Baterai 20.000mah Samsung Bocor, Benarkah Smartphone Bisa Tahan 3 Hari?

Sedang Trending 6 jam yang lalu

Pernahkah Anda merasa resah memandang parameter baterai ponsel menyentuh nomor 20% di tengah hari nan tetap panjang? Atau, apakah ritual mengisi daya setiap malam sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup Anda? Jika iya, Anda tidak sendirian. Kecemasan bakal kehabisan daya baterai, alias nan kerap disebut “low battery anxiety”, adalah kejadian nyata di era digital ini. Namun, gelombang perubahan besar tengah bergulir dari bagian bumi Timur, dan mungkin bakal mengubah kebiasaan kita selamanya.

2025 diam-diam telah menjadi tahun di mana baterai smartphone raksasa menjadi kenyataan. Batas-batas kapabilitas nan dulu dianggap mustahil, seperti 7.000mAh alias 8.000mAh, sekarang mulai menjadi arus utama. Bahkan, Honor berani melangkah lebih jauh dengan meluncurkan ponsel nan membawa baterai melewati tanda psikologis 10.000mAh. Kemajuan pesat ini nyaris seluruhnya digerakkan oleh para kreator ponsel China nan telah beranjak ke teknologi baterai silikon-karbon. Sementara itu, dua raksasa lain, Samsung dan Apple, terlihat lebih berhati-hati dan lambat dalam mengangkat pergeseran teknologi ini.

Namun, tampaknya Samsung tidak beriktikad untuk hanya menjadi penonton dalam perlombaan senjata baterai besar ini. Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa bagian SDI milik Samsung sedang menguji coba sebuah baterai berkapasitas monster untuk smartphone. Dan tebak apa? Kapasitasnya disebut-sebut mencapai nomor nan susah dibayangkan: 20.000mAh.

Bocoran Monster 20.000mAh: Dua Sel, Satu Mimpi Besar

Menurut info dari seorang tipster, baterai raksasa nan sedang diuji Samsung SDI ini berbasis pada teknologi silikon-karbon nan sama nan menjadi kunci kesuksesan pabrikan China. Desainnya nan unik menggunakan dua sel baterai dengan ukuran tidak sama. Satu sel dilaporkan mempunyai kapabilitas 12.000mAh dengan ketebalan hanya 6,3mm. Sel kedua, dengan ketebalan 4mm, menambahkan kapabilitas sebesar 8.000mAh. Ketika digabungkan, sistem ini mencapai nomor headline-grabbing sebesar 20.000mAh.

Yang membikin ini semakin menarik adalah kebenaran bahwa sel tunggal berkapasitas 12.000mAh saja sudah melampaui baterai 10.000mAh nan ditemukan di ponsel-ponsel seperti seri Win dari Honor. Dengan kata lain, Samsung mungkin sudah menguji kapabilitas baterai nan melampaui apa nan saat ini dianggap sebagai pemisah “ekstrem”. Bayangkan, sebuah baterai nan dalam satu selnya saja sudah lebih besar dari baterai terbesar nan beredar di pasaran saat ini.

Ilustrasi konsep baterai smartphone dual-cell berkapasitas besar dengan teknologi silikon-karbon

Janji dan Bayangan: Daya Tahan vs. Risiko Pengembangan

Lalu, seperti apa performa baterai sebesar ini dalam bumi nyata? Sang tipster menyatakan bahwa konfigurasi penuh 20.000mAh secara teori dapat memberikan waktu layar menyala hingga 27 jam dan memperkuat melalui sekitar 960 siklus pengisian daya per tahun. Angka-angka ini, tentu saja, tetap berkarakter di atas kertas dan sangat berjuntai pada optimasi perangkat lunak dan efisiensi chipset nan digunakan.

Namun, di kembali janji manis tersebut, terselip berita nan mengkhawatirkan. Dikatakan bahwa baterai ini mengalami masalah umur panjang, di mana baterai tersebut dilaporkan membengkak selama pengujian. Performa jangka pendek disebut kuat, tetapi stabilitas jangka panjang tetap menjadi tanda tanya besar. Sumber lain apalagi menambahkan perincian nan lebih mencemaskan: sel berkapasitas 8.000mAh tersebut dikabarkan mengembang dari ketebalan 4mm menjadi 7,2mm setelah pengujian. Pengembangan bentuk sebesar ini adalah bendera merah serius untuk penggunaan dalam smartphone nan mengutamakan kreasi ramping.

Isu keamanan baterai bukanlah perihal sepele. Insiden seperti nan pernah terjadi pada Motorola G54 nan terbakar di saku menjadi pengingat keras sungguh krusialnya stabilitas dan keamanan sebuah sel baterai. Pengembangan alias swelling adalah salah satu indikasi awal nan dapat berujung pada akibat lebih berbahaya.

Mengapa Samsung (Masih) Berhati-hati?

Ketika para pesaing dari China berkompetisi memasarkan baterai berkapasitas raksasa, kenapa Samsung dan Apple terlihat lebih tertinggal? Jawabannya mungkin terletak pada filosofi kreasi dan prioritas nan berbeda. Samsung, khususnya, mempunyai warisan dalam menciptakan perangkat dengan kreasi premium, tipis, dan ergonomis. Memasukkan baterai berkapasitas sangat besar tanpa kompromi pada ketebalan dan berat adalah tantangan teknikal nan nyata.

Selain itu, sebagai brand dunia dengan standar keamanan nan ketat, Samsung mungkin memilih jalan nan lebih hati-hati. Mereka mungkin tidak mau terburu-buru mengangkat teknologi baru sebelum betul-betul percaya dengan stabilitas dan keamanannya dalam jangka panjang. Pendekatan ini tercermin dalam strategi baterai untuk lini produk lainnya, seperti nan terlihat pada Samsung Galaxy S25 Edge nan dikabarkan mempunyai kapabilitas lebih mini namun dioptimalkan untuk daya tahan tetap optimal.

Pengujian baterai 20.000mAh oleh Samsung SDI bisa ditafsirkan sebagai langkah eksplorasi dan riset. Ini adalah sinyal bahwa Samsung tidak tinggal diam; mereka sedang memetakan batas-batas teknologi nan mungkin, sekaligus mengidentifikasi hambatan-hambatan nan kudu diatasi sebelum teknologi tersebut layak dikomersialkan.

Masa Depan: Perlukah Kita Membawa “Powerbank Bawaan”?

Bocoran ini membuka khayalan tentang masa depan smartphone. Jika baterai 20.000mAh nan stabil dan kondusif betul-betul terwujud, itu bakal mengubah paradigma penggunaan ponsel. Aktivitas seperti gaming marathon, streaming video berjam-jam, alias bekerja di lapangan tanpa akses listrik selama berhari-hari bakal menjadi perihal nan biasa. Kebutuhan bakal powerbank eksternal mungkin bakal jauh berkurang, lantaran ponsel pada dasarnya telah membawa “powerbank bawaan”-nya sendiri.

Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah konsumen rela mengorbankan aspek corak nan ramping untuk kapabilitas ekstrem? Atau akankah teknologi menemukan langkah untuk menjejalkan kapabilitas besar dalam bodi nan tetap elegan? Perlombaan ini bukan lagi sekadar tentang siapa nan mempunyai nomor mAh terbesar, tetapi tentang siapa nan dapat menciptakan keseimbangan sempurna antara kapasitas, keamanan, umur panjang, dan desain.

Bocoran baterai Samsung 20.000mAh ini, meski kudu disikapi dengan skeptisisme sehat, adalah penanda zaman. Ia menunjukkan bahwa batas-batas teknologi baterai smartphone tetap terus didorong. Sementara kita menunggu realisasi dari mimpi baterai seharian penuh (atau apalagi dua hari) tersebut, nan jelas, perlombaan untuk membebaskan pengguna dari “rantai” charger telah dimulai dengan sangat serius. Samsung mungkin datang terlambat ke pesta, tetapi mereka tampaknya sedang menyiapkan sesuatu nan besar—benar-benar besar—di lab mereka.

Selengkapnya