Analis Ini Ungkap Siklus 4 Tahun Bitcoin Adalah Kebohongan, Apa Dasarnya?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

– Narasi siklus empat tahun Bitcoin (BTC) kembali dipertanyakan. Kali ini, perihal tersebut menjadi pembahasan oleh salah satu analis mata uang digital di media sosial X dengan nama ‘Sykodelic’, nan menyebut bahwa konsep tersebut sebagai mitos nan terlalu disederhanakan dan tidak lagi relevan untuk membaca pergerakan pasar Bitcoin saat ini.

“Pasar finansial, termasuk kripto, digerakkan oleh aspek nan jauh lebih dalam dibanding sekedar jendela waktu empat tahun,” ungkap Sykodelic.

Dalam pandangannya, tidak ada ‘kode’ di dalam Bitcoin nan mewajibkan nilai mengikuti pola siklus empat tahun secara kaku. Meski sistem halving memang ada, dampaknya dinilai semakin mini seiring matangnya jaringan dan meningkatnya peran aspek makro. Ia menekankan bahwa banyak pelaku pasar terlalu dogmatis memegang pola historis tanpa menelaah info nan lebih luas.

Sykodelic menyoroti bahwa secara historis, apa nan sering disebut sebagai siklus empat tahun sebenarnya hanya betul-betul terjadi dua kali.

“Bahkan pada periode awal tersebut, pergerakan nilai Bitcoin lebih selaras dengan perubahan likuiditas global, terutama neraca bank sentral daripada aspek internal jaringan semata. Ini berarti, lonjakan dan puncak nilai lebih berangkaian dengan kondisi duit dunia daripada almanak kripto,” ujarnya.

Dia juga menilai siklus bisnis-lah nan menjadi penggerak utama momentum Bitcoin. Tidak kebetulan, lanjutnya, bahwa periode saat ini bertepatan dengan kontraksi siklus upaya terpanjang dalam beberapa dekade, nan juga menghasilkan siklus Bitcoin terlemah sejauh ini.

“Ketika parameter ekonomi seperti PMI disejajarkan dengan pergerakan kripto, korelasinya menjadi semakin jelas,” kata Sykodelic.

Baca Juga: Tekanan Makro Amerika Seret Pasar Kripto ke Zona Koreksi

Lebih jauh, dirinya juga menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini disebut lebih mirip 2019 daripada fase akhir bull market. Indikator lintas pasar seperti rasio ETH/BTC, kekuasaan Bitcoin dan TOTAL3/BTC dinilai tidak menunjukkan karakter akhir siklus. Fokus pada nilai Bitcoin saja tanpa membaca struktur pasar secara menyeluruh, dianggap sebagai kesalahan kajian nan berulang.

Anomali lain nan disorot oleh Sykodelic, adalah kebenaran bahwa Bitcoin mencetak all-time high sebelum halving. Lebih mencolok lagi, tahun nan secara teori merupakan tahun terakhir siklus empat tahun, nan biasanya menjadi fase parabolik, justru berubah menjadi tahun merah. Menurutnya, ini sendiri sudah cukup untuk meruntuhkan narasi lama.

Dari sisi teknikal jangka panjang pun, dia menegaskan bahwa tidak pernah terjadi ekspansi nilai nan ‘sehat’ seperti pada siklus sebelumnya.

“Bitcoin tidak masuk ke kondisi overbought pada time frame bulanan, dan Bollinger Bands mingguan kandas melebar secara signifikan. Selain itu, tidak ada satupun sinyal puncak utama nan biasanya muncul di akhir siklus terkonfirmasi kali ini,” paparnya.

Yang paling krusial, menurut Sykodelic, ialah setiap puncak siklus Bitcoin sebelumnya selalu bertepatan dengan puncak likuiditas global. Saat ini, kondisi justru berlawanan, dengan bumi baru memasuki fase siklus likuiditas baru. Dalam konteks tersebut, dia menilai prematur untuk menyimpulkan bahwa Bitcoin telah memasuki akhir siklus.

“Reli nilai Bitcoin kali ini terjadi di tengah lingkungan likuiditas nan tetap mengetat. Faktor seperti ETF dan narasi kepintaran buatan memungkinkan apresiasi harga, namun belum cukup kuat untuk memicu fase parabolik seperti pada siklus-siklus sebelumnya,” pungkas Sykodelic.

The 4 year cycle is a lie.

What drives financial markets goes so much deeper than just a certain time window.

And here, today, I've provided cold hard info that proves this view is false and should not be blindly upheld.

I welcome anyone to debate me on this topic, but you… pic.twitter.com/YSavZvF02z

— Sykodelic 🔪 (@Sykodelic_) December 16, 2025

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya