Google Peringatkan: Jangan Angkat Telepon Dari Nomor Ini, Ada Fitur Baru

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Telset.id – Ponsel Anda berdering. Nomor asing terpampang di layar. Sebuah bunyi di kepala Anda mungkin berkata, “Angkat saja, siapa tahu penting.” Hentikan. Menurut peringatan terbaru dari Google, mengangkat telepon dari nomor tak dikenal bisa menjadi gerbang menuju kerugian finansial nan serius. Dalam gelombang penipuan telepon nan semakin canggih, raksasa teknologi itu tidak hanya memberi peringatan, tetapi juga meluncurkan senjata pertahanan baru unik untuk pengguna ponsel Pixel.

Kasus penipuan dengan modus penyamaran sebagai lembaga resmi—bank, pajak, alias apalagi kepolisian—bukan lagi cerita baru. Namun, metode mereka terus berevolusi, memanfaatkan teknik sosial engineering nan lebih persuasif untuk menakut-nakuti korban dan mencuri kredensial sensitif. Prinsip paling dasar untuk memperkuat adalah sederhana: jangan pernah mengangkat telepon dari nomor nan tidak Anda kenal. Tapi, gimana jika penipu itu sangat meyakinkan? Atau gimana jika kita cemas melewatkan panggilan krusial nan sesungguhnya? Di sinilah teknologi masuk, mencoba menjadi tameng di saat kewaspadaan manusia mungkin lengah.

Google menjawab tantangan ini dengan menghadirkan “Deteksi Penipuan” (Scam Detection) secara real-time untuk panggilan telepon di ponsel Pixel. Fitur nan mulai dirilis akhir tahun lampau ini dirancang untuk bekerja di latar belakang, menganalisis pola panggilan nan mencurigakan. Bayangkan skenario ini: penelepon mengaku dari bagian keamanan bank Anda, menyatakan ada aktivitas mencurigakan dan mendesak Anda untuk segera mentransfer biaya ke “rekening aman”. Deteksi Penipuan bakal memproses karakter panggilan tersebut, mencocokkannya dengan pola penipuan nan diketahui, dan jika terdeteksi sebagai ancaman, bakal segera memberi peringatan visual di layar ponsel Anda.

Peringatan itu bisa berupa pesan seperti “Aktivitas mencurigakan terdeteksi untuk panggilan ini”, dilengkapi dengan tombol besar bercap “Akhiri Panggilan”. nan menarik, Google juga memberikan opsi untuk menandai panggilan sebagai “Bukan penipuan”, mengakui bahwa sistem AI-nya mungkin saja keliru dan memberikan kendali akhir kepada pengguna. Pada seri Pixel 9, keahlian penemuan ini ditenagai oleh Gemini Nano, model AI on-device Google. Sementara untuk Pixel 6 hingga 8a, fitur ini mengandalkan model pembelajaran mesin handal lainnya nan melangkah langsung di perangkat.

Aspek privasi dari fitur ini menjadi sorotan. Google dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada audio alias transkripsi percakapan Anda nan disimpan di perangkat, dikirim ke server Google, alias dapat diakses oleh pihak lain setelah panggilan berakhir. Proses kajian dilakukan secara lokal dengan menjaga kerahasiaan percakapan. Fitur Deteksi Penipuan ini tidak aktif secara default. Pengguna Pixel nan mau mendapat perlindungan ekstra kudu mengaktifkannya secara manual melalui Setelan aplikasi Telepon Google, dengan pilihan untuk menonaktifkannya sementara untuk panggilan tertentu jika diperlukan.

Sayangnya, perlindungan mutakhir ini tetap terbatas jangkauannya. Saat ini, Deteksi Penipuan baru diluncurkan untuk pengguna beta publik ponsel Google Pixel 6 alias nan lebih baru, dan itupun hanya di Amerika Serikat. Bagi pengguna di Indonesia alias pemilik perangkat Android lain, fitur ini belum tersedia. Untuk mengaktifkannya, pengguna nan memenuhi syarat dapat menuju ke Setelan > Aplikasi Telepon Google > Deteksi Penipuan. Google juga membuka saluran masukan melalui menu Bantuan & Masukan di dalam aplikasi Telepon.

Ketergantungan pada satu merek ponsel dan satu wilayah geografis menyisakan pertanyaan besar: kapan perlindungan serupa bakal datang untuk miliaran pengguna Android secara global? Inisiatif keamanan seperti ini sejalan dengan upaya industri teknologi untuk membangun ekosistem digital nan lebih aman, sebagaimana terlihat dari beragam program literasi dan penemuan lainnya. Telkomsel, misalnya, mendorong literasi upaya digital lewat Program MikroMaju, nan juga menyentuh aspek keamanan transaksi online. Sementara itu, keprihatinan bakal gangguan upaya dari teknologi baru seperti satelit internet turut diungkapkan oleh XL Axiata, menunjukkan kompleksitas landscape telekomunikasi saat ini.

Kehadiran fitur seperti Deteksi Penipuan Google Pixel menandai sebuah pergeseran. Keamanan tidak lagi hanya tentang firewall dan antivirus di komputer, tetapi semakin individual dan proaktif di perangkat nan selalu melekat pada kita. Ini adalah perlombaan senjata antara penjahat siber nan terus menyempurnakan tipu dayanya dengan perusahaan teknologi nan berupaya mengerahkan AI dan machine learning sebagai penangkalnya. Namun, teknologi paling canggih pun punya keterbatasan. Ia adalah perangkat bantu, bukan pengganti kewaspadaan dasar pengguna.

Sampai fitur penemuan penipuan otomatis tersedia untuk semua, kunci utama tetap berada di tangan kita. Hati-hati dengan panggilan nan menciptakan urgensi palsu, meminta info pribadi, alias mengarahkan Anda ke aplikasi pihak ketiga. Verifikasi selalu melalui saluran resmi nan diketahui. Dan ingat, penemuan di bagian keamanan digital terus bergulir, didorong oleh kebutuhan untuk melindungi tidak hanya perseorangan tetapi juga ranah upaya nan semakin digital. Sebagaimana tercatat dalam gelaran IGDX 2025, potensi ekonomi digital sangat besar, dan keamanan adalah fondasi nan kudu kokoh. Sembari menunggu fitur canggih Google datang secara luas, nan bisa kita lakukan adalah sederhana: lihat layar, kenali nomor, dan jika ragu, lebih baik diam.

Selengkapnya