Satria Eks Marinir Jadi Tentara Bayaran Rusia Gara-gara Terjerat Pinjol Dan Judol

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Telset.id – Gaya hidup hedonis dan jeratan utang online mengubah jalan hidup seorang mantan prajurit marinir Indonesia menjadi tentara penghasilan Rusia. Satria Arta Kumbara, nan pernah mengabdi di Korps Marinir TNI, sekarang tercatat sebagai salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) nan kehilangan kewarganegaraannya setelah berasosiasi dengan pasukan asing. Kisahnya menjadi peringatan keras tentang ancaman pinjaman online (pinjol) dan gambling online (judol).

Menurut Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI Endi Supardi, Satria terjerat utang hingga Rp 750 juta dari beragam sumber, termasuk pinjol dan bank seperti BRI dan BNI. “Dia ada pinjam di pinjol, pinjaman di bank ya. Berkaitan dengan bank di BRI dan BNI dengan nilai Rp 750 juta,” ujar Endi, seperti dikutip dari Detik.com. Gaya hidup hedonis diduga menjadi pemicu utang besar tersebut.

Ketika kesulitan melunasi utang, Satria mencoba peruntungan dengan bermain gambling online. Namun, alih-alih menyelesaikan masalah, judol justru memperburuk keadaannya. “Ternyata gambling online ini kan tidak membantu, apalagi bakal lebih terjerumus ke dalamnya,” tambah Endi. Dalam kondisi terdesak, Satria memilih berasosiasi dengan tentara penghasilan Rusia sebagai jalan keluar.

Dari Prajurit TNI ke Tentara Bayaran

Satria diketahui tidak lagi bekerja sejak 2022 dan resmi dipecat oleh TNI pada 2023. Baru-baru ini, terungkap bahwa dia telah menjadi bagian dari pasukan penghasilan Rusia dan terlibat dalam bentrok bersenjata. Status kewarganegaraannya pun dicabut oleh pemerintah Indonesia.

Melalui unggahan media sosial, Satria mengaku menyesal dan memohon maaf atas keputusannya. “Mohon izin Bapak. Saya mau memohon maaf sebesar-besarnya andaikan ketidaktahuan saya menandatangani perjanjian dengan Kementerian Pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya penduduk negara saya,” tulisnya. Namun, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan bahwa pihaknya tidak bakal ikut kombinasi dalam urusan kebangsaan Satria, nan sekarang menjadi kewenangan Kementerian Hukum dan Kementerian Luar Negeri.

Peringatan Keras Soal Pinjol dan Judol

Kasus Satria menjadi contoh nyata sungguh berbahayanya jeratan pinjol dan judol. Pinjaman online nan mudah diakses seringkali menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan bijak. Seperti nan terjadi di India, maraknya pinjol juga menjadi masalah serius di Indonesia. Sementara itu, gambling online hanya memperburuk situasi keuangan, seperti nan dialami Satria.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam mengusulkan pinjaman online. Seperti dijelaskan dalam tulisan “OJK Bagikan 4 Tips Mengajukan Pinjaman di Aplikasi Pinjol”, krusial untuk memilih platform nan terdaftar dan memahami syarat serta akibat sebelum meminjam.

Kisah Satria bukan sekadar cerita individu, melainkan cermin dari masalah sistemik nan perlu diwaspadai. Gaya hidup konsumtif, ketergantungan pada utang, dan bujukan gambling online bisa menjerumuskan siapa pun—bahkan seorang mantan prajurit marinir sekalipun.

Selengkapnya