Vivo S50 Pro Mini Siap Rilis, Bakal Jadi X300 Fe Global

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Telset.id – Dalam beberapa pekan ke depan, pasar smartphone Indonesia mungkin bakal kehadiran pemain baru nan tak boleh diremehkan. Vivo dikabarkan sedang mempersiapkan peluncuran Vivo S50 Pro Mini di China bulan depan, dengan rencana menjadikannya Vivo X300 FE untuk pasar global. Apa nan membikin ponsel ini begitu spesial hingga layak dinantikan?

Bocoran nan beredar menunjukkan Vivo tidak main-main dengan jenis “Mini” kali ini. Alih-alih sekadar jenis mini dengan spesifikasi terpangkas, S50 Pro Mini justru menghadirkan paket komplit dalam bodi kompak. Sebuah pendekatan berani di era dimana konsumen seringkali kudu memilih antara performa tinggi dan ukuran nan nyaman.

Vivo S50 Pro Mini

Desain belakang ponsel ini langsung menarik perhatian dengan camera bar mendatar nan menampung tiga lensa dan LED flash. Vivo sendiri telah mengonfirmasi konfigurasi kameranya: sensor utama besar nan dipasangkan dengan lensa ultra-wide dan nan paling menarik – kamera telephoto periskop 50MP Sony IMX882. Ini bukan sekadar angka, melainkan komitmen Vivo terhadap fotografi serius dalam format kompak.

Layar 6,31-inch mungkin terdengar mini di tengah banjir ponsel berlayar besar, tapi justru di situlah letak daya tariknya. Panel OLED dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 120Hz menjanjikan visual nan tajam dan responsif, sementara kamera selfie 50MP di depan memastikan kualitas video call dan swafoto nan memuaskan. Keamanan tidak dikorbankan, dengan sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar nan dikenal lebih andal daripada jenis optik.

Di kembali bodi kompaknya, Vivo S50 Pro Mini menyembunyikan raksasa performa: chipset Snapdragon 8 Gen 5 terbaru. Dipadukan dengan RAM LPDDR5x dan penyimpanan UFS 4.1, kombinasi ini seperti meletakkan mesin sport car dalam body city car. Daya tahan? Baterai 6,500mAh dengan support pengisian sigap 90W wired dan 40W wireless memastikan Anda tidak perlu cemas kehabisan daya di tengah aktivitas.

Sistem operasi Android 16 dengan lapisan OriginOS 6 menjadi otak dari semua kecanggihan ini. Vivo juga tidak melupakan pengalaman pengguna dengan menyertakan dual speaker, x-axis linear motor untuk feedback getar nan presisi, frame metal aerospace-grade, dan rating ketahanan air IP68/69. Semua ini dalam paket nan mereka sebut “Mini” – sebuah istilah nan mungkin perlu dipertanyakan kembali.

Strategi rebranding menjadi Vivo X300 FE untuk pasar dunia menunjukkan ambisi Vivo nan lebih besar. Dengan mengaitkannya dengan lini X300 nan sudah mempunyai reputasi kuat, seperti nan kita lihat pada Vivo X300 Series nan baru saja resmi dijual, Vivo tampaknya mau memposisikan device ini sebagai flagship affordable nan tidak mengorbankan fitur premium.

Bagi nan penasaran dengan jenis standarnya, Vivo S50 Series memang dijadwalkan rilis bulan depan dengan Snapdragon 8s Gen 3, RAM hingga 16GB, dan layar 6,59-inch OLED 1,5K 120Hz. nan menarik, kreasi belakang S50 standar dikabarkan bakal sangat berbeda dengan S50 Pro Mini, menunjukkan diferensiasi nan jelas antara kedua varian.

Pertanyaannya sekarang: apakah strategi “kompak tapi lengkap” ini bakal sukses menarik konsumen nan capek dengan ponsel berlayar besar? Dengan spesifikasi nan nyaris menyamai Vivo X300 flagship namun dalam corak nan lebih praktis, Vivo mungkin telah menemukan formula nan tepat. Tunggu saja pengumuman resminya bulan depan – keputusan Vivo ini bisa menjadi trendsetter baru di industri smartphone.

Selengkapnya