Pernahkah Anda membayangkan smartphone dengan daya tahan baterai nan bisa memperkuat lebih dari sehari penuh apalagi dengan penggunaan berat, dibalut dalam kreasi nan premium? Bocoran terbaru sepertinya sedang merajut mimpi itu menjadi kenyataan. Di tengah persaingan ketat segmen mid-range, sebuah nama baru muncul dari rak Infinix, membawa janji spesifikasi nan tak biasa. Bukan sekadar upgrade inkremental, melainkan sebuah lompatan nan berpotensi menggeser peta persaingan.
Infinix, brand nan dikenal garang di pasar smartphone entry-level dan mid-range, tampaknya sedang mempersiapkan senjata baru di luar jalur utama seri Note-nya. Setelah seri Note 50 dengan penemuan kontroversial seperti teknologi aroma, sekarang perhatian beranjak ke jenis nan lebih premium. Bocoran nan muncul bukan sekadar desas-desus, melainkan telah melalui jalur sertifikasi resmi, memberikan berat lebih pada setiap spekulasi nan beredar.
Setelah terlihat di database SDPPI Indonesia awal bulan ini, sosok Infinix Note Edge kembali mencuat melalui seorang tipster terpercaya. Informasi nan dibongkar kali ini bukan hanya sekadar gambar, tetapi juga inti dari performa nan bakal dibawa ponsel ini. Mari kita selami lebih dalam apa nan ditawarkan oleh calon penerjang pasar ini, dan apakah dia cukup kuat untuk membikin Anda menahan gairah upgrade hingga 2026.
Desain dan Visual: Sentuhan Premium dengan Karakter Khas
Berdasarkan gambar nan dibocorkan oleh Paras Guglani di platform X, Infinix Note Edge menampilkan identitas visual nan berbeda. Ponsel ini datang dengan pilihan warna hijau nan memberikan kesan segar namun elegan. nan paling mencolok adalah profil bodinya nan disebut-sebut relatif slim, sebuah pencapaian nan menarik mengingat kapabilitas baterai raksasa nan dikabarkan dibawanya. Bayangkan, menjejalkan baterai besar ke dalam bodi nan ramping adalah tantangan tersendiri, seperti nan juga diupayakan oleh Vivo V60 Lite 5G.
Bagian belakang ponsel dikuasai oleh modul kamera nan memanjang secara mendatar di bagian atas. Desain ini memberikan kesan stabil dan kokoh. Modul tersebut menampung dua lensa kamera, sebuah LED flash, dan sebuah komponen lain nan diduga sebagai filler light alias lampu tambahan untuk pengaruh pencahayaan tertentu. Desain ini menunjukkan konsentrasi pada fotografi, meski jumlah sensornya tidak banyak. Ini adalah pendekatan nan berbeda dibandingkan beberapa pesaing nan membanjiri pengguna dengan banyak lensa, seperti nan bisa Anda lihat pada rekomendasi HP Oppo kamera terbaik.
Ini adalah bagian nan paling menggoda dari bocoran tersebut. Infinix Note Edge diklaim bakal ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7100 5G. Nama ini sendiri menarik lantaran belum diumumkan secara resmi oleh MediaTek. Bocoran menyebut bahwa chipset ini bakal dibangun dengan proses manufaktur 6nm. Jika benar, ini bakal menjadi prosesor mid-range nan efisien, dirancang untuk menyeimbangkan performa dan konsumsi daya—pasangan nan ideal untuk baterai berkapasitas besar.
Di sisi software, ponsel ini diprediksi bakal langsung mengusung Android 16 sejak keluar dari kotaknya. Namun, nan lebih menjanjikan adalah komitmen pembaruan nan disebutkan. Infinix dikabarkan bakal memberikan tiga tahun pembaruan platform Android (OS updates) dan lima tahun pembaruan keamanan (security patches). Komitmen jangka panjang seperti ini tetap langka di segmen mid-range, dan bisa menjadi nilai jual utama nan mengikat loyalitas pengguna.
Layar dan Baterai: Kombinasi Memukau untuk Pengalaman Immersive
Bagian depan ponsel ini konon bakal dihiasi oleh layar AMOLED 3D curved dengan resolusi 1.5K. Kombinasi panel AMOLED, resolusi tinggi, dan kreasi melengkung ini bermaksud menawarkan pengalaman visual nan imersif dan premium. Layar melengkung sering kali menjadi pembeda antara ponsel mid-range dan flagship, dan kehadirannya di Note Edge menunjukkan ambisi Infinix.
Namun, bintang utama dari segi ketahanan mungkin adalah baterainya. Infinix Note Edge disebutkan bakal membawa baterai berkapasitas monumental, ialah 6,500mAh. Angka ini berada di atas rata-rata pasar dan menjanjikan daya tahan nan sangat lama. Dengan chipset 6nm nan efisien, kombinasi ini berpotensi menghadirkan smartphone nan bisa memperkuat dua hari penuh dengan penggunaan standar. Ini adalah jawaban bagi mereka nan capek dengan ritual mengisi daya setiap malam. Tren baterai jumbo ini juga sedang diikuti oleh pemain lain, seperti Realme GT 7 Pro.
Peta Peluncuran dan Strategi Infinix
Menurut sang tipster, Infinix Note Edge saat ini dijadwalkan untuk debut pada Januari 2026. Waktu nan tetap cukup lama ini memberikan ruang bagi Infinix untuk menyempurnakan produk dan strategi pemasarannya. Bocoran juga mengungkap bahwa Note Edge bukan satu-satunya nan sedang disiapkan. Ponsel ini terlihat di sertifikasi SDPPI berbareng dua model lain: Infinix Note 60 dan Note 60 Pro.
Ini mengindikasikan kemungkinan peluncuran ketiganya secara bersamaan, menciptakan portfolio nan komplit untuk segmen menengah. Infinix Note 60 Pro sendiri sudah muncul di Geekbench dengan chipset Snapdragon 7s Gen 4 dari Qualcomm dan RAM 8GB. Dengan hadirnya tiga jenis sekaligus, Infinix mungkin mau menguasai beragam titik nilai dalam segmen nan sama, sebuah strategi nan sering ditempuh untuk menjangkau lebih banyak konsumen, terutama dalam momen-momen promo seperti Lunar Smartphone Fest.
Kehadiran Infinix Note Edge, dengan spesifikasi nan dibocorkan, menunjukkan bahwa brand ini tidak hanya berfokus pada pasar entry-level. Mereka berani berinovasi dan menawarkan fitur premium, seperti pembaruan software jangka panjang dan baterai berkapasitas sangat besar, ke dalam segmen nilai nan lebih terjangkau. Jika semua bocoran ini terbukti akurat, maka awal 2026 mungkin bakal menjadi saat nan menarik bagi para pencari smartphone mid-range dengan nilai tambah nan kuat. Tunggu saja berita resminya, lantaran jika ini nyata, daftar tunggu Anda untuk ponsel baru mungkin saja perlu diperpanjang hingga tahun depan.