Us$ 91 Juta Hilang Gara-gara Salah Percaya ‘customer Support Palsu’

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

– Seorang penanammodal mata uang digital kehilangan sebanyak 783 Bitcoin, dengan kisaran nilai US$ 91 juta pada saat kejadian. Laporan dari pengamat aktivitas blockchain terkenal ZachXBT, menyatakan bahwa penanammodal tersebut menjadi korban serangan social engineering pada Selasa lalu.

Dalam pesannya di Telegram, ZachXBT menjelaskan bahwa korban didekati oleh oknum nan menyamar sebagai staf support pengguna (customer support) dari produsen dompet hardware dan sebuah bursa kripto. Nama perusahaan nan dipalsukan tidak diungkapkan. Dengan nilai BTC nan terus menurun dalam beberapa hari terakhir, kepemilikan nan lenyap sekarang berbobot sekitar US$ 88 juta.

https://twitter.com/zachxbt/status/1958583129356345414

Dana Dialihkan ke Wallet Privat

ZachXBT mencatat bahwa pelaku segera memindahkan biaya rampasan ke Wasabi Wallet, jasa mixing Bitcoin nan berfokus pada privasi namun telah menangguhkan operasinya untuk pengguna Amerika sejak tahun lalu. Dari sana, biaya mulai terpecah ke beberapa dompet digital untuk menyulitkan pelacakan.

Kasus ini mencerminkan pola lama. Tepat setahun sebelumnya, tiga pelaku diduga sukses mencuri 4.064 BTC senilai US$ 243 juta dengan metode serupa.

Dua orang kemudian ditangkap di Florida setelah diduga menggunakan biaya hasil rampasan untuk membeli mobil mewah, arloji dan properti. Mereka dikabarkan menyamar sebagai staf Google Support untuk meyakinkan korban mengubah pengaturan autentikasi dua faktor.

Baca Juga: AI Prediksi Harga Bitcoin Bisa Turun Tajam ke Level Ini di Awal September

Ancaman Social Engineering di Dunia Kripto

Social Engineering scam kerap menjadi ancaman serius bagi industri kripto. Tekniknya bisa sederhana, seperti SIM Swapping, ialah meyakinkan penyedia telekomunikasi untuk memindahkan nomor ponsel korban ke perangkat pelaku, hingga metode kompleks nan melibatkan phising alias pemalsuan identitas karyawan.

Kasus terkenal terjadi pada 2024, ketika seorang staf SEC menjadi korban SIM Swap. Akun X regulator tersebut sempat salah mengumumkan persetujuan ETF Bitcoin Spot di Amerika. Seorang pelaku kemudian dijatuhi balasan 14 bulan penjara lantaran perannya dalam serangan itu.

Bahkan pencari kerja pun tidak aman. Pada Februari 2025, situs keamanan siber Bleeping Computer melaporkan grup hacker Crazy Evil membikin perusahaan mata uang digital tiruan untuk menjerat pelamar mengunduh malware nan langsung menguras dompet digital mereka.

Peringatan FBI

Pihak FBI sendiri juga sudah mengeluarkan peringatan sejak April 2024 mengenai maraknya social engineering scam, termasuk teknik impersonasi karyawan, call forwarding untuk mengambil alih nomor ponsel, dan phising untuk mencuri info sensitif.

Meski sudah banyak edukasi publik, kasus terbaru senilai US$ 91 juta ini menegaskan bahwa ancaman serangan berbasis manipulasi psikologis tetap sangat tinggi di bumi kripto.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya