Pernahkah Anda merasa seperti beta tester tak resmi setiap kali ponsel Anda mendapatkan pembaruan sistem? Itulah mungkin nan dirasakan sebagian pengguna OnePlus setelah membaca FAQ OxygenOS terbaru untuk Desember 2025. Di kembali janji peningkatan performa dan fitur baru, rilis ini justru mengungkap sederet masalah nan tetap membelit, dari nan sekadar mengganggu hingga betul-betul kritis. OnePlus, brand nan dulu dikenal dengan semboyan “Never Settle”, sekarang tampaknya sedang berjibaku memenuhi ekspektasi pengguna di tengah kompleksitas software modern.
Konteksnya menarik. Dunia smartphone saat ini bukan lagi sekadar perlombaan spesifikasi hardware, tetapi lebih pada pengalaman software nan mulus dan andal. Integrasi antara sistem operasi, aplikasi pihak ketiga, dan AI menjadi medan pertempuran baru. Dalam situasi ini, transparansi menjadi kunci. Melalui FAQ bulanan, OnePlus mencoba menjembatani komunikasi dengan pengguna, mengakui masalah, dan memberikan penjelasan—sebuah langkah nan patut diapresiasi meski daftar bug nan diungkap bisa membikin kita mengernyit.
Lantas, apa saja titik nyeri nan diakui OnePlus dalam rilis terbarunya? Mari kita selami lebih dalam laporan resmi tersebut, komplit dengan workaround sementara dan timeline perbaikan nan dijanjikan—atau justru belum dijanjikan.
Fitur nan Masih “Dalam Perjalanan”: Party Up dan Live Alerts
Pembaruan software seringkali diiringi dengan kehadiran fitur baru nan menggoda. Namun, dalam FAQ Desember 2025, OnePlus justru mengumumkan dua fitur nan belum sepenuhnya siap untuk dinikmati. Pertama adalah “Party Up” di AI Playlab. Fitur ini, nan digadang-gadang bisa menciptakan pengalaman sosial berbasis AI, rupanya tetap kudu menjalani masa pemeliharaan dan optimisasi. OnePlus menyatakan fitur ini offline untuk sementara dan bakal dipulihkan setelah proses maintenance selesai. Sayangnya, tidak ada perkiraan waktu nan jelas kapan pengguna bisa kembali mengaksesnya.
Kedua adalah fitur Live Alerts nan semestinya menampilkan skor pertandingan alias info event secara real-time di layar. Faktanya? Fitur ini belum berfaedah sebagaimana mestinya. OnePlus mengakui bahwa tim mereka tetap dalam proses optimisasi dan menjanjikan peluncuran “segera”. Ketidakpastian ini mengingatkan kita bahwa pengembangan fitur berbasis real-time info memang penuh tantangan, terutama dalam perihal stabilitas dan akurasi. Ini menjadi catatan bahwa tidak semua nan diumumkan dalam roadmap software bisa langsung dinikmati pengguna pada hari H rilis.
Bug Kritis nan Membuat Pengguna Frustrasi
Jika fitur nan tertunda tetap bisa ditolerir, lain ceritanya dengan bug nan langsung mengganggu kegunaan dasar sebuah telepon. FAQ OnePlus mengungkap tiga masalah serius nan sedang ditangani secara intensif oleh tim engineering.
Gagal Unlock dengan Sidik Jari alias Password: Bayangkan ponsel Anda terkunci dan tidak bisa dibuka dengan metode apapun. Inilah masalah nan dialami pengguna model tertentu (OnePlus tidak merinci model mana saja). Bug ini bukan hanya mengganggu, tetapi bisa mengunci akses ke info penting. OnePlus mengonfirmasi tim mereka sedang mengerjakan perbaikan, namun—dan ini nan patut dicermati—mereka tidak memberikan timeline kapan fix-nya bakal dirilis. Dalam bumi teknologi nan serba cepat, ketiadaan perkiraan waktu untuk bug se-kritis ini tentu menimbulkan kecemasan.
Tidak Bisa Mengangkat Panggilan: Fungsi paling primitif dari sebuah telepon adalah menerima panggilan. Nah, beberapa pengguna melaporkan ketidakmampuan menjawab panggilan setelah melakukan upgrade. OnePlus menyebut tim sedang “menyelidiki dengan urgensi tinggi”. Kata “urgensi” memang tepat, lantaran bug ini menyentuh inti dari perangkat komunikasi.
Layar Berkedip Saat Video Call: Masalah ini terjadi pada aplikasi terkenal seperti WA dan IG di model-model tertentu. Layar nan flicker selama panggilan video jelas merusak pengalaman berkomunikasi. OnePlus kembali menegaskan bahwa tim sedang bekerja untuk memperbaikinya, namun lagi-lagi, perincian model nan terdampak dan agenda perbaikan tidak disebutkan. Transparansi nan separuh hati ini bisa menjadi bumerang bagi kepercayaan pengguna.
Masalah Kompatibilitas Aplikasi Pihak Ketiga
Ekosistem Android adalah kekuatan sekaligus kelemahan. FAQ OnePlus menyoroti masalah nan timbul dari hubungan antara OxygenOS dan aplikasi pihak ketiga besar. Saat menggunakan Google Pay, misalnya, keyboard tumpang tindih dengan navigation bar lantaran masalah kompatibilitas aplikasi. Menariknya, OnePlus menyatakan telah melaporkan masalah ini kepada Google, menunjukkan bahwa solusinya memerlukan kerjasama dari kedua belah pihak.
Masalah serupa terjadi di Facebook, di mana komentar dan postingan terkadang hanya menampilkan teks nan tidak lengkap. Workaround sementara nan diberikan cukup unik: pengguna bisa memperbaikinya dengan menggesek (swipe) halaman. OnePlus menjanjikan perbaikan permanen melalui pembaruan mendatang. Kasus-kasus ini menggarisbawahi sungguh rumitnya menjaga kompatibilitas dalam ekosistem nan sangat fragmentasi, di mana satu perubahan di level sistem operasi bisa berakibat pada ratusan ribu aplikasi. Perkembangan ini juga relevan untuk disimak mengingat penggabungan dasar kode OxygenOS dengan ColorOS dari Oppo nan mungkin membawa kompleksitas integrasi tersendiri.
Sisi Terang: Pembaruan B20P02 dan Fitur Baru nan Berguna
Tidak semua buletin buruk. OnePlus juga merilis perincian pembaruan jenis B20P02 nan mulai digulirkan pada 24 Desember 2025 dan dijadwalkan rampung pada 12 Januari 2026. Update ini membawa beberapa peningkatan nan layak disambut, seperti akses tool nan lebih cepat, opsi pembersihan penyimpanan, dan fitur screenshot nan lebih baik. Poin menarik lainnya adalah keahlian untuk mengubah ukuran jam (clock) pada Flux Themes. Caranya mudah: buka Settings > Home screen, Lock screen & style > All Flux Themes, pilih tema dengan jam besar, lampau tahan tombol drag dan seret tepi jam untuk mengubah ukurannya. Fitur kustomisasi mini seperti ini seringkali nan paling dihargai oleh pengguna setia.
Pembaruan sistem seperti ini adalah bagian dari siklus hidup perangkat modern. Untuk memahami konteks nan lebih besar, termasuk fondasi sistem operasi nan mendasarinya, ada baiknya menyimak perkembangan Android 15 dan segala fitur serta faktanya. Pemahaman ini membantu kita memandang apakah masalah-masalah nan muncul berkarakter spesifik OEM alias merupakan akibat dari perubahan di level platform nan lebih fundamental.
Apa nan Bisa Dipelajari dari FAQ Ini?
Dokumen FAQ Desember 2025 dari OnePlus ini lebih dari sekadar daftar permasalahan. Ia adalah cermin dari tantangan industri smartphone kontemporer. Di satu sisi, tekanan untuk terus berinovasi dan merilis fitur baru sangat besar. Di sisi lain, menjaga stabilitas dan kompatibilitas di lingkungan nan super kompleks adalah tugas nan banget sulit. Komunikasi proaktif melalui FAQ adalah langkah tepat, tetapi efektivitasnya bakal diuji oleh seberapa sigap janji perbaikan itu terealisasi.
Bagi pengguna, laporan ini mengingatkan pentingnya untuk tidak terburu-buru menginstall pembaruan utama segera setelah rilis. Memberi jarak beberapa hari alias minggu untuk memandang laporan bug dari pengguna lain bisa menjadi strategi nan bijak. Bagi OnePlus, transparansi kudu dibarengi dengan komitmen pada timeline nan jelas, terutama untuk bug kritis nan memengaruhi kegunaan dasar perangkat. Kesuksesan brand ini di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kamera 200MP alias refresh rate 200Hz+ nan spekulatif, tetapi oleh pengalaman software sehari-hari nan solid dan bebas rasa was-was. Seperti nan selalu terjadi, pengguna mungkin bakal mengampuni satu alias dua bug, tetapi kesabaran mereka ada batasnya. Dan di pasar nan kompetitif, sekali kepercayaan hilang, sangat susah untuk merebutnya kembali.
Sebagai penutup, perkembangan software smartphone memang tak pernah lepas dari dinamika seperti ini. Untuk tetap pembaruan dengan berita-berita terkini seputar bumi gadget, termasuk kemungkinan rilis smartphone terkenal lainnya, alias apalagi kilas kembali ke masa lampau seperti saat OnePlus 3 menerima Android Nougat jenis beta, selalu ada cerita dan pelajaran nan bisa diambil. Intinya, sebagai konsumen, bersikap kritis dan informatif adalah senjata terbaik.