Apakah Ada Pemangkasan Suku Bunga Oleh Fed Di Bulan September?

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

– Hitungan mundur menuju pemangkasan suku kembang pertama oleh The Fed di tahun 2025 resmi dimulai, dan Wall Street sudah menganggapnya sebagai keputusan pasti. Dengan pengumuman tinggal lima hari lagi, pertanyaan sekarang bukan ‘apakah bakal dipangkas’, namun ‘seberapa besar pemangkasannya’.

Menurut survei Reuters terhadap 107 ekonom, kebanyakan meyakini The Fed bakal memangkas suku kembang referensi sebesar 25 pedoman poin (bps) pada 17 September, menurunkan kisaran sasaran menjadi 4,00 persen – 4,25 persen.

Melansir dari coinpedia.org, proyeksi ini diperkuat oleh CME FedWatch Tool, nan menunjukkan 92,5 persen probabilitas untuk pemangkasan sebesar itu. Hanya dua analis nan memperkirakan langkah lebih agresif, ialah pemangkasan 50 bps sekaligus.

Namun, pasar sudah mulai menghitung kemungkinan adanya pemangkasan lanjutan sebelum akhir tahun, dengan total penurunan suku kembang diperkirakan mencapai 50-75 bps hingga Desember. Lebih jauh ke depan, suku kembang bisa mendekati 3,00 persen di tahun 2026, jika tren ini berlanjut.

Perubahan sikap ini muncul setelah data ketenagakerjaan AS melemah. Laporan Agustus menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja nan lebih lambat, dan revisi info sebelumnya memperjelas bahwa ekonomi mulai mendingin lebih sigap dari perkiraan.

Baca Juga: Analisis 5 Kripto Kapitalisasi Besar Pekan Ini: ETH, HYPE, XRP, DOGE, SHIB

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini The Fed tampaknya lebih cemas soal pekerjaan dibanding inflasi. Ketua The Fed Jerome Powell dan sejumlah pejabat tinggi lainnya telah memberi sinyal bahwa mereka siap mendukung pasar tenaga kerja, meski inflasi tetap sedikit di atas sasaran 2 persen.

“Abaikan posisi inflasi saat ini, dan longgarkan kebijakan untuk melindungi pasar tenaga kerja,” ungkap Michael Gapen, Kepala Ekonom Amerika di Morgan Stanley.

Menanggapi perihal ini, pasar finansial sudah mulai mengantisipasi langkah dovish The Fed:

  • Saham-saham Amerika bergerak naik, didorong oleh ekspektasi biaya pinjaman nan lebih murah.
  • Di sisi lain, pasar mata uang digital ikut melonjak, dengan Bitcoin naik nyaris 3 persen ke level US$ 115.530, jauh di atas area resisten kuat.

Para trader menyebut bahwa suku kembang nan lebih rendah bakal dapat menurunkan biaya pembiayaan, melemahkan nilai dolar Amerika dan meningkatkan daya tarik aset seperti Bitcoin bagi penanammodal global.

Analis mata uang digital juga menambahkan bahwa pelonggaran moneter nan bersambung hingga akhir tahun bisa mendorong masuknya likuiditas baru ke ETF Bitcoin, nan sejauh ini sudah mencatat permintaan tinggi dari institusi.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya