinity Sekarang Gratis!

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Terjadi perubahan besar di industri software imajinatif hari ini. Kita udah sama-sama tahu gimana Adobe menjadi software paling terkenal dan paling dominan di industri imajinatif dalam puluhan tahun terakhir. Mereka menjadi standar dan seolah tak tergoyahkan. Adobe Photoshop, Illustrator, Premiere Pro dan nan lainnya terus dipilih meskipun sejak 2013 mereka mengubah strategi pricingnya dari sekali beli ke sistem berlangganan, nan bikin Adobe makin untung besar. Balik lagi lantaran software2 imajinatif mereka memang udah jadi standar di industri imajinatif profesional.

Salah satu penantangnya adalah Affinity Suites nan sebelumnya terbagi jadi 3 software, ialah Affinity Photo, Affinity Designer, dan Affinity Publisher. Sebelumnya masing-masing aplikasi tersebut dijual dengan sistem sekali bayar, $70 alias sekitar 1.2 jutaan rupiah per softwarenya. Tapi itupun belum bisa menggoyah kekuasaan Adobe. Bahkan Skandal besar Adobe nan tahun lampau sempat viral, mengenai penggunaan info imajinatif pengguna Adobe untuk training AI — cuman sempat bikin rame sejenak dan bikin sebagian orang beranjak ke software pengganti seperti Affinity, tapi belum juga bisa menggoyah kekuasaan Adobe di ranah software imajinatif profesional.

Sampai akhirnya Canva, nan mengakuisisi perusahaan developer Affinity tahun lalu, sekarang memutuskan untuk menggratiskan Affinity Suite secara cuma-cuma.

Ya, Affinity sekarang digratiskan! Semua fitur editing ahli di dalamnya bisa kita gunakan secara gratis. Teman-teman tidak perlu beli lagi, tinggal download dan pake aja Affinity jenis terbaru dari website officialnya.

Selain digratiskan, Canva juga menjadikan tiga software Affinity nan sebelumnya terpisah menjadi satu software nan praktis. Affinity baru ini tersedia untuk Windows ataupun Mac, untuk jenis iPad tetap dibuat dan bakal digratiskan juga saat dirilis, sedangkan untuk Linux belum tersedia, dan mungkin gak pernah bakal tersedia.

Setelah digratiskan ini, untuk download kita perlu login pake akun Canva. Tapi gak kudu canva premium ya, akun canva gratisan juga bisa.

Untuk jenis Mac dia support untuk Mac lawas nan tetap pake prosesor Intel ataupun Mac baru nan udah pake Apple Silicon. Sedangkan untuk Windows dia support untuk PC dengan prosesor 64-bit ataupun ARM.

Saat pertama kali membuka Affinity cuma-cuma ini, kita juga perlu login dengan akun Canva. Setelah login ya kita bisa langsung kita gunakan Affinity nya. Satu perihal nan saya suka di Affinity ini, perlindungan privasinya terlihat bagus. Disini untuk info penggunaan by default off, dan meskipun di ON, info alias hasil karya pengguna Affinity tidak digunakan untuk training fitur AI mereka.

Dibanding jenis lama, Affinity baru ini terlihat lebih praktis dan terintegrasi, lantaran kita tidak perlu menginstall 3 software nan berbeda lagi sepertu dulu — tetapi cukup satu Affinity ini aja dan semua terintegrasi didalamnya.

Ada Tab Vector nan merupakan vector studio alias nan dulu merupakan aplikasi Affinity Designer. Terus ada Tab Pixel nan menjadi foto penyunting alias nan dulu adalah Affinity Photos, serta ada tab Layout nan sebelumnya aplikasi Affinity Publisher. Dan lantaran sudah terintegrasi, dari satu kreasi aja kita bisa seamles beranjak dari satu tab ke tab lain, sesuai dengan keperluan kita.

Nah nan paling terasa perbedaannya, sekarang Affinity jadi customizable. Semua tool, toolbar, dan panel bisa di custom untuk menyesuaikan workflow kita. Tool nan sering kita pake bisa kita geser dan tampilin di toolbar nan kita pengen, nan jarang kita pake bisa diilangin aja. Bahkan tool nan sebelumnya ada di Affinity Publisher misalnya, itu bisa dikeluarkan di Pixel Studio dan sebaliknya — artinya tiga software Affinity itu sudah benar2 menjadi satu disini. Tool nya bisa saling dipake antar Studio, dan proses editing bisa jadi lebih seamless. Dan jangan lupa, semua ini merupakan fitur-fitur editing ahli grade nan dulunya berbayar mahal — nan sekarang bisa kita nikmati cuma2 tanpa bayar.

Nah nan keren lagi, sebenarnya tab nya gak cuman 3 ini aja. Disini ada banyak tab custom nan bisa kita aktifkan. Ada Retouching nan tool dan layoutnya diotimasi untuk retouching foto. Ada color grading utk grading warna, dsb. Tapi nan paling menarik kita bisa bikin Studio sendiri, nan bisa kita kasih nama sendiri, dengan layout dan tool nan bisa kita tata sendiri, sesuai kemauan kita sendiri. Jadi tab custom ini bisa kita manfaatkan untuk bikin Studio unik nan memudahkan workflow kita sendiri, setiap orang bisa bikin beda2 sesuai kebutuhannya.

Sepanjang nan saya coba sih, semua tool nan dulu sering saya pake di Affinity Photo berbayar, ada semua disini. Bahkan sekarang lebih lengkap. Ini menjadi software cuma-cuma terbaik nan paling worth it untuk dimiliki saat ini.

Tapi kenapa bisa gratis? Katanya gak ada makan siang gratis?

Ya, kebenaran bahwa untuk bisa mendapatkan Affinity cuma-cuma ini kudu login pake akun Canva, menunjukkan kalo Canva menggratiskan Affinity ini, salah satunya untuk menambah jumlah pengguna Canva.

Dan di Affinity ini sekarang juga ada tab Canva AI, nan hanya bisa dinikmati oleh pengguna Canva Pro. Jadi kalo temen2 punya Canva Pro, di tab Canva AI ini bisa menggunakan tool AI editing seperti Generative Expand, Generative Fill, Generative Edit, Portrait Blur tool, Colorize tool, Super Resolution, sampe tool untuk menghapus background secara otomatis. Semuanya pake AI dan hanya bisa diakses oleh pengguna Canva Pro saja. Sisanya — bisa kita gunakan secara gratis, tanpa bayar dan tanpa batas.

Saya melihatnya ini sebagai nilai tambah bagi pengguna Canva Pro — dari nan sebelumnya cuman bisa melakukan editing secara online melalui web — sekarang jadi bisa melakukan editing lewat native software juga di Affinity. Dan buat kita nan butuh software imajinatif profesional, dengan tool ahli grade — ini jadi kemenangan besar juga lantaran kita gak perlu lagi beli lisensi masing2 software affinity, apalagi gak perlu berlangganan lagi software Adobe — selain memang pekerjaan kita menuntut penggunaan software2 mereka. Dan ini bikin kita bisa menghemat banyak di era ekonomi nan seperti sekarang ini.

Dari pengalaman saya sebelumnya pake Affinity Photos, nyaris semua perihal nan biasa saya lakukan di Photoshop itu bisa dilakukan juga di Affinity. Memang perlu ada learning curved nya untuk membiasakan dengan tool dan workflow nan baru, tetapi learning curved nya bisa dibilang cukup minimal. Begitu udah terbiasa ya enak-enak aja.

Cuman memang meskipun Affinity ini juga udah support untuk membuka file-file Adobe ya seperti PSD, dsb — terkadang saat dibuka susunan layernya tidak sesempurna itu. Dan ini memang perihal nan cukup biasa untuk kompatibilitas antar software, seperti file Microsoft Office nan meskipun bisa dibuka di LibreOffice alias OnlyOffice, tapi formatnya kadang ada nan berubah.

Itu dulu nan bisa saya share hari ini, semoga bermanfaat.

Written by

Febian

Productivity addict. Geek by nature. Platform Agnostic.

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya