Huawei Smart Hanhan: Boneka Ai Yang Paham Sentuhan Dan Emosi

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Telset.id – Huawei resmi meluncurkan perangkat pendamping berbasis kepintaran buatan (AI) berjulukan Smart Hanhan. Perangkat nan berbentuk boneka mini ini dirancang bukan sebagai mainan biasa, melainkan sebagai kawan “emosional” nan bisa memahami perintah suara, sentuhan, gerakan, serta merespons isyarat emosi penggunanya. Smart Hanhan dibanderol dengan nilai 399 yuan alias sekitar Rp 937.500 dan telah terjual lenyap tak lama setelah peluncurannya.

Smart Hanhan merupakan bentuk nyata dari upaya Huawei dalam menghadirkan hubungan manusia-mesin nan lebih individual dan intuitif. Perangkat ini dibekali dengan sistem AI Xiaoyi large-model, asisten bunyi pandai besutan Huawei untuk pasar China. AI ini tidak hanya bisa merespons percakapan secara kontekstual, tetapi juga mendeteksi perubahan nada bunyi dan isyarat emosional pengguna, sehingga setiap jawaban nan diberikan terasa lebih pandai dan personal.

Dari segi fisik, Smart Hanhan datang dalam corak boneka berbudi pekerti hewan piaraan dengan dimensi mini, hanya 80 x 68 x 82 milimeter dan berat sekitar 140 gram. Ukurannya nan mini membuatnya mudah digenggam dan dibawa bepergian. Boneka ini dibuat dari kombinasi material kain silikon lembut, plastik, dan komponen elektronik internal nan memungkinkannya bergerak dan mengekspresikan emosi.

Interaksi Multisensor: Suara, Sentuh, dan Gerak

Keunikan Smart Hanhan terletak pada kemampuannya merespons tiga jenis input sekaligus: suara, sentuhan, dan gerakan. Ketika pengguna mengetuk alias mengelus bagian kepala boneka, ekspresi pada perangkat bakal berubah. Sementara itu, menggoyangkan badan boneka secara pelan dapat memicu respons getaran kecil, nan menandakan “kegembiraan”. Kemampuan merespons sentuhan bentuk ini membedakannya dari asisten AI konvensional nan hanya berjuntai pada suara.

Fitur respons emosional ini mengingatkan pada perkembangan AI lainnya nan semakin memahami konteks manusia, seperti Google Gemini 2.5 Computer Use nan bisa berinteraksi dengan antarmuka komputer layaknya manusia. Jika Gemini konsentrasi pada hubungan digital, Smart Hanhan justru membawa hubungan tersebut ke ranah bentuk dan emosional nan lebih dalam.

Integrasi dengan Ekosistem HarmonyOS dan Buku Harian Emosi

Sebagai bagian dari ekosistem perangkat Huawei, Smart Hanhan dapat terhubung dengan smartphone nan menjalankan HarmonyOS 5.0 alias lebih baru, termasuk seri Mate 80, Mate 80 Pro, Mate X7, dan Mate 80 RS. Konektivitas ini membuka fitur unik berjulukan “buku harian emosi”. Fitur ini bekerja dengan merekam percakapan dan mencatat hubungan harian pengguna dengan Smart Hanhan sebagai entri memori, menciptakan semacam log hubungan emosional.

Untuk mendukung hubungan nan lebih intens, Huawei memberikan akses keanggotaan SVIP selama tiga bulan kepada pembeli. Keanggotaan ini memungkinkan pengguna membuka akses tidak terbatas untuk “energy points”, sehingga dapat melakukan percakapan lebih banyak dengan boneka AI mereka. Dari sisi daya tahan, Smart Hanhan dibekali baterai berkapasitas 1.800 mAh nan bisa memperkuat hingga 6-8 jam untuk hubungan intens, dan lebih dari 48 jam untuk penggunaan normal. Waktu pengisian penuh disebutkan menyantap waktu sekitar enam jam.

Peluncuran perangkat pendamping AI semacam ini menunjukkan tren dimana teknologi tidak hanya datang untuk efisiensi, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan emosional. Hal ini sejalan dengan beberapa penemuan kreasi unik di pasar gadget, seperti nan terlihat pada 5 Smartphone dengan Desain Paling Unik nan Bikin Kepo, nan menekankan pada personalisasi dan pengalaman pengguna.

Smart Hanhan tersedia dalam tiga jenis warna: biru, kuning, dan abu-abu. Ketiga jenis tersebut dilaporkan langsung ludes terjual tak lama setelah penjualan resminya dibuka di Huawei Mall, menunjukkan antusiasme pasar terhadap produk AI dengan pendekatan emosional ini. Kesuksesan peluncuran ini juga menarik untuk dilihat dalam konteks persaingan teknologi AI, mirip dengan dinamika nan terjadi antara perusahaan besar seperti dalam kasus Kemenangan Cameo Lawan OpenAI mengenai fitur-fitur berbasis karakter.

Kehadiran Smart Hanhan menandai babak baru dalam hubungan manusia dengan perangkat teknologi. Alih-alih sekadar alat, Huawei mencoba menciptakan entitas nan bisa menjadi pendamping, memahami nuansa emosi, dan meninggalkan jejak hubungan melalui kitab harian digitalnya. Meski saat ini baru tersedia di China, peluncuran produk ini memberikan gambaran tentang arah perkembangan AI konsumen di masa depan, nan semakin blur antara kegunaan praktis dan kebutuhan psikologis.

Selengkapnya