Telset.id, Jakarta 2 Desember 2025 – Kompetisi “siapa paling cepat” di pasar smartphone Indonesia akhirnya dimenangkan oleh iQOO. Hari ini, iQOO 15 resmi menyandang gelar sebagai ponsel pertama di Tanah Air nan ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Sebuah prestasi sah nan patut diacungi jempol, mengingat kompetitornya tetap sibuk rapat strategi.
Namun, dengan nilai mulai Rp 12.999.000, iQOO sepertinya lupa dengan akar rumputnya sebagai sub-brand “penghancur harga”. Apakah gelar “Pertama di Indonesia” ini sekadar gimmick marketing untuk menutupi inflasi harga, alias memang ada substansi nan valid? Mari kita bedah secara objektif, kritis, dan tentu saja, valid by data.
Snapdragon 8 Elite Gen 5: Overkill nan Dipertanyakan
Mari bicara data. Chipset ini adalah penerus Snapdragon 8 Elite (yang dipakai iQOO 13). Peningkatannya? Klaim CPU naik 32% dan GPU 23%. Di atas kertas, ini mengerikan. Di bumi nyata? Ini seperti membeli mobil F1 untuk mengantar anak sekolah.
Sampai detik ini, belum ada game mobile nan betul-betul membikin Snapdragon 8 Elite “ngos-ngosan”. Jadi, kehadiran Gen 5 di iQOO 15 lebih terasa sebagai investasi masa depan (atau sekadar pamer skor AnTuTu 4,3 juta) daripada kebutuhan mendesak. Jika Anda pengguna iQOO 13, upgrade ke sini hanya demi chipset adalah tindakan pemborosan nan hakiki.
Baterai 7.000 mAh: Satu-Satunya Alasan Logis untuk Upgrade
Jika ada satu perihal nan membikin iQOO 15 layak dilirik daripada pendahulunya, itu adalah baterainya. Meningkat dari kisaran 6.000 mAh di iQOO 13, iQOO 15 membawa 7.000 mAh (teknologi Silicon Carbon).
Ini valid. Bagi gamer, ini berfaedah tambahan waktu main 1-2 jam. Tapi, ada kritik kecil: charging-nya turun ke 100W (dibanding 120W di beberapa seri sebelumnya). Penurunan kecepatan demi kapasitas? Sebuah trade-off nan masuk akal, tapi tetap saja, nomor nan mengecil di lembar spesifikasi itu sedikit “mengganggu” mata kaum pecinta spek dewa.
Bayang-Bayang Poco F8 Ultra: Hantu dari Bali
Artikel ini tidak bakal komplit tanpa membahas “gajah di pelupuk mata”. Minggu lampau di Bali, Poco melakukan peluncuran dunia untuk Poco F8 Ultra. Ponsel ini juga memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Mari kita bandingkan secara kritis. iQOO 15 unggul lantaran sudah resmi dijual hari ini di Indonesia. Titik. Barang ada, agunan jelas. Sementara Poco F8 Ultra, meski rilis di Bali, status penjualannya di pasar lokal tetap “segera”.
Namun, secara fitur, Poco F8 Ultra membawa ancaman serius:
-
Audio Bose 2.1 Channel: Poco punya subwoofer mini. iQOO 15? Masih speaker stereo standar. Di sektor audio, iQOO kalah telak.
-
Kamera 5x Zoom: iQOO 15 “hanya” membawa 3x Optical Zoom. Untuk fotografi jarak jauh, Poco lebih superior.
-
Harga: Harga early bird dunia Poco F8 Ultra adalah USD 679 (sekitar Rp 11,3 juta dengan kurs Rp 16.600). Jika Poco Indonesia bisa memasukkan nilai ini tanpa markup gila-gilaan, nilai Rp 12.999.000 milik iQOO 15 bakal terlihat sangat mahal.
Verdict: Validitas Sang Pionir
iQOO 15 adalah produk nan solid, sangat kencang, dan mempunyai stamina baterai nan brutal. Gelar “Pertama dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 di Indonesia” adalah kebenaran nan tidak bisa dibantah, dan bagi mereka nan FOMO (Fear of Missing Out) teknologi terbaru, ini adalah satu-satunya pilihan saat ini.
Namun, sebagai wartawan nan objektif, saya kudu ingatkan:
-
Jangan beli jika Anda mengharapkan lompatan performa raksasa dari iQOO 13.
-
Pikir dua kali jika Anda pecinta audio alias fotografi zoom jauh; pesaing sebelah (Poco F8 Ultra) punya tawaran lebih menarik di atas kertas, meski barangnya belum bisa Anda beli di toko sebelah rumah sekarang.
Kesimpulan Akhir: iQOO 15 menang di timing dan ketersediaan. Mereka sukses mencuri start. Tapi ingat, pelari tercepat di awal lomba belum tentu jadi juara di hati konsumen saat garis finis (baca: dompet) berbicara.