7 Kabar Buruk Yang Menyebabkan Harga Bitcoin Turun

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

– Pasar mata uang digital mengalami tekanan sadis pekan ini, dengan Bitcoin kehilangan US$ 19 miliar kapitalisasi hanya dalam beberapa hari. Hal ini disampaikan oleh salah satu pengamat pasar mata uang digital di media sosial X dengan nama akun ‘CryptoBirb‘, nan menjelaskan bahwa penurunan besar ini dimulai dari ancaman tarif Presiden Donald Trump hingga krisis bank nasional Amerika.

“Berbagai gejolak makroekonomi serentak menghantam pasar kripto, hanya lima hari sebelum jendela prediksi siklus puncak dibuka,” ungkap CryptoBirb.

Berikut 7 pemicu utama kejatuhan pasar mata uang digital minggu lalu.

1. Bom Tarif Trump

Presiden Amerika Donald Trump kembali memanaskan tensi dunia dengan mengumumkan ancaman tarif 100 persen terhadap seluruh impor dari China.

Pernyataan itu dirilis pada 10 Oktober, dan langsung memicu tindakan jual besar-besaran di pasar kripto, lantaran penanammodal dunia bergegas keluar dari aset beresiko.

2. China Tahan Ekspor Rare Earth

Pada 9 Oktober, Beijing memutuskan untuk memperluas kontrol ekspor rare earth, bahan baku krusial untuk chip dan teknologi tinggi. Aksi ini dianggap sebagai langkah jawaban terhadap kebijakan Amerika dan meningkatkan sentimen risk-off secara global.

3. Krisis Bank Regional

Zions Bank dan Western Alliance mengumumkan kerugian besar akibat angsuran bermasalah. Nilainya mencapai ratusan juta dolar, dan membangkitkan kembali ketakutan bakal krisis perbankan seperti tahun 2023. CEO JPMorgan juga menyebut satu pernyataan, ialah jika ada satu kecoa, biasanya ada lebih banyak.

Baca Juga: BTC Babak Belur, Apakah Masih Layak Pegang?

4. Bitcoin Kalah dengan Emas Sebagai Safe Haven

Harga emas melonjak ke rekor tertinggi US$ 4.300 per ons, nan menandakan peralihan besar-besaran ke aset aman. Di saat nan sama, narasi “Bitcoin adalah emas digital” hancur total, lantaran BTC justru ikut terseret turun saat krisis.

5. Indeks Volatiltias VIX Naik Tajam

CBOE Volatility Index (VIX), nan merupakan barometer rasa takut pasar, naik ke 25,31, level tertingg dalam enam bulan. Hal ini pun memunculkan pasar saham penuh gejolak, penanammodal bersiap menghadapi potensi kekacauan lanjutan.

6. Shutdown Pemerintah

Penutupan parsial pemerintahan AS menghentikan rilis info krusial seperti CPI dan laporan tenaga kerja, sehingga The Fed dan pasar finansial kehilangan pedoman menjelang keputusan suku kembang pada 29 Oktober. Ketidakpastian makin dalam.

7. Kepanikan ETF Bitcoin

ETF Spot Bitcoin di Amerika mencatat arus keluar kolektif US$ 1,2 miliar dalam seminggu, dengan IBIT BlackRock sendiri kehilangan US$ 268,6 juta. Ada indikasi penurunan kepercayaan institusional terhadap mata duit mata uang digital di tengah tekanan makro.

Gabungan dari geopolitik, krisis perbankan, dan pelarian ke emas telah membentuk angin besar sempurna nan mengguncang pasar kripto.

“Kurangi leverage. Tetap likuid. Tunggu stabilisasi sebelum masuk lagi,” pungkas CryptoBirb.

7 Key News That Tanked Crypto This Week

Trade wars, banking crisis, and institutional exodus trigger Bitcoin's sadis $19B wipeout amid macro chaos. All that 5 days before cycle top window opens:

1. Trump's Tariff Bomb: 100% China Levy Threat
President Trump threatened… pic.twitter.com/McQFNTfLtF

— CRYPTO₿IRB (@crypto_birb) October 19, 2025

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya