– Raksasa manajer aset dunia BlackRock dilaporkan menjual lebih dari US$ 379 juta (setara Rp 5,9 triliun) dalam corak Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) hanya dalam dua hari. Melansir dari finbold.com, ini merupakan langkah nan memperburuk tekanan pada pasar mata uang digital nan sudah goyah.
Data on-chain menunjukkan bahwa antara 3 dan 4 November, BlackRock mencairkan sekitar US$ 186,5 juta dari ETF Bitcoin dan US$ 192,8 juta dari ETF Ethereum miliknya.

Langkah ini muncul di tengah memburuknya sentimen institusional, setelah nilai aset mata uang digital besar seperti BTC dan ETH menembus level support penting. Selama sebulan terakhir, pasar mata uang digital mencatat outflow lebih dari US$ 1 triliun.
Kondisi ini diperparah oleh pergerakan global. Ketidakpastian terhadap kebijakan suku kembang The Fed membikin penanammodal condong menghindari resiko. Banyak trader memilih untuk mengamankan untung setelah reli sepanjang tahun, memicu likuidasi posisi leverage dan memperbesar volatilitas.
Bitcoin sekarang kembali di bawah level psikologis US$ 100.000, sementara Ethereum juga mundur dari puncak sebelumnya. Pada saat tulisan ini ditulis, BTC berada di level US$ 103.079 (turun lebih dari 3 persen dalam kurun waktu 24 jam) dan ETH di US$ 3.350 (turun 6 persen).

Baca Juga: Privasi Jadi Narasi Bullish Baru di Dunia Kripto: Berikut Coin nan Bisa Jadi Pilihan!
Analis memperingatkan bahwa tanpa pemicu positif baru, aset seperti BTC dan ETH nan sangat berjuntai pada momentum bisa terus ditekan dalam waktu dekat.
Meski begitu, mata penanammodal sekarang tertuju pada pergerakan institusional di tanggal 5 November, saat aliran biaya baru ke ETF berpotensi memberi dorongan untuk memulihkan level resistance penting, sekaligus menyalakan kembali sentimen bullish di pasar.
Sebagaimana diberitakan oleh Cryptoharian sebelumnya, BlackRock bukan satu-satunya penyebab dari turunnya pasar mata uang digital beberapa hari terakhir.
Faktor lain datang juga dari The Fed, nan diketuai oleh Jerome Powell nan menyatakan bahwa pemangkasan suku kembang di bulan Desember belum bisa dipastikan.
Selain itu, ada juga tekanan dari meningkatnya mata duit dolar Amerika Serikat, seperti pada salah satunya Yen Jepang juga memperkuat aversi terhadap aset beresiko.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 bulan yang lalu