Internet kembali menjadi arena adu pendapat, dan kali ini yang jadi bahan perdebatan panas adalah movie Superman terbaru garapan James Gunn. Menjelang perilisan movie tersebut pada 11 Juli mendatang, sekelompok penggemar fanatik Zack Snyder (Snyderverse) melancarkan misi mereka—yang tak sedikit orang menyebutnya konyol—untuk menggagalkan kesuksesan movie tersebut.
Di balik tagar #RestoreTheSnyderVerse, para pendukung setia DCEU versi Snyder tampaknya belum bisa move connected dari berakhirnya era sang sutradara Justice League. Sejak James Gunn dan Peter Safran mengambil alih kursi eksekutif DC Studios, arah semesta sinematik DC berubah total, termasuk keputusan untuk memulai ulang kisah Superman tanpa Henry Cavill.
Namun, daripada menerima kenyataan itu, sekelompok “fans” malah menyusun strategi sabotase tiga langkah yang disebarkan melalui media sosial. Rencana tersebut mencakup:
-
Menyebarkan spoiler movie Superman sebanyak mungkin secara online,
-
Memberikan ulasan buruk untuk “menyeimbangkan bias”,
-
Memesan tiket tanpa membeli agar kursi-kursi bioskop tampak penuh dan menghalangi orang lain menontonnya.
man location was a clip nan snyder fandom activity really stood for thing pic.twitter.com/53HuKugTMT
— CBMCringe (@CBM_Cringe) June 14, 2025
Sayangnya (atau untungnya), strategi ini malah jadi bahan olokan di internet. Banyak netizen menyebut rencana tersebut kekanak-kanakan, tidak realistis, dan menunjukkan wajah buruk dari toxic fandom yang seolah-olah lebih suka melihat DC gagal ketimbang berkembang di tangan kreator baru.
“Jika mereka ingin menyabotase film, mereka harus menontonnya dulu buat tahu ceritanya. Jadi… bukannya itu malah bantu pemasukan filmnya?” sindir salah satu netizen. Komentar lainnya menyebut, “Mereka pikir mereka bisa gulingkan workplace movie pakai hashtag dan standing bintang satu?”
Sejak keberhasilan gerakan #ReleaseTheSnyderCut yang membawa versi asli Justice League ke HBO Max, para penggemar Snyder merasa punya kekuatan kolektif di media sosial. Namun, konteksnya kini berbeda. Warner Bros. telah resmi memulai era baru, dan Superman versi James Gunn dirancang sebagai pondasi utama DCU generasi berikutnya.
Sementara Snyder dikenal dengan pendekatan gelap dan serius terhadap pahlawan super, Gunn justru menjanjikan sentuhan klasik yang lebih cerah dan optimistis, mendekati nuansa Superman era Christopher Reeve. Hal ini justru mendapat respons positif dari publik luas. Bahkan, analis industri memproyeksikan bahwa Superman bisa mencetak debut terbesar Warner Bros. tahun ini, dan berpotensi menjadi salah satu movie DC terlaris sepanjang masa.
Meskipun suara protes dari kubu Snyderverse masih terdengar lantang, tampaknya rencana sabotase ini hanya akan menjadi riak kecil di tengah gelombang antusiasme penggemar baru. Dengan kata lain, Summer of Superman tetap akan berjalan—dan kemungkinan besar—berlari kencang melewati bayang-bayang masa lalu.