Bocoran Iklan Chatgpt: Openai Uji Coba Sistem Iklan Di Fitur Pencarian

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Telset.id – Bayangkan Anda bertanya pada ChatGPT tentang rekomendasi smartphone terbaru, dan di antara jawaban mendalamnya, tiba-tiba muncul kartu produk sponsoran nan bisa Anda geser. Inilah masa depan nan mungkin sedang dipersiapkan OpenAI, menurut bocoran kode terbaru dari jenis beta ChatGPT untuk Android.

Bocoran ini datang dari engineer Tibor Blaho nan memeriksa jenis beta aplikasi Android ChatGPT 1.2025.329. Dalam unggahan Twitter-nya tanggal 29 November 2025, Blaho menemukan referensi awal untuk format penempatan iklan dan kartu bersponsor bergaya belanja. Kode tersebut menyebut “fitur iklan” dengan “konten bazaar”, “iklan pencarian”, dan “carousel iklan pencarian”.

Yang menarik, semua indikasi ini mengarah pada satu kesimpulan: OpenAI sedang menguji sistem periklanan nan terintegrasi dengan jawaban pencarian ChatGPT, bukan di antarmuka chat utama. Ini berfaedah pengguna mungkin bakal memandang kartu sponsoran mengenai shopping alias panel nan bisa digeser saat menjelajahi respons nan ditingkatkan dengan pencarian.

Beberapa string kode mengarah pada feed konten mengenai marketplace nan bisa mengumpulkan daftar ritel alias produk dan menampilkannya secara bergerak berbareng jawaban pencarian AI. Ini menunjukkan OpenAI sedang membangun kerangka nan memungkinkan pengiklan berbagi materi berbasis produk dalam format kartu alias carousel.

Kehadiran penanda ini dalam build beta mengindikasikan tahap pengetesan dan persiapan sistem, bukan peluncuran penuh. OpenAI belum merilis pengumuman resmi, dan tidak ada timeline nan dibagikan kepada publik. Namun, langkah ini sejalan dengan tren platform AI nan mencari sumber pendapatan baru di luar model langganan.

Mengapa Iklan Berbasis Niat Menjadi Fokus Utama?

ChatGPT sekarang memproses miliaran prompt per hari, dengan kunjungan platform keseluruhan diperkirakan mencapai miliaran setiap bulan. India mempunyai jumlah pengguna aktif tertinggi, memberikan OpenAI pedoman audiens besar di mana iklan berfokus pencarian dapat berkembang dengan cepat.

Tidak seperti platform pencarian tradisional nan menampilkan iklan berasas kata kunci saja, AI percakapan dapat menyimpulkan niat dari struktur kueri, tindak lanjut terkini, dan tema percakapan. Ini memungkinkan penargetan iklan terasa lebih tepat daripada sistem berbasis minat umum.

Iklan pencarian bekerja paling baik ketika pengguna jelas menunjukkan niat membeli, membandingkan produk, meminta harga, alias mencari opsi. Percakapan AI secara alami cocok untuk mendeteksi sinyal-sinyal ini secara real-time. Ini bisa membantu OpenAI membangun sistem periklanan nan terasa kurang mengganggu dan lebih relevan, terutama dalam pencarian nan mengarah pada pilihan produk.

Namun, keahlian untuk menargetkan pada tingkat pengguna menimbulkan kekhawatiran sah seputar privasi dan keandalan, terutama jika pengguna tidak sepenuhnya menyadari gimana rekomendasi alias kartu bersponsor dipilih. Seperti nan terjadi pada Apple Maps nan juga berencana menghadirkan iklan, pertanyaan tentang transparansi menjadi krusial.

Implikasi bagi Pengguna dan Pasar

Jika sistem iklan ini betul-betul diluncurkan, ini bakal menjadi perubahan signifikan dalam pengalaman menggunakan ChatGPT. Pengguna nan terbiasa dengan antarmuka bersih dan bebas gangguan mungkin perlu beradaptasi dengan kehadiran konten bersponsor. Namun, bagi banyak pengguna, kehadiran iklan nan relevan dan tidak mengganggu justru bisa menjadi nilai tambah.

Bagi pemasar dan pengiklan, ini membuka kesempatan baru untuk menjangkau audiens nan sedang aktif mencari informasi. Kemampuan ChatGPT untuk memahami konteks percakapan memberikan kesempatan penargetan nan lebih canggih dibanding mesin pencari tradisional. Seperti nan kita lihat dalam penggunaan ChatGPT untuk beragam tujuan, platform ini mempunyai potensi aplikasi nan sangat luas.

Namun, tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara pengalaman pengguna dan monetisasi. OpenAI perlu memastikan bahwa iklan tidak mengganggu alur percakapan alami alias mengurangi kualitas jawaban. Mereka juga kudu transparan tentang gimana info digunakan untuk penargetan iklan, terutama mengingat sensitivitas rumor privasi di era digital.

Bagi pengguna nan tidak nyaman dengan kehadiran iklan, selalu ada opsi untuk beranjak ke alternatif ChatGPT terbaik di 2025 nan mungkin menawarkan pengalaman berbeda.

Yang jelas, langkah OpenAI ini menunjukkan bahwa monetisasi platform AI bakal menjadi arena kejuaraan nan semakin panas di tahun-tahun mendatang. Dengan miliaran pengguna aktif setiap bulan, potensi pendapatan dari iklan sangat signifikan. Namun, kesuksesan akhirnya bakal berjuntai pada gimana OpenAI dapat mengimplementasikan sistem ini tanpa mengorbankan kualitas dan kepercayaan pengguna.

Sebagai pengguna, kita hanya bisa menunggu pengumuman resmi dari OpenAI sembari berambisi bahwa jika iklan betul-betul datang, mereka bakal datang dengan langkah nan cerdas, relevan, dan tidak mengganggu pengalaman bercakap-cakap dengan AI nan selama ini kita nikmati.

Selengkapnya