Instagram Izinkan Pengguna Lihat Dan Kontrol Algoritma Reels

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Telset.id – IG resmi meluncurkan fitur nan memungkinkan pengguna memandang dan mengontrol algoritma rekomendasi konten di Reels untuk pertama kalinya. Fitur nan mulai digulirkan di Amerika Serikat hari ini, 10 Desember 2025, ini memberikan transparansi dan kendali langsung atas topik apa saja nan menurut algoritma disukai pengguna.

Dalam pengumuman resmi melalui blog perusahaan, Meta menyatakan bahwa pengguna sekarang dapat mengetuk ikon berbentuk dua garis dengan hati di pojok kanan atas Reels. Di sana, mereka bakal memandang daftar topik nan menurut IG menarik minat mereka. Pengguna kemudian bisa memilih topik mana nan mau mereka lihat lebih banyak alias lebih sedikit, dan rekomendasi Reels bakal menyesuaikan secara otomatis.

“Kemampuan untuk memandang dan menyesuaikan apa nan menurut algoritma Anda sukai bakal diperluas ke tab Jelajahi (Explore) di masa depan, ‘dan lebih banyak tempat di aplikasi segera’,” tulis IG dalam postingan blognya, seperti dikutip Telset. Langkah ini menandai era baru di mana pengguna tidak lagi sekadar pasif menerima umpan konten, tetapi bisa secara aktif membentuknya. Fitur ini apalagi mengizinkan pengguna membagikan minat mereka nan ‘ditebak’ algoritma ke Story, untuk berbagi banyolan dengan kawan dan pengikut.

Transparansi Algoritma dan Rilis Global

Fitur kontrol algoritma Reels ini mulai tersedia untuk pengguna di AS mulai hari ini. IG berencana menghadirkan fitur serupa secara dunia untuk pengguna berkata Inggris “segera”. Meski belum disebutkan tanggal pastinya, ekspansi ini menunjukkan komitmen Meta untuk memberikan lebih banyak kendali dan transparansi kepada pengguna di seluruh dunia. Inisiatif ini sejalan dengan tren platform media sosial lainnya nan mulai membuka tabir langkah kerja rekomendasi konten mereka.

Kebijakan baru ini muncul di tengah meningkatnya permintaan publik untuk algoritma nan lebih bertanggung jawab dan dapat dipahami. Dengan fitur ini, IG tidak hanya memberi alat, tetapi juga edukasi tentang gimana platform ‘melihat’ preferensi pengguna. Ini merupakan perkembangan signifikan mengingat algoritma Reels selama ini sering dianggap sebagai kotak hitam nan menentukan konten apa nan viral dan dilihat oleh miliaran pengguna.

Implikasi bagi Pengalaman Pengguna

Kehadiran fitur ini berpotensi mengubah dinamika hubungan pengguna dengan Reels. Alih-alih hanya mengandalkan perilaku menonton dan menyukai, pengguna sekarang punya bunyi definitif untuk menyetir arah eksplorasi konten mereka. Hal ini bisa meningkatkan kepuasan dan waktu penggunaan (engagement) lantaran konten nan muncul diharapkan lebih relevan dan disengaja.

Fitur berbagi minat ke Story juga menambah dimensi sosial baru. Pengguna bisa memulai percakapan alias sekadar berbagi lawakmengenai selera konten mereka nan terkadang tidak terduga, nan sebelumnya hanya diketahui oleh algoritma. Ini adalah corak personalisasi nan lebih terbuka dan interaktif dibandingkan fitur-fitur sebelumnya.

Perkembangan ini juga patut dikaitkan dengan upaya pembaruan fitur Instagram lainnya nan bermaksud memperkuat hubungan antar pengguna. Memberi kendali atas algoritma bisa dilihat sebagai bagian dari strategi untuk membangun kepercayaan, terutama setelah beragam tren dan pembahasan seputar “Your Algorithm” ramai diperbincangkan.

Bagi pengguna nan mau mengelola waktu mereka di platform dengan lebih baik, kendali atas algoritma ini bisa menjadi pelengkap dari fitur-fitur wellbeing seperti Mode Diam (Quiet Mode). Dengan menyaring konten nan tidak diinginkan, pengguna mungkin dapat menciptakan pengalaman bermedia sosial nan lebih sehat dan sesuai kebutuhan.

Dengan digulirkannya fitur kontrol algoritma Reels ini, IG menempatkan pengguna sebagai navigator bagi pengalaman digital mereka sendiri. Langkah ini tidak hanya tentang personalisasi, tetapi juga tentang pemberdayaan dan transparansi dalam ekosistem media sosial nan semakin kompleks. Keberhasilan fitur ini di AS bakal menentukan seberapa sigap dan luas Meta bakal menghadirkannya ke pasar dunia lainnya.

Selengkapnya