Telset.id – Pengguna Discord di Inggris menemukan langkah unik untuk melewati verifikasi usia nan diterapkan platform tersebut. Dengan memanfaatkan karakter dari game terkenal seperti Death Stranding dan God of War, mereka sukses mengakses konten terbatas usia tanpa memberikan info pribadi.
Pada Juli lalu, Siyan, seorang pengguna Discord asal Inggris, mendapati beberapa obrolan bercap NSFW (Not Safe For Work) terkunci. Platform memintanya melakukan verifikasi usia melalui identitas resmi alias pemindaian wajah. Namun, Siyan enggan membagikan info pribadinya. Alih-alih mengunggah foto diri, dia menggunakan karakter Sam dari game Death Stranding nan dimodelkan berasas tokoh Norman Reedus.
“Saya mencoba mode foto di game untuk menyesuaikan pose dan ekspresi wajah karakter,” kata Siyan, nan memilih menggunakan nama samaran demi privasi. Hasilnya, sistem verifikasi Discord menerima gambar tersebut sebagai bukti bahwa dia berumur di atas 18 tahun.
Efek Domino di Komunitas Game
Kisah Siyan dengan sigap viral setelah seorang temannya membagikan tangkapan layar ke platform X. Banyak pengguna lain mencoba trik serupa menggunakan karakter dari beragam game, termasuk Cyberpunk 2077, The Sims 4, hingga Garry’s Mod nan mempunyai model skematis sederhana.
David Maimon, master kriminologi dari Georgia State University, mengakui kelemahan sistem verifikasi usia saat ini. “Pelaku kejahatan selalu 7-12 bulan lebih depan dalam menemukan celah teknologi,” ujarnya. Menurutnya, metode berbasis KTP alias pemindaian wajah rentan dimanipulasi, baik melalui karakter game, AI deepfake, hingga pembelian identitas palsu.
Kekhawatiran Privasi dan Efektivitas
Selain masalah keamanan, banyak pengguna meragukan keandalan verifikasi wajah. Ash, pemain asal Inggris nan sukses menggunakan karakter Kratos dari God of War, menyatakan skeptisismenya. “Saya tidak percaya jasa pihak ketiga nan menangani info sensitif,” katanya. Ia merujuk pada akibat kebocoran info seperti kasus aplikasi Tea nan baru-baru ini terekspos.
Antsy, pengguna lain nan sukses memanipulasi verifikasi dengan Arma 3, menambahkan bahwa izin semacam ini justru mendorong anak-anak ke bagian internet nan lebih berbahaya. “Ini bukan solusi jika tidak dibarengi pengawasan orang tua,” tegasnya.
Hingga kini, Discord belum memberikan tanggapan resmi mengenai temuan ini. Namun, kejadian ini memicu obrolan tentang masa depan verifikasi usia di era AI dan game nan semakin realistis.