Short Seller Bisa Panik Jika Btc Sentuh Level Berikut

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

– Bitcoin mungkin sedang bersiap untuk short squeeze baru, menyusul lonjakan likuiditas di sisi atas pasar derivatif.

Berdasarkan info dari Coinglass per 7 Agustus, terdapat nyaris US$ 18 miliar posisi short berleverage nan mengincar penurunan nilai BTC. Saat buletin ini ditulis, BTC diperdagangkan di US$ 116.506, dengan area likuidasi terdapat berada di kisaran US$ 120.000.

Zona Resiko Short Seller

Heatmap Bitcoin (BTC) memperlihatkan adanya kurva hijau nan semakin curam tepat di atas level US$ 119.000, titik di mana konsentrasi posisi short berleverage mencapai puncaknya. Jika BTC mulai mendekati wilayah ini, potensi terjadinya pengaruh domino sangat besar.

  • Short seller mulai mengalami kerugian.
  • Bursa melakukan likuidasi paksa.
  • Likuidasi memicu order beli untuk menutup posisi short.
  • Dorongan beli tambahan memicu kenaikan nilai nan lebih tinggi.

Dengan kata lain, semakin dekat ke US$ 120.000, semakin besar juga kesempatan terjadinya reaksi berantai nan dapat memaksa nilai melonjak lebih jauh.

Baca Juga: XRP Tembus US$ 2,96, Berikut Target Harga Selanjutnya Jika Support Bertahan

Pemicu Kenaikan Terbaru

Pada 7 Agustus, Bitcoin naik sebesar 2,15 persen dalam 24 jam. Pergerakan ini mematahkan penurunan mingguan sebesar 1,35 persen. Kenaikan ini sebagian dipicu oleh perintah pelaksana Presiden Donald Trump nan mengizinkan aset mata uang digital masuk dalam program pensiun 401 (k).

Di hari nan sama, ETF Spot Bitcoin di Amerika mencatat arus masuk segar. BlackRock membukukan net inflow US$ 41,9 juta, memutus tren arus keluar beberapa hari berturut-turut sebelumnya.

Sentimen dan Prospek

Dengan support izin nan mulai menguat dan permintaan institusional nan kembali tumbuh, BTC mempunyai kesempatan untuk menguji level resisten krusial tersebut. Namun, tantangan terbesar adalah apakah momentum pasar cukup kuat untuk memicu gelombang likuidasi nan dapat membawa nilai menembus US$ 120.000 dan melanjutkan reli.

Dalam perihal ini, banyak dari kalangan penanammodal beranggapan bahwa Bitcoin bakal mengalami penurunan setelah menyentuh US$ 118.000. Akan tetapi, beberapa rumor nan dicanangkan oleh Pemerintah Amerika seperti pemecatan Ketua The Fed Jerome Powell dan SEC nan sekarang sekarang ‘berkawan’ dengan aset kripto, kerap mengembalikan keahlian bulli Bitcoin.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya