Jangan Salah Langkah! Ini Tiga Sinyal Tekanan Pasar Kripto Pekan Ini

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

– Bitcoin (BTC) kembali mengalami pembalikan arah tajam pada hari Selasa (21/10/2025), setelah kehilangan nyaris seluruh momentum nan dibangun selama akhir pekan. Harga BTC sempat menyentuh level terendah US$ 107.552 di awal hari, turun sekitar 3 persen sebelum sedikit pulih ke US$ 108.290 saat buletin ini ditulis.

Penurunan ini terjadi seiring dengan merosotnya kapitalisasi pasar mata uang digital dunia sebesar 2,1 persen menjadi US$ 3,67, menandai keahlian jelek di bulan nan biasanya dikenal sebagai bulan bullish ‘Uptober’.

Melansir dari finbol.com, selama sebulan terakhir Bitcoin sudah turun 6,3 persen. Penurunan ini menghapus ekspektasi bakal reli nilai berkepanjangan di bulan Oktober.

Altcoin Ikuti Arah BTC

Tidak hanya Bitcoin, altcoin juga mengalami tekanan jual nan sama besar. Beberapa aset besar nan ikut terkoreksi antara lain:

  • Ethereum (ETH): Turun 5,36 persen ke US$ 3.859.
  • XRP: Turun ke 2,2 persen dari US$ 2,41, meskipun Ripple Labs baru saja mengumumkan produk baru berjulukan Evernorth.
  • BNB: Anjlok 5,7 persen.
  • Cardano (ADA) dan Solana (SOL): Turun 4 hingga 6 persen.
  • Dogecoin (DOGE): Tercatat sebagai koin meme dengan penurunan terburuk, dengan keahlian minus 4,3 persen.

Baca Juga: 6,25 Juta LINK Ditarik dari Binance, Sinyal Bullish?

Apa Penyebab dari Penurunan Ini?

Beberapa aspek utama nan memicu tekanan jual dalam 24 jam terakhir antara lain:

1. Likuidasi Posisi Leverage

Data menunjukkan bahwa sekitar US$ 320 juta posisi mata uang digital dengan leverage tinggi dilikuidasi, memicu tindakan jual lanjutan dan memperburuk takanan harga.

2. Outflow dari ETF Bitcoin Spot

ETF Bitcoin spot di Amerika mencatatkan arus keluar biaya secara berturut-turut selama empat hari berturut-turut. Pada 20 Oktober, BlackRock saja mencatat penarikan biaya sebesar US$ 101 juta, menambah tekanan jual dari institusi.

3. Sentimen Pasar Memburuk

Indeks Fear and Greed menunjukkan nomor 33, nan berada di area “Fear”. Ini menandakan bahwa penanammodal sedang dalam mode hati-hati dan condong menghindari risiko.

Gangguan Layanan AWS Tambah Kekacauan

Kerusuhan pasar juga diperparah oleh gangguan teknis pada Amazon Web Services (AWS) pada Senin malam. Gangguan ini mengganggu operasional beberapa bursa besar seperti Coinbase, menyebabkan sebagian trader kehilangan akses ke akun mereka.

Algoritma perdagangan otomatis pun memicu likuidasi besar-besaran saat sistem mendeteksi ketidakstabilan jaringan, dan mempercepat penurunan pasar nan sudah terlalu rapuh.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya