Pasar mata uang digital kembali ramai diperbincangkan setelah salah satu whale melakukan tindakan jual besar-besaran terhadap Bitcoin.
Peristiwa ini memicu koreksi nilai nan sigap dan membawa BTC mendekati wilayah nilai psikologis nan sekarang banyak diperhatikan trader.

Walaupun menimbulkan kekhawatiran sesaat, sebagian analis menilai momen ini tetap dalam pemisah wajar dan justru dapat membuka ruang pergerakan nilai baru. Mari kita ulas lebih dalam.
Transaksi Jual Whale Sebesar 24,000 BTC
Pada akhir pekan, seorang whale melepas sebanyak 24,000 BTC ke pasar dengan nilai mencapai sekitar $2.7 miliar.
JUST IN: A Bitcoin whale sold 24,000 BTC worth over $2.7 billion, causing today’s -$4,000 crash in minutes.
They still hold 152,874 BTC worth more than $17 BILLION. 😳
h/t @SaniExp pic.twitter.com/m4aM9JwlAO
Penjualan masif ini dilakukan melalui Hyperunite, sebuah platform nan mencatat arus keluar besar dari dompet nan sebelumnya tidak aktif lebih dari lima tahun.
Hanya dalam hitungan menit, tindakan tersebut memicu koreksi sigap sekitar $4,000, membikin nilai Bitcoin tertekan hingga kisaran $110,500 sebelum kembali stabil di atas $112,000.
Menariknya, tindakan ini bukan sekadar penjualan biasa. Data menunjukkan bahwa pada hari nan sama, 12,000 BTC langsung dikirim ke Hyperunite, sementara sisanya dilepas secara bertahap.
Whale tersebut tetap tercatat mempunyai kepemilikan lebih dari 152,000 BTC, nan jika dikonversikan nilainya melampaui $17 miliar. Artinya, potensi tekanan jual dari entitas ini belum sepenuhnya selesai.
Menurut analis on-chain berjulukan Sani, penjualan ini adalah corak realisasi untung dari kepemilikan lama.
Sebagian besar koin tersebut diperoleh sejak lebih dari satu dasawarsa lalu, ketika nilai Bitcoin tetap berada di bawah $10.
Maka tidak mengherankan jika setiap tindakan pengedaran dari dompet ini memberikan tekanan besar pada pasar, lantaran nilai saat ini sudah berada di kisaran $110,000 ke atas untuk setiap BTC nan dijual.
Selain itu, info juga menunjukkan adanya rotasi ke Ethereum. Salah satu whale tercatat menjual sekitar 18,142 BTC senilai lebih dari $2 miliar, kemudian memindahkan sebagian besar dananya ke ETH.
Dari jumlah tersebut, sekitar 416,598 ETH dibeli dan lebih dari 275,000 ETH di-staking, menunjukkan adanya strategi diversifikasi aset digital.
Bahkan, ada juga whale lain nan menjual ratusan BTC untuk membuka posisi panjang di ETH, menandakan pergeseran minat sebagian pelaku besar ke jaringan Ethereum.
Kondisi inilah nan memicu pengaruh domino di pasar. Begitu tindakan jual dimulai, banyak trader ritel ikut melepas kepemilikan mereka lantaran cemas bakal koreksi lebih dalam.
Hal ini memperkuat arus jual dan membikin tekanan nilai semakin besar dalam waktu singkat. Namun, tindakan semacam ini bukan perihal baru.
Setiap siklus Bitcoin biasanya selalu diwarnai pengedaran besar dari whale nan akhirnya diikuti oleh konsolidasi harga.
Analisis Harga Bitcoin: Dimana Target Aman?
Setelah tindakan jual besar tersebut, Bitcoin sempat terkoreksi ke $110,500 sebelum kembali bergerak di sekitar $112,700 pada Minggu awal hari.
Grafik Harian BTCUSD

Tekanan jual memang menekan harga, tetapi sejauh ini area $110,000 tetap memperkuat sebagai pemisah bawah nilai nan sangat penting.
Selama tidak terjadi penutupan harian di bawah wilayah nilai ini, struktur pergerakan Bitcoin tetap bisa dianggap aman.
Indikator teknikal turut memberikan gambaran menarik, dimana tekanan jual nan muncul bisa saja mulai mereda dan memberi kesempatan untuk pemantulan teknikal dalam jangka pendek.
Namun, sejauh ini belum ada pertanda pembalikan tren nan kuat, sehingga pasar tetap bergerak hati-hati. Sejumlah analis menilai pergerakan ini tetap termasuk koreksi sehat.
Alex Krüger, pendiri Aike Capital, menyebut bahwa nilai Bitcoin bakal lebih mudah bergerak naik setelah momentum jangka pendek ini mereda, khususnya jika sukses menembus kembali wilayah $113,500 hingga $114,000.
Selama nilai bisa memperkuat di atas $110,000, tekanan jual besar dari whale semestinya hanya berkarakter sementara.
Vijay Boyapati, salah satu tokoh di organisasi Bitcoin, apalagi menilai kondisi ini adalah bagian dari siklus monetisasi terbesar dalam sejarah.
Menurutnya, tindakan jual dari whale merupakan perihal nan wajar lantaran mereka telah mencapai sasaran nilai masing-masing.
Persediaan mereka terbatas, sehingga pada akhirnya pengedaran ini justru bakal membikin Bitcoin semakin langka dan lebih sehat untuk jangka panjang.
Jika memandang struktur pasar saat ini, ada dua skenario nan bisa terjadi. Pertama, jika wilayah nilai $110,000 terus bertahan, Bitcoin berpotensi melakukan konsolidasi sembari menunggu arus beli baru.
Pemulihan di atas $113,500 bakal membuka jalan menuju kenaikan nan lebih stabil.
Kedua, jika wilayah nilai tersebut ditembus, maka pasar bisa mengalami koreksi tambahan sebelum menemukan titik keseimbangan baru.
Namun, dengan kondisi parameter teknikal nan sudah mendekati jenuh jual, kesempatan skenario pertama lebih kuat dalam jangka pendek.
Perlu diingat, sebagian besar tekanan ini berasal dari pengedaran whale nan sifatnya tidak berkelanjutan.
Begitu persediaan dari wallet besar mulai melambat, pasar biasanya bakal menemukan keseimbangan baru dan melanjutkan pergerakan ke atas.
Oleh lantaran itu, perhatian utama saat ini adalah apakah penjualan tambahan dari entitas besar tersebut tetap bakal bersambung dalam beberapa hari ke depan.
Kesimpulan
Aksi jual 24,000 BTC oleh whale memang mengguncang pasar dalam waktu singkat, namun kondisi ini tidak serta-merta mengubah arah utama Bitcoin.
Selama nilai tetap memperkuat di atas wilayah $110,000, koreksi ini tetap bisa dianggap sehat dan bagian dari konsolidasi normal.
Justru, pengedaran dari whale krusial untuk proses monetisasi Bitcoin lantaran suplai mereka terbatas.
Jika nilai bisa kembali menembus $113,500 hingga $114,000, momentum positif kemungkinan besar bakal kembali.
Namun, jika tekanan jual tetap berlanjut, pasar bisa saja kembali menguji wilayah nilai $110,000. Bagi para pelaku pasar, disiplin manajemen akibat tetap menjadi kunci dalam menghadapi kondisi volatilitas semacam ini.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
4 bulan yang lalu