– Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah jatuh ke US$ 112.851, turun nyaris 6 persen dalam sepekan dan menandai level terendah dalam tiga minggu terakhir. Melansir dari finbold.com, koreksi ini memperpanjang penurunan dari rekor tertinggi di nomor US$ 124.457 pada 14 Agustus lalu, meninggalkan BTC 9,3 persen lebih rendah dari puncaknya.
Secara teknikal, BTC sekarang berada di bawah moving average (MA) 50-harian untuk pertama kalinya dalam dua bulan, sebuah sinyal jangka pendek nan memicu kekhawatiran pasar.

Meski begitu, posisi nilai tetap jauh di atas MA 200 harian, nan menunjukkan tren besar tetap bullish. Indikator Relative Strength Index (RSI) juga turun ke level 40, area nan sebelumnya menandai titik terendah pasar pada Juni dan Agustus.
Menurut analis TradingShot, pola pergerakan saat ini menyerupai fraktal siklus 2020, ketika RSI dan tindakan nilai serupa menandai awal reli besar menuju US$ 60.000. Jika sejarah berulang, skenario kali ini bisa membuka jalan menuju US$ 150.000 hingga US$ 170.000 sebelum siklus bull run berakhir.
Namun, tidak semua analis seoptimis itu. Master Ananda memperingatkan bahwa kegagalan BTC menembus resisten di nomor US$ 122.524 membentuk pola double-top nan condong bearish. Ia menyoroti Fibonacci Extension 1.618 di US$ 102.077 sebagai support area penting, dengan potensi turun lebih jauh ke US$ 100.000 jika tekanan jual terus meningkat.
Baca Juga: Mengapa Altseason Kali Ini Tidak Akan Sama Seperti 2017 alias 2021?
Sementara itu, support sementara terlihat di US$ 112.000, tetapi Ananda meragukan level ini bisa memperkuat lama. Menurutnya, fase koreksi ini kemungkinan tetap bakal bersambung ke beberapa hari ke depan sebelum pasar menemukan injakan baru untuk melanjutkan tren naik.
Di sisi lain, kepanikan sempat dipicu oleh laporan bahwa ETF Bitcoin milik BlackRock, iShares Bitcoin Trust (IBIT), kehilangan saldo hingga 50.000 BTC alias sekitar US$ 548 juta dalam sepekan terakhir.
Namun, penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa itu hanyalah perpindahan rutin antar-wallet kustodian, termasuk cold storage dan hot wallets untuk kebutuhan likuiditas. Dengan demikian, tidak ada penjualan besar-besaran ke bursa, dan aset penanammodal tetap sepenuhnya terjamin.
Untuk saat ini, penanammodal menghadapi dilema klasik, ialah apakah ini hanyalah koreksi sehat sebelum reli berikutnya, alias tanda awal pergeseran tren nan lebih besar.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
4 bulan yang lalu