5 Penyebab Taji Tumit Dan Cara Mengatasinya

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Taji tumit alias heel spurs adalah masalah kesehatan kaki nan cukup sering terjadi dan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini memang terdengar menakutkan, tapi sebenarnya bisa ditangani dengan baik jika kita mengerti penyebabnya dan langkah mengatasi nan tepat.

Mari kita telaah lebih perincian tentang apa itu taji tumit dan gimana langkah mengatasinya.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Apa Itu Taji Tumit?

Taji tumit adalah kondisi di mana ada pertumbuhan tulang nan tidak normal di bagian bawah alias belakang tulang tumit.

Dalam istilah medis, kondisi ini sering disebut bone spur tumit alias taji tulang. Sederhananya, ada tulang tumbuh di tumit nan semestinya tidak ada.

Pertumbuhan tulang ini muncul sebagai respons tubuh terhadap tekanan alias gesekan nan terus-menerus pada area tumit.

Untuk memahami kondisi ini lebih baik, kita perlu tahu sedikit tentang anatomi tumit dan telapak kaki. Tumit kita terdiri dari tulang calcaneus, ialah tulang terbesar di kaki.

Di bagian bawah tumit ada jaringan tebal nan disebut plantar fascia, nan menghubungkan tumit ke jari-jari kaki. Ada juga lengkungan kaki (arch) nan bekerja menyebarkan beban tubuh saat kita berdiri alias berjalan.

Tumit kita juga punya alas alami nan berfaedah sebagai shock absorber kaki, meredam tekanan setiap kali kita melangkah.

Penyebab Taji Tumit

Ada beberapa perihal nan bisa menyebabkan seseorang mengalami taji tumit. Berikut adalah penyebab taji tumit nan paling umum:

1. Tekanan Terlalu Berat pada Tumit

Tekanan berlebih pada tumit adalah penyebab utama taji tumit. Kalau tumit kita terus-menerus menerima beban berat dalam waktu lama, tubuh bakal membentuk tulang tambahan sebagai corak perlindungan.

Ini sering terjadi pada orang nan pekerjaannya mengharuskan berdiri alias melangkah berjam-jam setiap hari di lantai nan keras.

2. Olahraga nan Terlalu Berat

Taji tumit akibat olahraga sering dialami oleh atlet alias orang nan sangat aktif berolahraga.

Overuse injury alias cedera lantaran kaki dipakai berlebihan bisa menyebabkan cedera berulang pada kaki.

Olahraga seperti lari jarak jauh, lompat, alias aktivitas nan banyak membebani tumit bisa menyebabkan peradangan jaringan lunak kaki nan akhirnya memicu pertumbuhan tulang nan tidak normal.

3. Sepatu nan Tidak Cocok

Taji tumit akibat sepatu tidak tepat adalah penyebab nan sering diabaikan.

Sepatu nan terlalu sempit, terlalu longgar, alias tidak punya alas nan cukup bisa mengganggu biomekanika kaki saat berdiri dan berlari.

Sepatu running nan tidak sesuai dengan corak kaki kita juga bisa meningkatkan akibat taji tumit.

4. Cara Berjalan nan Salah

Pola melangkah (gait) dan pengaruhnya pada tumit sangat penting. Kalau langkah melangkah kita tidak normal, misalnya kaki terlalu condong ke dalam (overpronation), tekanan di telapak kaki dan tumit jadi tidak merata.

Pola melangkah nan salah ini bisa menyebabkan sakit tumit mekanis dan pada akhirnya memicu pertumbuhan tulang.

5. Faktor Usia

Taji tumit pada orang tua lebih sering terjadi lantaran beberapa alasan. Seiring bertambahnya usia, kondisi kaki pada lansia mengalami perubahan alami.

Bantalan lemak di tumit menipis, jaringan di kaki menjadi kurang elastis, dan corak lengkungan kaki berubah. Semua perubahan ini membikin tumit lebih mudah cedera dan lebih rentan terkena taji tumit.

Peradangan di Telapak Kaki

Hubungan antara taji tumit dan peradangan plantar fascia sangat erat. Plantar fasciitis alias peradangan plantar fascia sering terjadi duluan sebelum terbentuknya taji tumit.

Kalau jaringan plantar fascia ini mengalami peradangan terus-menerus, tubuh bakal mencoba memperbaikinya dengan membentuk pertumbuhan tulang sebagai respons terhadap tarikan nan berkelanjutan.

Gejala Taji Tumit

Mengenali indikasi taji tumit sangat krusial agar bisa segera ditangani. Berikut adalah tanda-tanda nan biasa muncul:

1. Nyeri di Tumit nan Tidak Hilang-Hilang

Keluhan utama adalah taji tumit sakit saat berjalan. Rasa sakitnya biasanya terasa di bagian bawah alias belakang tumit dan bisa menjalar ke bagian kaki lainnya.

Nyeri tumit kronis ini biasanya makin parah setelah kita duduk alias rehat lama, lampau mulai melangkah lagi.

2. Sakit Saat Bangun Tidur

Gejala nan unik adalah taji tumit nyeri saat bangun tidur. Pagi-pagi saat baru bangun tidur, biasanya kita merasakan sakit nan sangat dahsyat ketika kaki pertama kali menginjak lantai.

Ini terjadi lantaran jaringan di tumit nan kaku setelah rehat semalaman tiba-tiba meregang saat kita mulai berjalan.

3. Bengkak dan Terasa Panas

Area sekitar tumit mungkin terlihat bengkak alias terasa hangat jika disentuh. Radang jaringan lunak kaki ini adalah respons tubuh terhadap tekanan alias iritasi nan terjadi.

4. Susah Berdiri Lama

Penderita taji tumit sering merasa kesulitan jika kudu berdiri dalam waktu lama alias merasa tidak nyaman saat melangkah di lantai keras.

Kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.

Bedanya Taji Tumit dan Plantar Fasciitis

Banyak orang nan bingung membedakan kedua kondisi ini. Perbedaan taji tumit dan plantar fasciitis perlu dipahami dengan jelas:

Plantar fasciitis adalah peradangan pada jaringan plantar fascia, sementara taji tumit adalah pertumbuhan tulang nan nyata. Tapi keduanya sering terjadi berbarengan dan saling berkaitan.

Perbedaan nyeri tumit mekanis vs inflamasi juga penting: nyeri mekanis biasanya lantaran tekanan bentuk langsung, sedangkan nyeri inflamasi lantaran ada proses peradangan.

Cara Mendiagnosis Taji Tumit

Untuk memastikan diagnosis, master biasanya bakal melakukan pemeriksaan bentuk dan tes pencitraan.

  • X-ray tumit adalah langkah paling umum untuk memandang apakah ada tulang tumbuh di tumit.
  • MRI. Dalam beberapa kasus, MRI kaki mungkin diperlukan untuk memandang perincian jaringan lunak dan hubungannya dengan tulang.

Cara Mengobati Taji Tumit

Ada beragam langkah mengobati taji tumit, mulai dari perawatan sederhana sampai tindakan medis. Berikut pilihannya:

Pengobatan Tanpa Operasi

  • Fisioterapi dan Peregangan: Rutin melakukan stretching otot betis bisa membantu mengurangi tarikan pada plantar fascia dan tumit. Fisioterapis bisa memberikan latihan unik untuk memperkuat otot kaki dan meningkatkan kelenturan.
  • Alas Kaki Khusus: Menggunakan orthotic insole alias orthotic insole tumit bisa membantu menyebarkan tekanan lebih merata dan mengurangi beban pada area nan bermasalah. Bantalan silikon tumit juga bisa memberikan kenyamanan tambahan.
  • Terapi ESWT: Terapi ESWT alias terapi gelombang kejut adalah metode tanpa operasi nan menggunakan gelombang bunyi untuk merangsang pengobatan jaringan dan mengurangi rasa sakit.
  • Obat-obatan: Meskipun tidak ada obat taji tumit nan efektif untuk menghilangkan pertumbuhan tulangnya langsung, obat anti-inflamasi bisa membantu mengurangi nyeri dan peradangan. Dalam kasus tertentu, master mungkin merekomendasikan injeksi kortikosteroid untuk mengurangi peradangan nan parah.
  • Alat Bantu Lainnya: Menggunakan foam roller untuk memijat otot betis dan telapak kaki bisa membantu mengurangi ketegangan. Memilih sepatu nan tepat dengan support lengkungan nan baik sangat krusial dalam mengelola kondisi ini. Pemilihan dasar kaki nan tepat adalah kunci untuk mengurangi keluhan.

Operasi Taji Tumit

Kalau perawatan biasa tidak sukses dan kondisinya sudah parah, operasi taji tumit alias pembedahan heel spurs mungkin diperlukan.

Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan pertumbuhan tulang nan tidak normal dan melepaskan ketegangan pada jaringan di sekitarnya.

Cara Mencegah Taji Tumit

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa langkah untuk mencegah heel spurs:

  1. Pilih Sepatu nan Tepat: Pilih sepatu dengan alas nan cukup, support lengkungan nan baik, dan ukuran nan pas. Hindari sepatu kewenangan tinggi alias sepatu datar tanpa alas untuk waktu lama.
  2. Pemanasan Sebelum Olahraga: Lakukan pemanasan dan peregangan nan betul sebelum berolahraga untuk mengurangi akibat cedera berulang pada kaki.
  3. Jaga Berat Badan: Kelebihan berat badan bakal menambah tekanan berlebih pada tumit dan mempercepat kerusakan jaringan.
  4. Olahraga dengan Bijak: Hindari aktivitas bentuk dan beban kaki nan terlalu berat secara tiba-tiba. Tingkatkan intensitas olahraga secara bertahap.
  5. Perhatikan Cara Berjalan: Kalau langkah melangkah Anda tidak normal alias ada kelainan muskuloskeletal kaki, konsultasikan dengan mahir untuk mendapatkan solusi nan tepat.

Kesimpulan tentang Taji Tumit

Taji tumit adalah kondisi nan bisa dikelola dengan baik jika kita mengerti penyebab dan langkah penanganannya. Penyebab taji tumit bermacam-macam, mulai dari tekanan nan terlalu berat, olahraga berlebihan, sampai aspek usia.

Dengan mengenali indikasi heel spurs sejak awal dan segera mencari perawatan nan tepat, kita bisa mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup.

Meskipun taji tulang tidak bakal lenyap sendiri, ada banyak langkah mengobati heel spurs nan tersedia untuk membantu mengelola indikasi dan mencegah komplikasi.

Mulai dari perawatan sederhana seperti fisioterapi dan penggunaan orthotic insole, sampai tindakan medis seperti terapi ESWT alias operasi heel spurs jika kasusnya sudah parah.

Yang krusial diingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Dengan memilih dasar kaki nan tepat, menjaga langkah melangkah nan baik, dan mengelola aktivitas bentuk dan beban kaki dengan bijak, kita bisa mengurangi akibat terkena masalah ini.

Kalau Anda mengalami nyeri tumit kronis alias menduga punya heel spurs, segera konsultasikan dengan master untuk mendapatkan pemeriksaan dan rencana perawatan nan sesuai.

Dengan penanganan nan tepat dan kesabaran, sebagian besar orang bisa mengatasi kondisi ini dan kembali beraktivitas seperti biasa tanpa rasa sakit.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Taji Tumit

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik heel spurs.

Apakah taji tumit bisa sembuh sepenuhnya?

Taji tumit nan sudah terbentuk umumnya berkarakter permanen dan tidak dapat lenyap dengan sendirinya. Namun, indikasi nyeri nan ditimbulkan bisa mereda dan muncul kembali seiring waktu.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol alias ibuprofen, serta melakukan perawatan tambahan sesuai rekomendasi dokter.

Apa nan menyebabkan taji tumit muncul?

Heel spurs terjadi akibat penumpukan kalsium alias pengapuran pada tulang tumit.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh tekanan berulang pada tumit, cedera, pemakaian dasar kaki nan tidak sesuai, serta peradangan jaringan di sekitar telapak kaki.

Meski tidak selalu menimbulkan gejala, heel spurs dapat menyebabkan rasa nyeri saat berdiri, berjalan, alias berlari.

Bagaimana langkah meredakan nyeri akibat taji tumit?

Ada beberapa langkah nan bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit pada tumit, di antaranya:

  • Mengistirahatkan kaki dan menghindari aktivitas nan memberikan tekanan berlebih pada tumit
  • Mengompres tumit dengan es selama 10–15 menit dua kali sehari untuk mengurangi peradangan
  • Menggunakan sepatu nan nyaman dan sesuai dengan corak kaki
  • Menggunakan perangkat bantu seperti alas unik tumit untuk mengurangi tekanan saat berjalan

Jika nyeri terus berlanjut, segera konsultasikan dengan master untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut

Nyeri pada tumit bisa menjadi tanda penyakit apa?

Rasa sakit di tumit bisa disebabkan oleh beragam kondisi, mulai dari cedera ringan akibat aktivitas sehari-hari hingga penyakit tertentu seperti plantar fasciitis dan bursitis.

Jika nyeri tumit terjadi secara terus-menerus alias disertai pembengkakan, sebaiknya segera periksakan ke master untuk mendapatkan pemeriksaan nan tepat.

Makanan apa saja nan sebaiknya dihindari jika mengalami nyeri tumit?

Saat mengalami nyeri tumit, ada beberapa jenis makanan nan sebaiknya dihindari lantaran dapat memperburuk peradangan, seperti:

  • Makanan tinggi natrium, seperti daging olahan, keju, dan makanan sigap saji
  • Makanan berlemak tinggi, termasuk gorengan, daging merah, dan produk susu olahan
  • Makanan tinggi gula, seperti minuman bersoda, permen, dan makanan manis lainnya
  • Mengonsumsi makanan sehat nan kaya bakal antioksidan dan masam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan sendi serta tulang.

Selengkapnya