Analis Ini Klaim Level Us$ 92.000 Adalah Penentu Hidup Matinya Bitcoin

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

– Pasar mata uang digital kembali bergerak positif setelah Bitcoin (BTC) memantul kuat dari penurunan tajam tanggal 1 Desember. Menurut analis terkenal Michael van de Poppe di media sosial X, pemulihan nilai ini menunjukkan bahwa pasar tetap mempunyai dorongan buyer nan solid, namun ada satu level krusial nan kudu ditembus sebelum tren bullish bisa berlanjut.

Dalam salah satu pembaruan nan dia tuliskan, Poppe menekankan bahwa area US$ 92.000 adalah resisten paling krusial dalam struktur jangka pendek BTC. Sepanjang beberapa hari terakhir, area tersebut telah menahan upaya breakout. Namun rebound sigap pada Senin membikin nilai kembali menguji area tersebut, nan menandakan peningkatan momentum dari sisi pembeli.

Poppe mengatakan, jika Bitcoin sukses menembus dan memperkuat di atas US$ 92.000, maka skenario bullish bakal kembali dominan.

“Jika US$ 92.000 pecah, saya percaya kita bakal mulai memandang all-time high baru dan uji coba di US$ 100.000,” ungkap Poppe.

Dengan pasar mata uang digital nan sempat melemah pada awal bulan, reli sigap Bitcoin menjadi sinyal bakal potensi pemulihan meski belum pasti.

Kendati demikian, kegagalan menembus US$ 92.000 dapat membuka kesempatan konsolidasi lebih lama alias penurunan di kisaran nomor US$ 86.500. Untuk saat ini, konsentrasi pasar tetap tertuju pada apakah BTC bisa keluar dari area resisten dan mengonfirmasi kembalinya tren bullish jangka menengah.

“Hari nan bagus untuk pasar,” ujarnya.

This is what you'd want to see. $BTC coming back up again, after a weird move down on the 1st of this month.

Now, again, breaking the $92K area is crucial.

If that breaks, then I'm sure we'll start to see a new all-time high and a test at $100K.

A great day on the markets. pic.twitter.com/uy6WPabnQ8

— Michaël van de Poppe (@CryptoMichNL) December 2, 2025

Baca Juga: Gagal Bertahan di Atas US$ 90.000, Analis Klaim Bitcoin Bakal Jatuh ke Level Ini

Selain itu, dalam satu pembaruan lain Poppe juga menyatakan bahwa siklus empat tahunan Bitcoin, sudah tidak lagi sah di era mengambil masif. Dalam pernyataannya, Poppe menilai bahwa mengharapkan Bitcoin mengikuti pola tetap setiap empat tahun adalah pendekatan nan makin tidak realistis.

Ia pun menilai bahwa mengharapkan Bitcoin mengikuti pola waktu tetap setiap empat tahun adalah pendekatan nan semakin tidak realistis.

“Saya tidak berpikir siklus 4 tahun tetap valid. Aneh rasanya menganggap mengambil teknologi berskala dunia bakal tertib mengikuti urutan empat tahunan nan hanya didasarkan pada sisi suplai Bitcoin,” Poppe.

Menurutnya, pasar saat ini dipengaruhi oleh aspek nan jauh lebih kompleks dibandingkan sekedar sistem halving. Arus institusional, kebijakan bank sentral, dinamika likuiditas dunia dan peningkatan penggunaan aset mata uang digital dalam sektor finansial tradisional telah merubah ritme pergerakan Bitcoin.

Poppe menegaskan bahwa meskipun banyak analis mulai memperkirakan bahwa bull run telah berhujung setelah koreksi tajam belakangan ini, dia justru memandang siklus saat ini tetap jauh dari selesai.

“Siklus ini tetap jauh dari kata selesai,” pungkas Poppe.

I don't think the 4-year cycle is sah anymore.

It's a weird way of thinking that any form of mass adoption through technology is going to be exactly timed through a 4-year sequence that is only consisting of a supply side of #Bitcoin.

This cycle is far from over.

— Michaël van de Poppe (@CryptoMichNL) December 2, 2025

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya