Telset.id – Elon Musk, pemilik platform X (sebelumnya Twitter), mendapat kritik tajam dari penulis ternama Joyce Carol Oates mengenai style hidup dan kedalaman budayanya. Kritik tersebut memicu respons emosional dari miliarder teknologi itu, nan kemudian berupaya membuktikan bahwa dirinya mempunyai apresiasi terhadap seni dan sastra.
Oates, penulis pemenang penghargaan nan telah menerbitkan lebih dari 60 novel, menyampaikan kritiknya melalui unggahan di X pada hari Sabtu. Ia mempertanyakan kenapa Musk, dengan sumber daya tak terbatas, tampak tidak menunjukkan kesukaan pada hal-hal nan umumnya dihargai masyarakat, seperti keelokan alam, hewan peliharaan, film, musik, buku, alias prestasi orang lain.
“Sangat penasaran bahwa laki-laki sangat kaya ini tidak pernah memposting sesuatu nan menunjukkan bahwa dia menikmati alias apalagi menyadari apa nan nyaris semua orang hargai – pemandangan alam, anjing alias kucing peliharaan, pujian untuk film, musik, kitab (tapi ragu dia membaca); kebanggaan pada pencapaian kawan alias kerabat; belasungkawa untuk seseorang nan telah meninggal; kesenangan dalam olahraga, pujian untuk tim favorit; referensi sejarah,” tulis Oates.
Penulis berumur 87 tahun itu melanjutkan, “Bahkan dia tampak betul-betul tidak berpendidikan, tidak berbudaya. Orang paling miskin di Twitter mungkin mempunyai akses ke lebih banyak keelokan dan makna dalam hidup daripada ‘orang paling kaya di dunia’.” Kritik Oates ini langsung menjadi viral dan mendapat banyak perhatian dari pengguna platform tersebut.
Musk tidak tinggal tak bersuara menghadapi kritik tersebut. Dalam beragam jawaban terhadap pengguna nan membelanya, miliarder pendiri Tesla dan SpaceX ini menyebut Oates sebagai “pembohong malas” dan “penyalahgunaan titik koma”. Ia apalagi menyebut karya Oates sebagai “omong kosong nan bertele-tele dan pretensius” nan menurutnya lebih tidak menyenangkan daripada “makan sekantong serbuk gergaji”.
Yang menarik, tak lama setelah dituding sebagai orang nan tidak berbudaya dan tidak menonton movie alias membaca buku, Musk tiba-tiba mulai memposting tentang movie dan referensi buku. Ia memberikan komentar seperti “Film bagus” pada tweet tentang movie tindakan 2014 “Edge of Tomorrow”, dan “Fifth Element mempunyai style nan bagus” pada tweet tentang movie fiksi ilmiah 1997 “The Fifth Element”.
Musk juga membikin postingan nan mengutip Voltaire, meskipun upayanya menghubungkannya dengan chatbot AI-nya, Grok, terkesan dipaksakan. Sebelumnya, Elon Musk Dikritik lantaran Video AI Grok Imagine Ciptakan Wanita Cintainya juga sempat menjadi perbincangan publik.
Kebetulan nan mencolok terjadi setelah kritik Oates – pengguna tiba-tiba mulai memandang iklan nan menampilkan Musk dari jasa “Blinkist”, nan menyediakan ringkasan kitab untuk orang nan tidak membaca. Iklan tersebut menyatakan bahwa Musk “banyak membaca”.
Dalam perkembangan terpisah, Elon Musk Bocorkan Mobil Terbang Tesla Sebelum Akhir Tahun menunjukkan bahwa miliarder ini tetap aktif dalam beragam proyek teknologinya meski mendapat kritik personal.
Setelah Musk merespons dengan emosional, Oates dengan santuy mengungkapkan bahwa niat awalnya bukan untuk mengkritik Musk. “Sebenarnya itu lantaran rasa mau tahu: kenapa seseorang dengan sumber daya tak terbatas menunjukkan begitu sedikit apresiasi alias apalagi kesadaran bakal hal-hal nan kebanyakan orang nilai sebagai pemberi makna hidup,” jelasnya.
Insiden ini bukan pertama kalinya Musk mendapat sorotan untuk pernyataan dan tindakannya nan kontroversial. Sebelumnya, Elon Musk Usul Blokir Matahari untuk Atasi Pemanasan Global juga menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Pertukaran pendapat antara Musk dan Oates ini mengundang perhatian luas mengenai gimana figur publik dengan pengaruh besar seperti Musk berinteraksi dengan kritik, serta gimana mereka mempresentasikan diri mereka di platform media sosial nan mereka miliki sendiri.