Ai Kuasai Nashville, Industri Musik Country Berubah Cepat

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Telset.id – Industri musik country, nan lama mengusung gambaran kesederhanaan dan keaslian pedesaan, sekarang dengan sigap mengangkat kepintaran buatan (AI) untuk produksi lagu. Laporan mendalam dari The Verge mengungkap bahwa alat-alat AI seperti Suno telah menjadi “ubiquitous” alias ada di mana-mana di Nashville, pusat industri musik country, digunakan oleh semua kalangan dari penulis lagu pemula hingga nan paling top.

Trannie Anderson, penulis lagu untuk artis seperti Reba McEntire, menyebut teknologi ini digunakan secara luas. “Dari penulis lagu tingkat pemula hingga nan paling puncak,” katanya kepada The Verge. Bahkan, sumber-sumber nan diwawancarai mengonfirmasi bahwa bintang besar seperti Jelly Roll dan Dustin Lynch telah dikirimi demo lagu dengan bunyi mereka sendiri nan disintesis secara digital.

Pergeseran ini bukanlah perihal nan sepenuhnya mengejutkan jika menilik sejarah industri musik country itu sendiri. Seperti nan diamati oleh wartawan musik folk Kim Ruehl, musik pop-country kontemporer muncul sebagai lengan komersial dari musik folk Amerika. Perbedaannya terletak pada keterlibatan upaya besar dalam pengembangan pekerjaan bintang-bintang country. Dalam konteks itu, efisiensi nan ditawarkan AI—memotong biaya produksi dan meningkatkan keuntungan—adalah langkah logis berikutnya bagi industri nan selalu berorientasi pasar.

AI sebagai Mesin Demo nan Efisien

Meskipun perangkat AI seperti Suno bisa menghasilkan nyaris semua nan dibutuhkan produser musik—lirik, vokal latar, melodi—penggunaannya saat ini terutama difokuskan pada produksi demo. Bagi para musisi nan sedang naik daun, pembuatan demo adalah sumber pendapatan penting, namun prosesnya bisa menyantap waktu dan biaya.

Eric Olson, seorang penerbit nan diwawancarai The Verge, mendorong penulis lagu country untuk menggunakan AI dalam membikin sampel lagu. “Jika saya bisa memberikan 20 persen terakhir kepada Suno dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak saya, itu sangat besar,” ujarnya, menyoroti efisiensi waktu nan signifikan.

Kasus Maggie Reaves, seorang penyanyi-penulis lagu nan sedang naik daun, menjadi contoh nyata. Ketika mendapatkan perjanjian dari seorang “artis besar” dengan tenggat waktu satu hari, Reaves menulis lagu di atas kertas sebelum memasukkannya ke Suno. Penerbitnya kemudian mengatakan hasilnya “sempurna” dan langsung mengirimkannya kepada artis tersebut. “Saya langsung melihat

Selengkapnya