– Setelah berbulan-bulan konsolidasi, Shiba Inu (SHIB) akhirnya mulai, menunjukkan momentum naik. Saat ini diperdagangkan di US$ 0,00001306, SHIB tetap berada di atas area akumulasi jangka panjangnya, nan dalam sejarahnya selalu menjadi titik awal untuk reli besar.
Jika pola saat ini memperkuat dan nilai menembus resisten utama, analis teknikal memperkirakan SHIB bisa naik hingga 200 persen, menuju kisaran US$ 0,000035.

Melansir dari coingape.com, nilai SHIB terus memperkuat di atas area akumulasi, area nan sebelumnya meluncurkan dua reli besar:
- Lonjakan pertama: 842 persen
- Lonjakan kedua: 384 persen
Saat ini, struktur nilai membentuk pola double-bottom melengkung (rounded double-bottom), nan secara teknikal sering menandakan awal fase ekspansi nilai tajam.
Level resisten utama terletak di US$ 0,00002345, titik nan telah beberapa kali menghentikan reli sebelumnya. Jika level ini ditembus dan dipertahankan, maka jalan menuju sasaran US$ 0,000035 bakal terbuka lebar.

Sebaliknya, jika nilai tergelincir di bawah US$ 0,000013, SHIB bisa kembali masuk ke area akumulasi nan lebih dalam, nan bakal menunda potensi breakout.
Baca Juga: Tiga Kripto nan Layak Disimpan Selamanya Menurut ChatGPT-5
LEASH V2: Migrasi Masa Depan Ekosistem Shiba Inu
Sementara itu, ekosistem Shiba Inu memperkuat esensial jangka panjangnya lewat migrasi LEASH V2, nan semakin mendapat perhatian organisasi dan investor.
Migrasi ini dirancang dengan model rasio tetap, sehingga tidak bakal menciptakan pasokan baru. Token sisa nan tidak digunakan dapat dibakar, menjaga kelangkaan dan nilai jangka panjang.
FItur-fitur baru nan diperkenalkan:
- ERC20Permit: memberikan keahlian tanda tangan off-chain untuk efisiensi gas.
- ERC20Burnable: memungkinkan pembakaran token secara langsung.
- Audit Independen oleh Hexens untuk menjamin keamanan, hasilnya bakal dirilis berbareng peluncuran mainnet.
Migrasi dilakukan dalam tiga tahap, yakni:
1. Pemegang token berdikari (self custody).
2. Penyedia likuiditas.
3. Pengguna lintas jaringan (cross-chain).
Ekspansi lintas jaringan menjadi bagian dari roadmap utama, dengan support terhadap Ethereum, Base, dan Solana dalam proses integrasi. Selain itu, mengambil Chainlink’s CCIP (Cross-Chain Interoperability Protocol) memperkuat komitmen Shiba Inu terhadap interoperabilitas antar blockchain.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
3 bulan yang lalu