Telset.id – Bayangkan Anda sedang menjelajahi web di aplikasi selain Safari, alias membaca arsip panjang di Notes. Mata mulai lelah, font terasa kecil, alias mungkin Anda lebih suka mendengarkan sembari melakukan perihal lain. Apple punya solusi elegan nan mungkin belum banyak diketahui: Accessibility Reader. Fitur nan diluncurkan awal tahun ini ini adalah jawaban bagi siapa pun nan mau pengalaman membaca di layar perangkat Apple menjadi lebih nyaman, terfokus, dan dapat diakses.
Pada dasarnya, Accessibility Reader adalah mode baca layar penuh nan bisa digunakan di nyaris semua aplikasi. Ia bekerja seperti Safari Reader Mode, tetapi jangkauannya jauh lebih luas. Fitur ini dirancang unik untuk pengguna dengan disabilitas visual, namun manfaatnya universal. Ia membersihkan kekacauan visual—iklan, menu, komponen samping—dan menyajikan hanya teks inti dengan format nan bisa Anda kustomisasi sepenuhnya. Belum lagi keahlian text-to-speech bawaan nan memungkinkan Anda “membaca” dengan telinga. Jika Anda penasaran gimana fitur aksesibilitas terbaru Apple ini bisa mengubah kebiasaan Anda berinteraksi dengan teks, mari kita telusuri berbareng langkah mengaktifkan, membuka, dan menyesuaikannya.
Pertama-tama, syarat absolut adalah perangkat Anda kudu menjalankan sistem operasi terbaru: iOS 26, iPadOS 26, macOS 26 Tahoe, alias visionOS 26. Ini menandakan komitmen Apple untuk terus menyempurnakan ekosistem aksesibilitasnya, seperti nan juga terlihat pada pembaruan-pembaruan sebelumnya. Setelah memastikan perangkat Anda sudah diperbarui, mengaktifkan Accessibility Reader sangatlah sederhana. Navigasinya konsisten di semua platform: buka Settings > Accessibility > Read & Speak, lampau aktifkan toggle “Accessibility Reader” nan berada di paling atas menu. Sekarang, fitur siap digunakan. Pertanyaannya, gimana langkah memanggilnya dengan sigap saat dibutuhkan?
Cara Membuka Accessibility Reader dengan Cepat
Apple menyediakan beberapa pintasan nan fleksibel, menyesuaikan dengan langkah Anda berinteraksi dengan perangkat.
Untuk pengguna iPhone, iPad, alias Vision Pro, langkah tercepat adalah melalui Accessibility Shortcut. Cukup tekan tombol samping (pada iPhone) alias tombol atas (pada iPad dan Vision Pro) tiga kali berturut-turut. Pada iPad model lama, trik klik tiga kali dilakukan pada Tombol Home. Aksi ini bakal memunculkan menu nan berisi opsi untuk meluncurkan Accessibility Reader. Jika Anda merasa menu ini terlalu ramai dan hanya mau satu tindakan cepat, Anda bisa menyederhanakannya. Pergi ke Settings > Accessibility > Accessibility Shortcut dan hapus centang pada opsi lain, sehingga hanya Accessibility Reader nan tersisa. Kini, trik klik tiga kali bakal langsung membuka Reader tanpa menu perantara.
Pilihan lain di iOS/iPadOS adalah menambahkan shortcut ke Control Center. Swipe ke bawah dari perspektif kanan atas layar untuk membuka Control Center, lampau tekan dan tahan area kosong. Pilih “Add a control”, dan cari shortcut “Accessibility Reader”. Dengan ini, Anda mempunyai tombol dedicated nan selalu siap di jari Anda. Sementara di Mac, segalanya menjadi lebih mudah dengan keyboard. Shortcut default-nya adalah Cmd-Esc. Ingin menggantinya? Buka Settings > Accessibility > Accessibility Reader, klik ikon “i” di sampingnya, dan kustomisasi sesuai keinginan. Mac juga mempunyai Accessibility Shortcut sendiri (dipanggil dengan Opt-Cmd-F5 alias tiga kali tekan Touch ID), tetapi untuk penggunaan Accessibility Reader, Cmd-Esc biasanya adalah jalan terpendek.

Setelah Accessibility Reader terbuka, Anda bakal memandang teks dari laman alias aplikasi nan sedang Anda buka disajikan dalam tampilan nan bersih. Inilah inti dari fitur ini: memberikan ketenangan visual. Namun, kehebatannya tidak berakhir di situ. Apple membekalinya dengan mesin text-to-speech (TTS) nan powerful, mengubahnya dari sekadar perangkat baca menjadi perangkat dengar.
Mendengarkan Teks dengan Accessibility Reader
Fitur mendengarkan ini sangat intuitif. Setelah Reader terbuka, cari tombol putar (▶) dan ketuk. Suara sintesis nan bening bakal mulai membacakan teks di layar untuk Anda. Kontrolnya pun lengkap: jarak (⏸), maju cepat, mundur sigap untuk melompati kalimat, dan pengatur kecepatan bicara nan bisa diakses melalui tombol “1x”. Ini sangat berfaedah untuk menyimak tulisan panjang, arsip kerja, alias apalagi petunjuk saat tangan Anda sibuk dengan perihal lain.
Bagi nan mau pengalaman nan lebih otomatis, ada opsi untuk membikin Reader langsung mulai berbincang begitu dibuka. Pengaturan ini tersembunyi di Settings > Accessibility > Accessibility Reader (di Mac, klik ikon “i” di samping entri menu). Aktifkan opsi “Speak on Open”, dan perangkat Anda bakal langsung menjadi pendongeng pribadi setiap kali Anda membuka Reader. Fitur semacam ini menunjukkan gimana Apple tidak hanya menambahkan fungsi, tetapi juga memikirkan alur kerja nan mulus bagi pengguna dengan beragam kebutuhan, melanjutkan tradisi inklusivitas seperti nan pernah dihadirkan pada iOS 15.6.
Mengustomisasi Tampilan Sesuai Selera
Di sinilah Accessibility Reader betul-betul bersinar. Apple memahami bahwa kenyamanan membaca adalah perihal nan personal. Setelah membuka Reader, ketuk tombol kustomisasi (AA) nan biasanya terletak di pojok. Sebuah bumi penyesuaian bakal terbuka. Anda bisa mengganti tema keseluruhan—dari terang, gelap, hingga sepia nan ramah mata. Warna latar belakang dan teks bisa diubah sesuai kontras nan Anda butuhkan. Pilihan font juga tersedia, memungkinkan Anda memilih jenis huruf nan paling mudah dibaca.
Lebih dari itu, Anda dapat mengatur spasi baris, margin, dan ukuran font hanya dengan geser slider. Ini adalah kontrol granular nan memberi Anda kekuatan untuk menciptakan lingkungan membaca nan sempurna, apakah untuk sekilas info alias maraton membaca novel. Kustomisasi ini tidak hanya membantu pengguna disabilitas, tetapi juga siapa saja nan menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, seperti ketika memanfaatkan iPad untuk aktivitas produktif. Bahkan, prinsip “membersihkan kekacauan” ini punya kemiripan dengan filosofi di kembali kamera tersembunyi iPhone nan dirancang untuk tidak mengganggu.
Accessibility Reader lebih dari sekadar fitur; dia adalah pernyataan. Ia menunjukkan bahwa teknologi aksesibilitas, ketika diimplementasikan dengan baik, bisa menguntungkan semua orang. Dari siswa nan perlu menyimak materi kuliah, ahli nan kudu meninjau laporan panjang, hingga siapa pun nan matanya capek di penghujung hari, fitur ini datang sebagai solusi nan elegan dan powerful. Jadi, lain kali Anda merasa kewalahan dengan tampilan sebuah aplikasi alias hanya mau mendengarkan sebuah artikel, ingatlah bahwa di kembali tiga kali klik alias satu shortcut keyboard, ada seluruh perangkat nan siap membikin pengalaman digital Anda lebih manusiawi.