– Aktivitas whale Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan pagi ini, setelah serangkaian penarikan besar-besaran dari Binance terdeteksi hanya dalam hitungan menit. Tiga transaksi jumbo terjadi secara berurutan, nan menandakan akumulasi garang oleh pelaku besar pasar di tengah tren naik nan mulai terbentuk.
Salah satu pengamat pasar mata uang digital di media sosial X dengan nama akun ‘Darkfost’ membeberkan, info on-chain dari CryptoQuant mencatat tiga lonjakan outflow besar:

- 23.000 ETH
- 64.000 ETH
- 83.000 ETH (senilai nyaris US$ 750 juta).
Transaksi tersebut terjadi dalam rentang waktu nan sangat singkat, dan semuanya mengarah ke dompet nan terhubungan dengan protokol Aave.
“Ada indikasi nan menunjukkan bahwa ETH kemungkinan digunakan untuk yield farming alias strategi DeFi lainnya,” ungkap Darkfost.
Akibat dari outflow besar ini, persediaan Ethereum di Binance sekarang turun ke level terendah baru ialah sekitar 4,2 juta ETH, seperti ditunjukkan pada diagram Exchange Reserve dari CryptoQuant berikut.


“Penurunan ini memperkuat tren nan sudah sejak pertengahan Agustus. Kemungkinan semakin banyak ETH nan beranjak dari bursa ke dompet nun-kustodian, biasanya sinyal akumulasi jangka panjang, bukan aktivitas jual,” ujarnya.
Fakta bahwa whale tetap aktif menarik ETH dari pasar spot dan langsung memanfaatkannya dalam ekosistem DeFi memperlihatkan:
- Keyakinan jangka panjang terhadap ETH
- Kesiapan untuk memanfaatkan yield on-chain
- Tekanan pasokan nan semakin tinggi terhadap bursa sentral seperti Binance
Baca Juga: Akhir Siklus Bitcoin? Oktober 2025 Disebut Sebagai Titik Kritis
Ini turut menjelaskan kenapa Ethereum terus mengungguli Bitcoin (BTC) dalam beberapa pekan terakhir, baik dari sisi keahlian nilai maupun aliran biaya institusional.
🐳 Binance ETH whale outflows continue.
Whales remain active on Ethereum and continue their accumulation as the bullish trend unfolds.
💡This morning, several notable whale transactions were detected, withdrawing ETH from Binance to deploy it on Aave for yield.
Indeed, we… pic.twitter.com/ZpTpWFRiN9
Sementara itu melansir dari thecoinrepublic.com, whale Ethereum kembali menunjukkan aktivitas akumulasi, meski semuanya tidak sukses melakukan timing dengan sempurna. Menurut laporan kajian dari Santiment, sejumlah whale nan menjual Ethereum mereka mereka di nilai rendah pada bulan April sekarang justru membeli kembali di nilai nan lebih tinggi.
Contohnya, satu wallet diketahui menghabiskan US$ 3,8 juta untuk membeli 1.425 ETH pada 22 Mei, padahal sebelumnya wallet nan sama telah menjual 2.522 ETH pada April hanya seharga US$ 3,9 juta.
Meski strategi tersebut tampak merugikan di permukaan, faktanya whale ini tetap mendapat untung dari reli nilai ETH sejak saat itu.
Akumulasi oleh whale bukan satu-satunya aspek pendorong. Data dari Santiment menunjukkan bahwa minat institusional terhadap ETH sekarang mulai melampaui Bitcoin, terutama melalui produk ETF.
- Pada Agustus 2023, ETF Ethereum mencatat arus masuk (inflow) sebesar US$ 3,87 miliar.
- Sementara ETF Bitcoin justru mengalami arus keluar (outflow) sebesar US$ 751 juta di periode nan sama.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
3 bulan yang lalu