Kenapa Harga Solana Naik Drastis Dalam Dua Minggu Terakhir?

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

– Galaxy Digital kembali menjadi sorotan utama bumi mata uang digital setelah memborong lebih dari US$ 700 juta dalam corak Solana (SOL) hanya dalam dua hari terakhir. Melansir dari decrypt.co, langkah besar ini mengenai erat dengan investasi mereka dalam Forward Industries, perusahaan publik nan tengah membangun kas Solana terbesar di dunia.

Berdasarkan info on-chain dari Arkham Inteliigence, Galaxy telah membeli lebih dari 3 juta SOL sejak Rabu, terutama dari Binance dan Coinbase, dalam sejumlah transaksi besar-besaran. Harga Solana pun langsung merespon, naik 6 persen dalam 24 jam terakhir dan sekarang diperdagangkan di atas US$ 241, level tertingginya sejak Januari.

Dalam perihal ini, Forward Industries nan merupakan perusahaan kreasi produk nan telah lama mendaftar di Nasdaq sejak 1961, baru saja menutup pendaaan senilai US$ 1,65 miliar, dipimpin oleh Galaxy Digital dan didukung oleh Jump Crypto dan Multicoin Capital. Dana ini sepenuhnya dialokasikan untuk membangun kas Solana berskala institusional.

CEO Galaxy, Mike Novogratz menyebut fase ini sebagai awal dari ‘season of SOL’. Dalam wawancaranya di CNBC, dia menyatakan bahwa Solana adalah Blockchain nan siap menggerakkan pasar modal generasi berikutnya, berkah kapasitasnya memproses hingga 14 miliar transaksi per hari.

Pandangan ini diperkuat oleh sinyal positif dari regulator. Ketua SEC Paul Atkins baru saja memaparkan inisiatif ‘Project Crypto’, dorongan resmi agar pasar finansial AS bergerak on-chain. Novogratz memandang momen ini sebagai titik jumpa antara mengambil institusional dan prasarana teknikal Solana.

Baca Juga: CleanCore Kuasai 500 Juta Dogecoin, Targetkan 1 Miliar dalam 30 Hari

Sementara itu menurut Vidor Gencel selaku CEO Solflare, Galaxy dan Forward menjadi sinyal paling jelas sejauh ini bahwa Solana mulai dipertimbangkan secara serius sebagai aset treasury institusional, level nan sebelumnya hanya dicapai oleh Bitcoin dan Ethereum.

“Langkah ini nyaris tiga kali lebih besar dari kas Solana institusional terbesar nan ada saat ini. Ini adalah bukti kepercayaan, dan pasar mulai merespon apalagi sebelum arus biaya masuk sepenuhnya,” ungkap Gencel.

SOL telah naik nyaris 19 persen dalam seminggu, menjadikannya aset dengan keahlian terbaik kedua di antara 10 besar mata uang digital berasas kapitalisasi pasar, hanya kalah dari Dogecoin.

Di sisi lain, CEO platform trading rails, Satraj Bambra menambahkan bahwa akumulasi besar ini bukan hanya investasi, tapi ‘vote of confidence’ bahwa Solana bakal menjadi bagian inti dari prasarana mata uang digital global.

Ia menyebut bahwa ETF Solana nan saat ini menunggu persetujuan SEC bisa menjadi pemicu lonjakan permintaan berikutnya. Jika disetujui, ‘floodgates’ bakal terbuka.

Di sisi teknikal, pembaruan jaringan seperti Firedancer, client validator baru nan bakal meningkatkan skalabilitas dan stabilitas jaringan, disebut-sebut sebagai katalis jangka panjang.

“Dalam jangka pendek, pergerakan SOL bakal mengikuti aliran biaya dan berita ETF. Namun jangka panjangnya adalah soal penggunaan dan posisi Solana sebagai aset top-3,” pungkas Bambra.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya