Bitcoin memulai pekan ini dengan upaya mempertahankan pergerakan nilai positif, meski tetap berada di bawah $90,000. Setelah beberapa hari terakhir bergerak relatif stabil, perhatian pelaku pasar kembali tertuju pada kombinasi sentimen global, kondisi makro, serta perilaku institusi.
Di satu sisi, rasa takut mulai mendominasi ilmu jiwa pasar. Di sisi lain, Bitcoin belum menunjukkan pelemahan nilai nan agresif.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan krusial bagi penanammodal dan trader di awal pekan, apakah Bitcoin tetap mempunyai ruang untuk apresiasi harga, alias justru sedang bersiap memasuki fase koreksi lanjutan.
Narasi Sentimen di Sekitar Bitcoin
Sentimen pasar Bitcoin mengalami perubahan signifikan dalam beberapa sesi terakhir. Rasa takut kembali mengambil alih, tercermin dari Crypto Fear and Greed Index nan turun ke nomor 20 dan menempatkan pasar di area fear.
Penurunan ini terjadi cukup sigap dibandingkan dengan perubahan nilai Bitcoin itu sendiri, nan hingga sekarang tetap bisa memperkuat di sekitar wilayah nilai $90,000.
Perbedaan arah antara sentimen dan pergerakan nilai ini menunjukkan bahwa tekanan utama saat ini lebih banyak berasal dari sisi psikologis pelaku pasar, bukan dari pelemahan struktur nilai nan tajam.
Dalam beberapa bulan terakhir, indeks sentimen tersebut perlahan bergerak turun dari kondisi netral dan greed menuju fear nan semakin dalam. Menariknya, setiap penurunan sentimen tidak selalu diikuti oleh koreksi nilai nan sebanding.
Bitcoin justru condong bergerak mendatar, seolah menahan tekanan emosional pasar. Situasi seperti ini sering kali muncul ketika pasar berada dalam fase menunggu kepastian arah, di mana pelaku pasar memilih mengurangi eksposur dan menahan posisi sembari menunggu pertanda pergerakan nilai berikutnya.
Pergerakan nilai Bitcoin nan relatif stabil di tengah memburuknya sentimen juga menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mendominasi.
Dalam banyak kasus sebelumnya, kondisi ini mencerminkan proses penyerapan, di mana suplai nan dilepas ke pasar tetap bisa diserap oleh permintaan nan konsisten. Artinya, meski rasa takut meningkat, belum ada dorongan kuat nan memicu tindakan jual besar-besaran.
Secara historis, tingkat fear di sekitar nomor 20 sering kali muncul di fase-fase penting. Dalam beberapa siklus sebelumnya, kondisi ini kerap terlihat mendekati dasar pergerakan nilai lokal alias menjelang fase konsolidasi nan cukup panjang sebelum volatilitas kembali meningkat.
Fear memang bisa memperkuat lebih lama dari perkiraan, namun biasanya bakal mencapai titik jenuh ketika ketidakpastian sudah sepenuhnya tercermin dalam sentimen pasar.
Jika dilihat lebih luas, kondisi saat ini lebih menggambarkan pasar nan berada dalam ketegangan, bukan kepanikan.
Bitcoin tetap bisa mempertahankan wilayah harganya, sementara kepercayaan pelaku pasar terus diuji. Resolusi dari ketegangan ini bakal sangat berjuntai pada aspek pemicu berikutnya, baik dari sisi makroekonomi maupun dinamika likuiditas global.
Apakah fear ini bakal berujung pada koreksi lanjutan alias justru membuka ruang bagi pergerakan positif nan lebih tegas, tetap menjadi pertanyaan utama di pekan ini.
Analisis Harga Bitcoin
Dari sisi pergerakan harga, Bitcoin saat ini tetap berupaya membangun momentum positif, namun belum menunjukkan pertanda nan betul-betul meyakinkan.
Indikator teknikal memperlihatkan RSI nan tetap berada di area negatif, menandakan bahwa tekanan beli belum cukup kuat untuk mengubah struktur pergerakan nilai secara menyeluruh. Selain itu, nilai Bitcoin juga tetap berada di bawah EMA, nan mengindikasikan bahwa kecenderungan jangka pendek belum berpihak pada apresiasi nilai nan berkelanjutan.
Data arus biaya lembaga melalui ETF Bitcoin memberikan gambaran nan cukup menarik. Pada pembaruan tanggal 12 Desember, tercatat 1D NetFlow sebesar 400 BTC alias setara dengan penjualan sebesar $36.92 Juta. Angka ini menunjukkan adanya tekanan jual jangka pendek dari lembaga pada akhir pekan lalu.
Namun jika dilihat dalam rentang nan lebih luas, 7D NetFlow justru mencatatkan pembelian 3,572 BTC alias sekitar $329,48 Juta. Kondisi ini menandakan bahwa secara mingguan, lembaga tetap berada dalam posisi akumulasi, meski dengan ritme nan lebih hati-hati.
Perbedaan antara arus harian dan mingguan ini mencerminkan sikap wait and see dari pelaku institusi. Mereka belum sepenuhnya meninggalkan pasar, namun juga tidak menunjukkan agresivitas pembelian dalam jangka sangat pendek.
Grafik Harian BTCUSD

Kondisi ini selaras dengan sentimen fear nan sedang mendominasi, di mana lembaga condong mengelola akibat sembari menunggu kejelasan arah pergerakan nilai Bitcoin.
Untuk jangka pendek, pergerakan positif nan lebih meyakinkan baru bakal terlihat jika Bitcoin bisa melewati wilayah nilai $90,000. Area ini menjadi titik krusial lantaran di sinilah pasar memerlukan konfirmasi bahwa tekanan beli mulai kembali mendominasi.
Jika sukses menembus dan memperkuat di atas $90,000, perhatian selanjutnya bakal tertuju pada wilayah nilai $93,500.
Melewati area tersebut bakal menjadi konfirmasi lanjutan bagi apresiasi nilai nan lebih kuat dan berkelanjutan.
Sebaliknya, jika Bitcoin kandas membangun pergerakan nilai nan solid di atas $90,000, akibat koreksi tetap terbuka. Dalam skenario ini, Bitcoin berpotensi kembali menguji wilayah nilai $84,660.
Koreksi menuju area tersebut tidak serta-merta mengubah struktur jangka menengah, namun bisa memperpanjang fase konsolidasi. Pergerakan nilai kemungkinan bakal berjalan dalam rentang $90,000 hingga $84,660 hingga pasar mendapatkan katalis baru nan cukup kuat.
Hingga awal pekan ini, belum terlihat adanya sentimen baru nan betul-betul bisa mendorong perubahan signifikan pada pergerakan nilai Bitcoin. Tanpa support sentimen tambahan, baik dari kebijakan moneter maupun arus likuiditas baru, Bitcoin tetap berada dalam fase transisi.
Pasar saat ini lebih banyak digerakkan oleh ilmu jiwa dan penyesuaian posisi, bukan oleh dorongan esensial jangka pendek.
Secara keseluruhan, kondisi Bitcoin di awal pekan ini mencerminkan keseimbangan nan rentan antara angan dan kehati-hatian. Selama nilai tetap berada di bawah EMA dan RSI belum keluar dari area negatif, potensi apresiasi nilai tetap memerlukan konfirmasi tambahan.
Namun, bertahannya nilai di tengah sentimen fear juga menunjukkan bahwa pasar belum kehilangan injakan sepenuhnya.
Pekan ini bakal menjadi fase krusial untuk memandang apakah Bitcoin bisa mengubah ketegangan ini menjadi pergerakan positif nan lebih jelas, alias justru memperpanjang konsolidasi dalam rentang nilai nan ada.
Kesimpulan
Bitcoin memasuki awal pekan dengan kondisi nan tetap sarat kehati-hatian. Walau pergerakan nilai berupaya mengarah positif, tekanan sentimen fear dan parameter teknikal nan belum mendukung menunjukkan bahwa pasar tetap memerlukan konfirmasi lanjutan.
Data arus biaya ETF mengindikasikan lembaga belum sepenuhnya keluar, namun memilih bersikap selektif dalam jangka pendek.
Selama Bitcoin belum bisa memperkuat di atas wilayah nilai $90,000, fase konsolidasi tetap berpotensi berlanjut. Oleh lantaran itu, manajemen akibat tetap menjadi kunci, sembari menunggu pertanda pergerakan nilai nan lebih jelas dan berkelanjutan.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
2 minggu yang lalu