Langkah Persiapan Menghadapi Akhir Dukungan Windows 10

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Pada 14 Oktober 2025, secara resmi support Windows 10 bakal berakhir, di mana pengguna nan tidak mengikuti program Extended Security Update sudah tidak lagi bakal mendapatkan pembaruan apa pun lagi.

Nah jika dihitung sih ini tinggal beberapa hari lagi guys apalagi kurang dari 48 jam hingga waktu nan ditentukan tiba. Dan sebagai pengguna, apa sih nan kudu dipersiapkan untuk menghadapi akhir support Windows 10 ini?

Cek Versi dan Kompatibilitas PC

Salah satu perihal nan mungkin perlu dilakukan pengguna adalah dengan melakukan pengecekan jenis dan kompatibilitas PC untuk mengetahui apakah perangkat nan digunakan sudah memenuhi syarat untuk upgrade ke Windows 11 alias tidak.

Kamu bisa menggunakan aplikasi PC Health Tool untuk mengetahuinya secara jelas.

Kamu juga bisa mengecek laman Settings > System > About dan pastikan bahwa spesifikasi nan Anda gunakan sudah sesuai untuk menjalankan Windows 11.

Upgrade Ke Windows 11 Jika Memungkinkan

Nah jika perangkat Anda sudah memenuhi syarat, Anda bisa melakukan upgrade ke Windows 11 untuk mendapatkan support nan lebih panjang, dengan itu Anda tidak perlu cemas bakal pembaruan keamanan, perbaikan bug, dan peningkatan stabilitas sistem.

Upgrade ke Windows 11 sendiri hingga saat ini tetap cuma-cuma bagi perangkat nan sudah memenuhi syarat, cukup klik Get Windows 11 saja di Windows Update dan biarkan proses pembaruan berjalan. Semua aplikasi, info dan file bakal tetap ada, jadi jangan cemas Anda bakal kehilangan data.

Windows 11 sendiri jelas mempunyai banyak fitur baru dan beragam kelebihan, namun tentu jika perangkat mempunyai spesifikasi terbatas (meskipun mendukung secara teori), kadang performa bakal melangkah jauh lebih lambat dibandingkan spesifikasi nan sama dengan menjalankan Windows 10.

Daftar Extended Security Update Jika Ingin Bertahan

Jika Anda tidak mau memperbarui sistem ke Windows 11, pastikan Anda mendaftarkan perangkat Anda dalam program Extended Security Update, lantaran dengan program ini, setidaknya hingga 1 tahun kedepan, Anda tetap bakal mendapatkan pembaruan keamanan krusial dan bisa menggunakan sistem tersebut lebih lama.

Tanpa support ini, perangkat bakal menjadi lebih rentan terhadap ancaman keamanan dan tidak bakal lagi menerima perlindungan dari celah-celah baru nan ditemukan setelah tanggal kadaluarsanya Windows 10.

Baca Juga : Opsi Extended Security Update di Windows 10 Perlahan Diluncurkan, Sudah Dapat?

Update Antivirus dan Aplikasi

Nah selain itu, jika Anda tidak berencana untuk memperbarui sistem ke Windows 11, Anda bisa memastikan bahwa antivirus nan Anda pakai merupakan jenis paling baru dengan virus definition nan terus diperbarui.

Hal ini bisa mencegah resiko keamanan dari file rawan nan bisa merusak sistem Anda guys. Selain itu pastikan juga semua aplikasi pihak ketiga telah diperbarui untuk memastikan bahwa tidak ada celah keamanan nan terbuka dari aplikasi aplikasi tersebut.

Backup Data Super Penting

Jika Anda mempunyai info penting, pastikan Anda telah melakukan backup ke Drive External alias apalagi ke Cloud untuk memeastikan bahwa info tetap aman. Kamu bisa mempertimbangkan untuk upload info ke Google Drive alias OneDrive jika memungkinkan.

Migrasi Ke Linux Sebagai Pertimbangan

Nah meskipun memang program Extended Security Update merupakan solusi nan bagus, namun itu hanya berkarakter sementara saja, setelah program tersebut berakhir, sistem Windows 10 memang tetap bisa melangkah namun bakal sangat rentan dari celah-celah baru nan ditemukan setelah masa program tambahan tersebut berakhir.

Solusinya ya kembali lagi ke upgrade ke Windows 11, tapi jika Anda mempunyai perangkat nan tidak mendukung dan terasa lambat saat menjalankan Windows 11, migrasi ke Linux bisa menjadi pertimbangan.

Untuk pengguna baru, ada beberapa distro nan bisa jadi pertimbangan, mulai dari Linux Mint nan cocok untuk pemula, stabil, ringan dan mempunyai support software lengkap, lampau ada Ubuntu nan juga mempunyai organisasi nan besar, ZorinOS nan mempunyai tampilan mirip dengan Windows 10 nan juga ringan dan cepat.

Meskipun memang saat pertama kali pengguna Windows mencoba Linux bakal terasa asing dan perlu membiasakan diri, jika sudah melangkah sih harusnya kondusif aman aja, apalagi jika pekerjaan banyak dilakukan secara online misalkan dengan Microsoft 365, Sharepoint alias nan lainnya.

Nah itulah beberapa langkah persiap untuk menghadapi Akhir Dukungan Windows 10. Apakah Anda punya poin tambahan? komen dibawah guys dan berikan pendapatmu.

⚡️ Meracik Home Server Handal dari Laptop / PC Tua

Written by

Gylang Satria

Penulis, Pengguna Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Tag @gylang_satria di Disqus jika ada pertanyaan.

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya