Jepang Luncurkan “mesin Cuci Manusia” Di Expo 2025 Osaka

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Telset.id – Jepang kembali memukau bumi dengan penemuan teknologi nan tak biasa. Di arena World Expo 2025 Osaka, sebuah perusahaan asal Osaka, Science Co., memperkenalkan perangkat nan dijuluki “Mesin Cuci Manusia”. Kapsul otomatis berukuran 2,3 meter ini dirancang untuk membersihkan tubuh sekaligus memberikan relaksasi mendalam hanya dalam waktu sekitar 15 menit.

Perangkat ini secara visual menyerupai perpaduan antara bak mandi dan mesin pencuci mobil otomatis. Pengguna duduk di bangku nan tersedia di dalam kapsul, lampau mesin bakal bekerja menyemprotkan gelembung mikro dan uap lembut secara merata ke seluruh tubuh. nan membuatnya lebih dari sekadar bak mandi canggih adalah sensor internal nan memantau tanda vital pengguna selama sesi berlangsung.

Juru bicara Science Co., Sachiko Maekura, menjelaskan bahwa tujuan perangkat ini melampaui pembersihan fisik. “Perangkat ini tidak hanya bermaksud membersihkan tubuh, tetapi juga ‘membersihkan jiwa’ dengan memantau kondisi vital pengguna selama proses berlangsung,” ujarnya, seperti dikutip dari laporan media. Untuk mendukung pengaruh relaksasi, mesin ini secara otomatis menyetel lagu dan menampilkan visual nan menenangkan. Di akhir sesi, tubuh pengguna bakal dikeringkan secara otomatis.

Warisan Ide nan Kembali Dihidupkan

Konsep “mesin cuci manusia” sebenarnya bukan perihal nan betul-betul baru. Menurut sejarah nan diungkap, buahpikiran serupa pernah dipamerkan pada Expo 1970 nan juga digelar di Osaka. Namun, pada era itu, teknologi tersebut belum bisa diproduksi secara massal dan akhirnya hanya menjadi konsep. Kini, lebih dari separuh abad kemudian, Science Co. menghidupkan kembali pendapat tersebut dengan sentuhan teknologi sensor dan kepintaran buatan masa kini.

Inovasi semacam ini menunjukkan gimana teknologi robotika dan AI terus merambah aspek kehidupan manusia nan paling personal, mirip dengan perkembangan nan terjadi pada robot humanoid seperti Optimus dari Tesla, di mana pemisah antara perangkat bantu dan mitra hidup semakin kabur. Kolaborasi besar dalam pengembangan mesin fisika untuk robot, seperti nan dilakukan Nvidia, Google, dan Disney, juga menjadi fondasi bagi terciptanya perangkat interaktif nan kompleks seperti ini.

Harga Fantastis dan Pasar nan Terbatas

Meski menarik perhatian lebih dari 40.000 visitor Expo nan mau mencoba, “Mesin Cuci Manusia” ini tidak ditujukan untuk konsumen rumahan. Japan Times melaporkan nilai perangkat ini sekitar 60 juta yen, setara dengan 385.000 dolar AS alias miliaran rupiah. Karena nilai nan sangat tinggi dan kompleksitasnya, Science Co. hanya bakal memproduksi 50 unit pada tahap awal produksi.

Salah satu unit pertama telah dibeli oleh sebuah hotel di Osaka, mengindikasikan bahwa pasar awal perangkat ini adalah untuk sektor hospitality dan spa mewah. Hal ini memunculkan pertanyaan besar: apakah teknologi semacam ini suatu saat kelak dapat menggantikan pancuran alias bak mandi konvensional dalam kehidupan sehari-hari? Ukurannya nan besar dan nilai nan selangit diperkirakan bakal menjadi penghalang utama untuk mengambil secara luas di rumah tangga.

Fenomena teknologi canggih dengan nilai premium dan sasaran pasar niche ini bukan perihal aneh. Dunia teknologi seringkali diwarnai oleh terobosan nan awalnya hanya bisa diakses segelintir orang sebelum akhirnya menjadi lebih terjangkau, alias justru menghadapi tantangan norma dan regulasi, sebagaimana terjadi pada beberapa platform AI besar seperti nan dialami OpenAI dengan ChatGPT di Jerman.

Kehadiran “Mesin Cuci Manusia” di World Expo 2025 Osaka lebih dari sekadar pameran produk. Ia adalah pernyataan tentang visi masa depan di mana teknologi tidak hanya menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga terlibat dalam perawatan diri dan kesejahteraan mental manusia. Namun, jalan menuju ruang cuci pribadi di setiap rumah tetap sangat panjang, terbentang di antara penemuan nan memukau dan realitas ekonomi nan praktis.

Selengkapnya