Cara Reset Memory Footprint Website Di Google Chrome

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jika Anda aktif bekerja melalui browser, Anda mungkin kadang menyadari bahwa setelah dipakai lama, browser nan Anda gunakan apalagi sistem operasinya terasa menjadi lebih lambat, lag dan sesekali hingga tidak bisa digunakan.

Nah jika sudah seperti itu sering kali Google Chrome menampilkan pesan error aw snap dengan laman website kudu dibuka ulang, jika pekerjaan belum di save, tentu itu adalah masalah nan cukup besar.

Kenapa itu bisa terjadi?

Umumnya, perihal ini terjadi lantaran adanya memory footprint nan membengkak dan melangkah di browser nan kita gunakan (dalam kasus ini Google Chrome), dimana seperti nan kita tahu saat ini kebanyakan aplikasi web sudah menggunakan WebView2 alias Chromium Wrapper, artinya aplikasi tersebut bakal menyantap RAM nan besar ditambah cache media, file dan proses lain nan terus aktif dan berjalan.

Imbasnya tentu, pemakaian RAM nan tinggi, hingga membikin system kewalahan lantaran memang batas spesifikasi nan digunakan.

⚡️ Akhirnya Kebagian Sinyal 5G di Rumah, Sekencang Apa?

Contohnya pada gambar diatas, aplikasi WA Web nan saya buka rupanya mempunyai memory footprint nan apalagi hingga 10 GB, jelas ini bakal memberatkan sistem nan saya pakai.

Cara Mengatasinya?

Nah untuk mengatasi perihal ini, ada beberapa perihal nan bisa kita lakukan, nan pertama adalah dengan sesekali melakukan refresh laman agar memory footprint tersebut tidak makin membengkak.

Namun langkah paling mudah dan efektif sih ialah dengan mematikan proses nan melangkah secara paksa, jika Anda mau langsung terjadi di semua komponen dan laman nan terbuka, cukup relaunch browser yang Anda pakai saja.

Tetapi jika hanya mau pada aplikasi alias laman nan menjadi beban, cukup buka Task Manager di browser (biasanya ada di More > More Tools > Task Manager), kemudian klik End Task pada laman web dengan Memory Footprint nan paling besar.

Untuk pemakaian jangka panjang dan solusi pengganti nan lebih baik sih mungkin Anda bisa menggunakan aplikasi native (jika ada), misalkan dulu sih jika WhatsApp, di Windows kita bisa menggunakan aplikasi via Microsoft Store, namun lagi lagi sekarang semua diubah menjadi WebView2 nan jelas bakal berperilaku sama seperti di browser.

Baca Juga : WhatsApp di Microsoft Store Kini Resmi Berbasiskan PWA

Atau solusi terbaik sih ya upgrade RAM, minimal ke 32 GB alias sekalian ke 64 GB, namun sayangnya lagi lagi lantaran AI, sekarang nilai RAM dan Storage malah naik.

Baca Juga : RAM Makin Mahal, Aplikasi Makin Berat —Ancaman Baru Pengguna PC 2026

Namun apakah Anda punya pengganti lain nan lebih baik? komen dibawah guys dan berikan pendapatmu.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya