Analis Jelaskan Kenapa Altcoins Gagal Sepanjang 2025

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

– Dalam beberapa minggu terakhir, pasar mata uang digital dipenuhi rasa bingung. Bitcoin (BTC) turun dari puncaknya, altcoin terlihat makin lesu, dan banyak penanammodal mulai bertanya-tanya mengenai apakah bull market sudah selesai.

Di tengah keraguan itulah analis terkenal dengan nama samaran ‘VirtualBacon‘ muncul dengan pandangan nan berbeda. Dalam pembaruan ini, dia menyampaikan analisa terbarunya dengan lebih tenang, terstruktur dan bertolak belakang dari narasi kepanikan nan beredar.

Menurutnya, apa nan sedang dilihat oleh para penanammodal dan trader bukanlah awal dari crypto winter, melainkan mid-cycle breakdown, ialah fase pendinginan alami setelah kenaikan kuat, sebelum siklus besar berikutnya.

Bitcoin Belum Kalah, Hanya Istirahat

VirtualBacon membuka analisanya dengan menjelaskan bahwa meskipun Bitcoin sempat jatuh di bawah 50-week SMA, perihal ini tidak cukup untuk menyimpulkan datangnya bear market multi-tahun. Dalam siklus sebelumnya, Bitcoin baru memasuki bear market besar setelah mengalami puncak euforia nan diakhiri ledakan parabola.

Tapi tahun ini, katanya, tidak ada tanda-tanda mania itu. Tanada-tanda nan dia maksud adalah FOMO massal, lonjakan keterlaluan dan puncak siklus seperti 2017 alias 2021.

“Tidak ada puncak parabolik, tidak ada crash 80 persen. Ini hanya jeda,” ungkap VirtualBacon.

Simulasi sederhana menunjukkan bahwa Bitcoin kudu runtuh hingga di bawah US$ 30.000 untuk mencapai penurunan unik bear market 75-85 persen. Baginya, skenario itu tidak masuk logika lantaran struktur siklus tidak mendukung.

Bottom Paling Logis?

Dalam analisanya, VirtualBacon menyebut tiga level nan paling menentukan pergerakan Bitcoin:

  • 100-week MA sudah disentuh.
  • 200-week EMA mengarah ke kisaran US$ 70.000.
  • Area konsolidasi 2024 di kisaran US$ 64.000.

Dari sinilah dia memandang potensi besar bahwa pasar bakal bergerak perlahan, apalagi mungkin melemah sedikit demi sedikit, sebelum akhirnya menetap di area kuat 70-an.

Salah satu perihal nan menarik, VirtualBacon mengaku bahwa dirinya tidak menjual Bitcoin meski harganya bergerak turun. Ia malah menyebut fase ini sebagai kesempatan.

Menurutnya, banyak penanammodal menyesal lantaran selalu menunggu “lebih jelas” baru mau masuk, dan akhirnya tak pernah masuk di nilai murah.

Karena itu, dia tetap membeli setiap penurunan menuju US$ 70.000, sembari menekankan bahwa fase seperti ini selalu tampak menakutkan. Namun dia menilai justru inilah bagian dari perjalanan menuju siklus berikutnya.

Baca Juga: Waspada, Investor Besar Kirim Ribuan BTC ke Bursa

Kenaikan Jangka Pendek Bisa Terjadi, Namun Bukan Breakout

Secara jangka pendek, dia memperkirakan Bitcoin tetap mungkin memantul kembali ke area US$ 98.000 – US$ 102.000. Hal ini utamanya didukung oleh aspek makro:

  • QT dihentikan
  • Tingginya probabilitas rate cut Desember.
  • Likuiditas bertambah dari TGA drain.

Namun, dia memberi peringatan, ialah area US$ 100.000 itu bukan tempat Bitcoin ‘pecah ke langit’, melainkan resisten nan berat.

Altseason Lama Sudah Mati

Di sinilah kajian VirtualBacon menjadi paling tajam, dan mungkin paling mengejutkan.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, altcoins tidak mengikuti Bitcoin ketika mencapai ATH baru. Chart ETH/BTC, SOL/BTC, XRP/BTC hingga Total3 semuanya terus menurun,” kata VirtualBacon.

Baginya, ini bukan anomali sederhana, ini tanda perubahan struktural besar. Penyebabnya adalah pergeseran likuiditas global. Likuiditas saat ini mengalir hanya ke:

  • Bitcoin
  • Emas
  • SnP dan Nasdaq
  • Saham AI
  • Aset mega-cap

Sebaliknya, altcoin sekarang diperlakukan pasar seperti small cap stocks, nan selalu menderita ketika bank sentral mengetatkan likuiditas.

Altseson Sekarang Bukan Siklus

Altseason empat tahun sekali, diklaim oleh VirtualBacon merupakan sebuah pola nan selalu diyakini penanammodal lama, menurutnya sudah berakhir.

Ke depan, altseason hanya mungkin terjadi jika:

  • ISM memantul (indikator ekonomi Amerika Serikat mencerminkan ekspansi).
  • Likuiditas dunia kembali deras.

Tanpa dua aspek ini, altseason hanya bakal terjadi singkat, dangkal dan selektif.

Portofolio Menuju 2026

VirtualBacon tak hanya berbincang teori, dia juga menunjukkan gimana dia mempromosikan portofolionya:

  • 80 persen lebih Bitcoin.
  • Kurang dari 20 persen altcoin, hanya untuk trading jangka pendek.

Altcoins, menurutnya, sekarang bukan ‘investasi’ melainkan ‘instrumen taktis’.

Ia memperingatkan bahwa altcoin bisa jatuh 50 persen hanya dalam sebulan, sehingga kudu diperlakukan seperti posisi high risk short-term, bukan pegangan jangka panjang.

Yang tetap dia trading-kan hanyalah:

  • token baru
  • fair-launch
  • ICO
  • event catalyst 1-3 minggu

Dan setelah selesai, dia kembali memasukkan untung ke Bitcoin.

🚨 My Bitcoin and Altcoin Plan Going Into 2026 🚨

Bitcoin broke key support. Altcoins never had a real cycle.

Here’s exactly how I’m positioned heading into 2026, what I’m buying, what I’m avoiding, and how the macro completely changes this cycle 🧵👇

— VirtualBacon (@virtualbacon) November 30, 2025

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya