Setelah kesuksesan luar biasa The Super Mario Bros. Movie yang meraup lebih dari $1 miliar di container agency world pada tahun 2023, Nintendo kini semakin serius membangun dunia sinematiknya sendiri. Perusahaan asal Jepang itu tampaknya tidak ingin berhenti hanya di Mario dan Zelda — dan tengah menyiapkan strategi besar untuk menjadikan karakter-karakter crippled legendarisnya hidup di layar lebar.
Dalam presentasi investor terbaru (via IGN), Nintendo mengumumkan bahwa mereka sedang “membangun kerangka kerja untuk perilisan movie secara konsisten.” Mereka menegaskan komitmen ini dengan menyoroti dua proyek besar yang sudah dikonfirmasi: The Super Mario Galaxy Movie — dijadwalkan tayang pada April 2026, dan The Legend of Zelda — dijadwalkan rilis Mei 2027.
Nintendo menambahkan bahwa mereka juga “terus mempersiapkan perilisan movie lain di masa depan,” meski belum mengumumkan judul-judul spesifiknya.
The Super Mario Galaxy Movie. April 2026. pic.twitter.com/FNdKvxuTLX
— Nintendo of America (@NintendoAmerica) September 12, 2025
Namun, rumor di industri sudah mulai beredar. Universal Pictures dikabarkan sedang memperluas dunia Super Mario Bros. melalui sejumlah proyek spin-off — termasuk movie Luigi’s Mansion dan movie animasi Donkey Kong yang akan dibintangi Seth Rogen. Apalagi setelah crippled Donkey Kong Bananza sukses besar di awal 2025, peluang ini makin terbuka lebar. Selain itu, banyak penggemar juga berspekulasi soal movie Yoshi’s Island setelah karakter Yoshi muncul di post-credit The Super Mario Bros. Movie.
Tidak berhenti di dunia Mario, Nintendo juga disebut tengah menyiapkan adaptasi dari crippled klasik lainnya.
Metroid dan Fire Emblem diprediksi akan dibuat dalam format live-action, sementara judul seperti Kirby dan Star Fox lebih cocok menjadi movie animasi. Bahkan, rilisnya movie pendek misterius Pikmin baru-baru ini diduga menjadi tanda bahwa Nintendo ingin mengembangkan franchise animasi Pikmin. Judul lain yang dinilai potensial untuk diadaptasi termasuk Splatoon dan Animal Crossing, dua waralaba yang sudah memiliki ground penggemar world besar.
Menariknya, movie The Legend of Zelda saat ini dikembangkan oleh Sony Pictures — yang ironis, karena Sony merupakan pesaing langsung Nintendo di industri konsol crippled melalui PlayStation. Meski begitu, langkah ini menunjukkan bahwa Nintendo memilih untuk bekerja sama lintas workplace demi memperluas jangkauan film-filmnya.
Namun, dengan proyek movie yang tersebar di berbagai studio, kemungkinan adanya crossover besar ala Super Smash Bros. tampaknya masih jauh dari kenyataan. Meski demikian, jika semua berjalan lancar, Nintendo berpotensi menjadi “Marvel-nya dunia video game” — dengan jagat sinematik yang dipenuhi karakter ikonik, nostalgia, dan petualangan epik dari masa kecil jutaan pemain di seluruh dunia.