– Penurunan tajam Bitcoin (BTC) nan terjadi baru-baru ini bukanlah pergeraka random tanpa sebab. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu analis mata duit mata uang digital di media sosial X, dengan nama akun CyrilXBT, nan menyebut bahwa koreksi tersebut merupakan hasil dari kombinasi teknikal, leverage berlebih dan perubahan sentimen makro nan nyaris terjadi bersamaan.
CyrilXBT menjelaskan bahwa sebelum kejatuhan, Bitcoin telah menabrak area suplai kuat di area US$ 95.000 – US$ 100.000, nan juga bertepatan dengan beberapa moving average kunci. Banyak pelaku pasar terlalu garang membuka posisi long dengan dugaan breakout bakal berlanjut.

Ketika nilai kandas menembus resisten dan mulai stagnan, penjual mendapatkan titik ideal untuk menekan harga, nan mana memicu penurunan awal.
Tekanan tersebut kemudian diperparah oleh struktur leverage nan terlalu padat. Funding rate dan open interest berada di level tinggi, nan menandakan posisi long nan sangat ramai. Saat nilai mulai turun, trader dengan leverage tinggi terkenal margin call.
Proses ini menciptakan pengaruh berantai, likuidasi paksa memicu penurunan lanjutan, nan kemudian memicu likuidasi berikutnya dan membentuk pola waterfall pada diagram harga.
“Ini bukan sekedar orang memilih untuk menjual. Dalam banyak kasus, exchange nan menutup posisi mereka,” ungkap CyrilXBT.
Baca Juga: Deputi Gubernur Bank Sentral India Peringatkan Risiko Stablecoin bagi Ekonomi
Dari sisi makro, sentimen pasar juga berubah cepat. Pasca pernyataan The Fed, pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah pemangkasan suku kembang bakal berjalan lebih lambat dari angan dan seberapa sigap likuiditas betul-betul kembali.
Ketika nada kebijakan dinilai sedikit kurang dovish dari ekspektasi, aset beresiko menjadi nan pertama terpukul, dan mata uang digital paling rentan lantaran likuiditasnya relatif tipis.
Alih-alih terjebak pada narasi kehancuran, CyrilXBT menekankan bahwa konsentrasi utama sekarang ada pada struktur pasar. Area support di kisaran menengah hingga atas US$ 80.000 menjadi penentu apakah Bitcoin bisa mempertahankan higher low. Selain itu, pasar juga perlu memandang apakah funding rate dan open interest betul-betul mendingin.
Selain itu, kekuasaan Bitcoin juga menjadi parameter penting. Selama kekuasaan tetap kuat, BTC tetap memimpin pasar. Namun jika mulai melemah dan mengalir ke altcoin, dinamika pasar bisa berubah cepat.
Think $BTC ‘dumped out of nowhere’? It didn’t. Here’s what actually triggered that move 👇
1️⃣ Smashed into a brick wall
BTC just ran straight into a supply zone + key MAs (95–100k region).
Everyone and their dog was longing the breakout into resistance. When price stalled,…
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
2 minggu yang lalu