Apa Fungsi Tulang Kering? Kenali Perannya Untuk Tubuhmu!

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Pernahkah Anda bertanya-tanya, apa kegunaan tulang kering dalam tubuh kita? Tulang nan terletak di bagian depan betis ini rupanya punya peran nan sangat besar dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai dari saat kita bangun tidur, melangkah ke bilik mandi, naik tangga, sampai berlari mengejar bus—semua aktivitas itu melibatkan tulang kering alias nan dalam bahasa medis disebut tibia.

Sayangnya, banyak orang baru sadar pentingnya tulang kering ketika sudah mengalami masalah seperti cedera alias tulang kering sakit.

Padahal, memahami kegunaan tulang kering dan langkah merawatnya bisa membantu kita terhindar dari beragam masalah kesehatan nan mengganggu. Mari kita telaah lebih dalam tentang tulang kering ini dengan bahasa nan mudah dipahami.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri lutut dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Mengenal Apa Fungsi Tulang Kering dalam Tubuh Kita

Tulang kering adalah tulang besar nan ada di bagian depan kaki bawah alias tungkai bawah. Kalau Anda meraba bagian depan betis, tulang nan terasa keras di situ adalah tulang kering. Tulang ini bentuknya panjang, mulai dari dengkul sampai ke pergelangan kaki.

Tulang kering tidak sendirian di kaki bawah. Ia punya kawan nan namanya fibula alias tulang betis, nan letaknya di sisi luar kaki.

Keduanya bekerja sama membentuk struktur kaki bawah nan kuat tapi tetap bisa bergerak dengan leluasa.

Dalam anatomi kaki manusia, kombinasi kedua tulang ini sangat krusial untuk menopang tubuh dan membantu kita bergerak.

Yang menarik, tulang kering ini termasuk dalam golongan tulang panjang dalam sistem rangka tubuh. Kalau dibandingkan dengan tulang betis, ukuran tulang kering jauh lebih besar dan kuat.

Ini masuk logika lantaran kegunaan tulang kering memang lebih berat—ia kudu menahan nyaris semua berat badan kita.

Apa Fungsi Tulang Kering pada Manusia?

Sekarang kita masuk ke pertanyaan utama: apa saja kegunaan tulang kering? Ternyata, peran tulang kering dalam tubuh kita sangat beragam dan vital. Mari kita telaah satu per satu.

1. Menopang Berat Badan Kita Setiap Hari

Fungsi tulang kering nan paling utama adalah menopang tubuh. Bayangkan, setiap kali Anda berdiri, seluruh berat badan Anda disalurkan dari tulang paha ke tulang kering, lampau ke kaki.

Fungsi tulang kering untuk menopang tubuh ini sangat luar biasa—ia kudu kuat menahan beban tubuh nan bisa puluhan kilogram, apalagi sampai ratusan kilogram pada beberapa orang.

Kegunaan tulang kering sebagai penopang berat badan ini bekerja tanpa henti. Saat Anda duduk lampau berdiri, naik turun tangga, alias sekadar melangkah santai, tulang kering terus bekerja menahan beban tubuh.

Ini sebabnya struktur tulang kering dibuat sangat kuat dengan kepadatan tulang nan tinggi.

Yang menarik, kegunaan penopang berat badan ini tidak hanya bekerja saat kita diam. Saat berlari alias melompat, tekanan pada tulang kering bisa meningkat berkali lipat.

Misalnya saat Anda melompat, tekanan nan diterima tulang kering bisa mencapai 3-4 kali berat badan Anda. Makanya tidak heran jika tulang kering termasuk salah satu tulang terkuat di tubuh.

2. Membantu Kita Berjalan dan Berlari

Fungsi dari tulang kering tidak hanya menopang tubuh saja. Peran tulang kering dalam melangkah juga sangat penting.

Setiap kali Anda melangkah, tulang kering bekerja seperti tuas nan membantu menggerakkan kaki ke depan.

Bagaimana langkah kerja tulang kering saat kita berjalan? Prosesnya sebenarnya cukup kompleks tapi bisa dijelaskan dengan sederhana.

Saat Anda mengangkat kaki, otot-otot nan menempel di tulang kering berkontraksi. Tulang kering kemudian bertindak sebagai tuas nan mengubah kontraksi otot menjadi aktivitas kaki. Hasilnya, kaki Anda bisa bergerak maju dengan lancar.

Fungsi tulang kering dalam aktivitas bentuk menjadi lebih krusial lagi saat kita berlari. Saat berlari, tulang kering tidak hanya menopang tubuh tapi juga menyerap guncangan dari tumbukan kaki dengan tanah.

Tulang nan sehat bakal menyerap daya ini dan mencegah cedera pada sendi dengkul dan pergelangan kaki.

3. Kerja Sama dengan Tulang Betis

Kalau kita bicara tentang apa kegunaan tulang kering dan tulang betis, keduanya sebenarnya saling melengkapi.

Fungsi tulang tibia dan fibula dirancang untuk bekerja bersama-sama. Tulang kering mengambil porsi terbesar dalam menahan berat badan—sekitar 80-90% dari beban tubuh.

Sementara tulang betis lebih konsentrasi membantu stabilitas pergelangan kaki dan menjadi tempat menempelnya beberapa otot penting.

Di bagian pergelangan kaki alias ankle, kedua tulang ini membentuk semacam “cangkir” nan melingkupi tulang pergelangan kaki.

Struktur ini memberikan kestabilan sekaligus elastisitas kaki nan kita butuhkan untuk melangkah di beragam permukaan, dari nan rata sampai nan tidak rata.

4. Tempat Menempelnya Otot-Otot Penting

Fungsi tulang kering bagi tubuh manusia juga meliputi perannya sebagai tempat melekatnya beragam otot.

Ada beberapa otot besar nan menempel di tulang kering, termasuk otot gastrocnemius dan otot soleus (keduanya adalah bagian dari otot betis), serta otot tibialis anterior dan otot tibialis posterior.

Perlekatan otot ini sangat krusial lantaran tanpa tempat melekat nan kokoh, otot-otot tersebut tidak bisa bekerja dengan baik.

Otot-otot ini nan membikin kita bisa mengangkat kaki, berjinjit, alias memutar pergelangan kaki. Jadi kegunaan tulang kering adalah menyediakan fondasi nan stabil untuk otot-otot bekerja.

Struktur Tulang Kering nan Perlu Anda Ketahui

Untuk lebih memahami apa kegunaan tulang kering dan struktur anatominya, kita perlu tahu bagian-bagian krusial dari tulang ini.

Bagian-Bagian Tulang Kering

Tulang kering punya beberapa bagian nan masing-masing punya kegunaan khusus. Di bagian atas, ada kondilus tibialis nan membentuk sendi dengkul berbareng dengan femur alias tulang paha dan patella (tempurung lutut).

Bagian ini dilindungi oleh beberapa ligamen kuat seperti ligamen cruciatum anterior (ACL) dan ligamen cruciatum posterior (PCL) nan sering kita dengar cedera pada atlet sepak bola.

Di bagian depan atas tulang kering, ada tonjolan nan namanya tuberositas tibialis. Di sinilah tendon patella menempel.

Kalau Anda meraba bagian bawah tempurung lutut, tonjolan tulang nan terasa itu adalah tuberositas tibialis.

Sementara di bagian bawah, tulang kering membentuk sendi dengan talus (tulang pergelangan kaki). Ada juga tonjolan tulang di bagian dalam pergelangan kaki nan disebut malleolus medialis. Tonjolan ini bisa Anda raba dan lihat di bagian dalam mata kaki.

Apa nan Membuat Tulang Kering Kuat?

Struktur tulang kering terdiri dari jaringan tulang nan mengandung beragam mineral, terutama kalsium dan fosfor.

Kombinasi mineral ini membikin tulang kering keras dan kuat. Tapi tulang kering juga mengandung protein kolagen nan memberikan sedikit kelenturan sehingga tulang tidak mudah patah saat terkena tekanan.

Di bagian dalam tulang kering, ada sumsum tulang nan punya kegunaan krusial dalam memproduksi sel darah merah dan sel darah putih. Jadi kegunaan tulang kering tidak hanya untuk gerakan, tapi juga mendukung sistem kekebalan tubuh kita.

Kesehatan tulang sangat berjuntai pada kepadatan tulang nan baik. Kepadatan tulang ini dipengaruhi oleh asupan kalsium dan vitamin D nan cukup, serta aktivitas bentuk nan teratur.

Apa Fungsi Tulang Kering dalam Sistem Gerak Tubuh?

Fungsi tulang kering dalam sistem mobilitas sebenarnya lebih kompleks dari nan kita bayangkan. Tulang kering adalah bagian dari sistem mobilitas manusia nan juga melibatkan otot, ligamen, dan tendon.

1. Menjaga Keseimbangan dan Postur Tubuh

Salah satu kegunaan tulang kering nan sering tidak disadari adalah perannya dalam menjaga keseimbangan tubuh dan postur tubuh.

Saat Anda berdiri tegak, tulang kering membantu menjaga tubuh tetap seimbang. Kalau posisi tulang kering tidak sejajar dengan baik, bisa menyebabkan masalah postur nan berkapak ke punggung dan leher.

Mobilitas alias keahlian bergerak kita juga sangat berjuntai pada kesehatan tulang kering. Saat tulang kering bermasalah, aktivitas sederhana seperti melangkah alias naik tangga bisa menjadi sangat susah dan menyakitkan.

2. Hubungannya dengan Sendi Lutut dan Pergelangan Kaki

Tulang kering menghubungkan dua sendi penting: sendi dengkul di atas dan sendi pergelangan kaki di bawah. Kedua sendi ini sangat krusial untuk aktivitas kaki.

Sendi dengkul memungkinkan kita menekuk dan meluruskan kaki, sementara sendi pergelangan kaki memungkinkan kita menggerakkan kaki ke atas, ke bawah, dan memutar.

Tendon achilles nan menempel di bagian belakang kaki juga bekerja sama dengan tulang kering untuk menghasilkan aktivitas melangkah dan berlari nan efisien.

Semua komponen ini bekerja dalam biomekanik tubuh nan rumit namun terkoordinasi dengan sempurna.

Penyakit dan Masalah nan Bisa Terjadi pada Tulang Kering

Meskipun dirancang sangat kuat, tulang kering tetap bisa mengalami beragam masalah kesehatan. Berikut beberapa penyakit dan kondisi nan perlu Anda waspadai.

1. Patah Tulang alias Fraktur Tibia

Fraktur tibia alias patah tulang kering adalah salah satu cedera tulang kaki nan paling sering terjadi. Ini bisa disebabkan oleh kecelakaan lampau lintas, jatuh dari ketinggian, alias tumbukan keras saat berolahraga.

Fraktur tulang pada tulang kering biasanya sangat menyakitkan dan membikin penderita tidak bisa menahan berat badan sama sekali.

Gejala fraktur tibia nan paling jelas adalah tulang kering sakit nan luar biasa hebat, pembengkakan, memar, dan kadang terlihat tulang nan bengkok alias menonjol keluar.

Kondisi ini kudu segera ditangani master lantaran bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati dengan benar.

Proses pengobatan fraktur tibia biasanya menyantap waktu beberapa bulan. Dalam banyak kasus, diperlukan pembedahan untuk memasang pen alias plat besi agar tulang bisa menyatu dengan benar.

2. Shin Splints: Nyeri Tulang Kering nan Umum

Shin splints adalah masalah nan sering dialami pelari, terutama nan baru mulai berlatih alias nan tiba-tiba meningkatkan intensitas latihannya.

Kondisi ini terjadi ketika otot, tendon, dan jaringan di sekitar tulang kering mengalami peradangan lantaran tekanan berulang.

Gejalanya berupa nyeri di sepanjang bagian dalam alias depan tulang kering. Nyeri ini biasanya muncul saat mulai berlari dan bisa sedikit berkurang setelah tubuh “pemanasan”, tapi bakal kembali lebih parah setelah selesai olahraga.

Kalau Anda tekan bagian tulang kering nan sakit, biasanya bakal terasa lebih nyeri.

Kabar baiknya, shin splints biasanya bisa sembuh dengan rehat nan cukup. Tapi jika diabaikan dan terus memaksakan diri berolahraga, bisa berkembang jadi masalah nan lebih serius seperti stress fracture.

3. Stress Fracture: Retakan Kecil nan Berbahaya

Stress fracture adalah retakan mini pada tulang nan terjadi lantaran tekanan berkali-kali dalam jangka waktu lama.

Bayangkan jika Anda menekuk penggaris plastik berkali-kali—lama-lama bakal muncul retakan kan? Begitu juga nan terjadi pada tulang kering jika terus menerus mendapat tekanan tanpa rehat cukup.

Stress fracture sering dialami oleh atlet lari jarak jauh, tentara nan sering berbaris, alias penari. Gejalanya mirip dengan shin splints di awal, tapi nyerinya lebih spesifik di satu titik dan tidak lenyap dengan rehat singkat.

Yang rawan dari stress fracture adalah jika tidak diobati, retakan mini ini bisa berkembang menjadi patah tulang sempurna.

Makanya jika Anda merasakan nyeri nan tidak kunjung lenyap meski sudah rehat beberapa hari, sebaiknya periksa ke dokter.

4. Osteoporosis: Tulang Keropos

Osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan tulang menurun sehingga tulang menjadi rentan dan mudah patah.

Pada penderita osteoporosis, tulang kering bisa patah hanya lantaran jatuh terpeleset alias apalagi kadang tanpa karena nan jelas.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang lanjut usia, terutama wanita setelah menopause. Tapi bukan berfaedah orang muda tidak bisa terkena osteoporosis.

Kurang asupan kalsium dan vitamin D, jarang olahraga, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan bisa meningkatkan akibat osteoporosis di usia muda.

Yang menyulitkan dari osteoporosis adalah tidak ada indikasi sampai terjadi patah tulang. Makanya krusial untuk menjaga kesehatan tulang sejak muda dengan konsumsi makanan bergizi dan olahraga teratur.

5. Osteomielitis: Infeksi Tulang nan Serius

Osteomielitis adalah jangkitan kuman pada tulang kering. Ini kondisi nan sangat serius dan bisa terjadi jika ada luka terbuka nan memungkinkan kuman masuk ke dalam tulang, alias jika jangkitan dari bagian tubuh lain menyebar ke tulang melalui aliran darah.

Gejala osteomielitis termasuk demam tinggi, tulang kering sakit nan hebat, pembengkakan dan kemerahan di sekitar tulang nan terinfeksi, dan kadang keluar nanah dari luka.

Kondisi ini butuh penanganan sigap dengan antibiotik dosis tinggi, dan kadang perlu pembedahan untuk membersihkan infeksi.

Kalau tidak ditangani dengan benar, osteomielitis bisa menyebabkan kerusakan tulang permanen dan jangkitan menyebar ke bagian tubuh lain.

6. Arthritis di Sendi Lutut dan Pergelangan Kaki

Arthritis alias peradangan sendi bisa menyerang sendi dengkul dan pergelangan kaki nan terhubung dengan tulang kering.

Jenis arthritis nan paling umum adalah osteoarthritis, nan terjadi lantaran alas sendi (kartilago) aus seiring bertambahnya usia.

Gejala arthritis meliputi nyeri sendi, kaku terutama di pagi hari, pembengkakan, dan kesulitan bergerak. Kalau arthritis menyerang sendi nan berasosiasi dengan tulang kering, kegunaan tulang kering dalam sistem mobilitas bakal sangat terganggu.

Cara Menjaga Kesehatan Tulang Kering

Setelah memahami apa saja kegunaan tulang kering dan beragam penyakit nan bisa menyerangnya, sekarang saatnya kita telaah langkah merawatnya agar tetap sehat.

Perhatikan Asupan Nutrisi

Nutrisi adalah fondasi kesehatan tulang. Pastikan Anda mendapat cukup kalsium dari susu, keju, yogurt, ikan teri, alias sayuran hijau.

Jangan lupa vitamin D nan membantu penyerapan kalsium—bisa didapat dari sinar mentari pagi, ikan salmon, alias suplemen jika perlu.

Fosfor dan protein kolagen juga krusial untuk menjaga struktur tulang tetap kuat. Protein bisa didapat dari daging, telur, kacang-kacangan, sementara fosfor banyak terdapat di kacang-kacangan dan biji-bijian.

Olahraga dengan Bijak

Olahraga nan melibatkan menahan berat badan seperti jalan kaki, jogging, alias naik turun tangga sangat baik untuk memperkuat tulang kering.

Tapi ingat, tingkatkan intensitas latihan secara bertahap. Jangan langsung berlari 5 kilometer jika biasanya hanya jalan santai.

Bagi nan baru mulai berolahraga, mulailah dengan intensitas ringan dan lama pendek. Beri waktu tubuh untuk beradaptasi. Ini krusial untuk mencegah shin splints dan stress fracture.

Gunakan Sepatu nan Tepat

Sepatu nan pas dan punya alas nan baik sangat membantu mengurangi tekanan pada tulang kering saat melangkah alias berlari.

Kalau sepatu Anda sudah lama dan bantalannya sudah kempes, sebaiknya tukar dengan nan baru.

Untuk nan sering berlari, investasi pada sepatu lari nan bagus adalah perihal nan bijak. Sepatu nan tepat bisa mencegah banyak masalah pada tulang kering dan sendi.

Kenali Tanda-Tanda Bahaya

Jangan abaikan jika tulang kering sakit, apalagi jika nyerinya tidak lenyap dengan istirahat. Nyeri nan persisten, pembengkakan, alias kesulitan melangkah adalah tanda-tanda nan perlu diperiksa dokter.

Semakin sigap masalah terdeteksi, semakin mudah pengobatannya dan semakin mini akibat komplikasi jangka panjang.

Kesimpulan tentang Apa Fungsi Tulang Kering

Setelah membaca tulisan ini, semoga Anda sudah lebih mengerti tentang apa kegunaan tulang kering dan sungguh pentingnya menjaga kesehatannya.

Dari menopang tubuh, membantu kita berjalan, sampai menjadi tempat melekatnya otot-otot penting—semua kegunaan ini membikin tulang kering menjadi komponen vital dalam sistem mobilitas manusia.

Berbagai akibat penyakit dari patah tulang, shin splints, osteoporosis, sampai jangkitan tulang menunjukkan bahwa tulang kering perlu dirawat dengan baik.

Untungnya, merawat kesehatan tulang kering tidak sulit—cukup dengan makan bergizi, olahraga teratur tapi bijak, pakai sepatu nan tepat, dan segera periksakan diri jika ada keluhan.

Ingat, kesehatan tulang kering adalah investasi jangka panjang untuk mobilitas dan kualitas hidup Anda.

Jangan tunggu sampai terjadi masalah baru sadar pentingnya merawat tulang kering. Mulai dari sekarang, berikan perhatian lebih pada bagian tubuh nan satu ini!

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri lutut dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Apa Fungsi Tulang Kering

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar topik 

Apa kegunaan utama tulang kering dalam tubuh manusia?

Fungsi utama tulang kering adalah menopang berat badan dan membantu pergerakan kaki. Tulang kering menahan sekitar 80-90% beban tubuh saat kita berdiri alias berjalan.

Selain itu, tulang kering juga menjadi tempat melekatnya otot-otot krusial nan memungkinkan kita berjalan, berlari, dan menjaga keseimbangan tubuh.

Apa perbedaan antara shin splints dan stress fracture?

Shin splints adalah peradangan pada otot, tendon, dan jaringan di sekitar tulang kering nan biasanya terasa nyeri di sepanjang tulang kering dan bisa membaik dengan pemanasan.

Sementara stress fracture adalah retakan mini pada tulang itu sendiri nan terjadi lantaran tekanan berulang, dengan nyeri nan lebih spesifik di satu titik dan tidak lenyap meski sudah istirahat.

Stress fracture lebih serius dan bisa berkembang menjadi patah tulang sempurna jika tidak ditangani.

Bagaimana langkah menjaga kesehatan tulang kering?

Cara menjaga kesehatan tulang kering meliputi:

  1. Konsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D seperti susu, keju, ikan, dan sayuran hijau
  2. Olahraga teratur dengan meningkatkan intensitas secara bertahap
  3. Gunakan sepatu nan pas dengan alas nan baik, terutama saat berolahraga
  4. Segera periksakan ke master jika merasakan nyeri tulang kering nan tidak kunjung hilang.

Apa saja indikasi patah tulang kering nan perlu diwaspadai?

Gejala patah tulang kering (fraktur tibia) nan perlu diwaspadai meliputi:

  • Nyeri nan sangat dahsyat pada tulang kering
  • Pembengkakan dan memar di area nan cedera
  • Tidak bisa menahan berat badan sama sekali, dan kadang terlihat tulang nan bengkok alias menonjol keluar.

Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera lantaran bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati dengan benar.

Selengkapnya