– Altseason selama ini diperlakukan seperti janji nan pasti datang. Bukan sekedar kemungkinan, melainkan sesuatu nan diyakini bakal tiba sigap alias lambat. Bertahun-tahun penanammodal bertahan, menahan volatilitas dan mengulang satu kalimat nan sama di setiap siklus, ialah “siklus berikutnya pasti bakal berbeda”.
Namun kenyataannya, waktu terus melangkah tanpa adanya kepastian.

Menurut salah satu analis mata duit mata uang digital di media sosial X dengan nama akun Ash Crypto, kekecewaan organisasi altcoin sekarang berada di titik terlelah sepanjang siklus. Bitcoin telah naik sekitar 8,5 kali dari titik terendahnya di US$ 15.400. Ethereum melonjak lebih dari 5 kali dari US$ 500. Bahkan emas dan perak mencetak rekor tertinggi baru.
Sementara altcoin? Masih menunggu.
Ash menyebut bahwa setiap koreksi dianggap akumulasi, setiap penundaan diyakini sebagai ujian kesabaran. Namun memasuki akhir tahun lagi, nan datang justru reset, tanpa euforia dan altcoin seakan tidak mendapat giliran untuk bersinar.
“Q4 kali ini adalah nan terburuk dalam tujuh tahun terakhir bagi altcoin. Bukan hanya lantaran harga, tapi juga lantaran kelelahan mental nan menyertainya,” ungkap Ash.
Meski begitu, Ash menilai tetap ada satu skenario nan bisa mengubah arah cerita. Ia menyebut bahwa kemungkinan struktur 4 tahunan mata uang digital mulai retak, dan altcoin rally besar justru bergeser ke Q1 – Q2 2026.
“Harapan ini bukan sekedar angan-angan, melainkan didukung beberapa aspek seperti Quantitative Tightening telah berakhir, soft QE mulai melangkah dan pemangkasan suku kembang diperkirakan bersambung di 2026,” ujarnya.
Baca Juga: Kenapa Banyak Trader Rugi Saat Breakout?
Namun, nan menjadi masalah adalah pasar saat ini terasa lepas kendali.
Sejak crash 10 Oktober, lanjut Ash, mata uang digital terlihat terputus dari saham, emas dan nyaris semua kelas aset lain. Berita bullish, sekuat apapun, tidak lagi menggerakkan harga,
“Dan nan lebih ironis, fundamental kripto saat ini adalah nan terbaik sepanjang sejarah, namun diagram nilai justru bergerak seolah-olah mengabaikan semua itu,” kata Ash.
Dia apalagi menyatakan pasar sedang mengalami distorsi ekstrem, dengan pergerakan nan lebih banyak dipengaruhi oleh algoritma dan manipulasi likuiditas dibanding refleks nilai fundamental.
Dalam pandangannya, hanya ada dua kemungkinan besar ke depan. Entah mata uang digital bakal melonjak dan mengejar ketinggalannya terhadap saham dan emas pada awal 2026, ketika sistem dan algoritma pasar ‘reset’. Atau sebaliknya, pasar saham nan bakal jatuh untuk menyusul kripto.
“Satu perihal nan saya yakini, salah satu dari dua skenario itu pasti terjadi,” pungkas Ash.
We waited for altseason like it was a promise.
Years of holding.
Years of believing.
Years of saying “next cycle will be different.”
Bitcoin pumped 8.5x from the bottom of $15.4K, ETH pumped 5.5 from the bottom of $900. Gold & silver hitting new all time highs
And us?
We…
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 minggu yang lalu