Bitcoin Gagal Menembus Us$120.000, Apakah Ada Tekanan Jual?

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

– Sejak pertengahan 2024, Bitcoin telah melonjak dari sekitar US$ 60.000 nyaris ke US$ 119.000. Tapi di kembali reli besar ini, para penambang justru nyaris tidak aktif. Saat tulisan ini ditulis, BTC diperdagangkan di kisaran US$ 118.000, dan persediaan Bitcoin milik penambang tercatat hanya 1.809 juta BTC, salah satu level terendah sejak awal 2022.

Melansir dari ambcrypto, tindakan jual besar-besaran dari penambang biasanya mengisyaratkan puncak pasar. Tapi kali ini, disiplin suplai nan ditunjukkan para penambang bisa memberi ruang bagi arus biaya lembaga dan ETF untuk terus mengendalikan momentum.

BTC Gagal Bertahan di Atas US$ 120.000, Tekanan Mulai Terasa?

Bitcoin sempat menyentuh US$ 120.000, tapi segera terkoreksi ke sekitar US$ 117.900, menandakan kelelahan jangka pendek di area resisten.

  • Parabolic SAR sekarang berada di atas harga, menandakan momentum mulai melambat.
  • RSI juga menurun ke 61, dari sebelumnya di area overbought.
  • Harga tetap bergerak dalam saluran naik, namun pemisah bawah di US$ 116.000 sekarang menjadi support krusial.

Jika BTC kandas menembus area resisten US$ 120.000 – US$ 122.000 dengan volume nan kuat, potensi kelanjutan tren naik bisa terancam. Oleh lantaran itu, area US$ 116.000 – US$ 118.000 kudu dipertahankan untuk menjaga struktur tren saat ini tetap utuh.

Sentimen Pasar Mulai Mendingin

Weighted sentiment saat ini turun ke -1,03, mencerminkan gelombang ketakutan alias keraguan dari pelaku pasar. Sementara itu, Social Dominance juga turun ke 27 persen, menandakan minat publik terhadap BTC menurun dibandingkan dengan puncak sebelumnya.

Kombinasi ini menunjukkan bahwa narasi ritel sedang melemah, dan biasanya kondisi seperti ini diikuti oleh kondisi alias koreksi ringan.

Baca Juga: Smart Money Lagi Kumpulin Bitcoin, Anda Ketinggalan?

Namun dalam skenario kontrarian, saat optimisme meredup, pasar justru memasuki fase akumulasi. Tapi jika sentimen tidak membaik, reli BTC beresiko kehilangan tenaga dalam waktu dekat.

Netflow bursa mencatat US$ 11.700 BTC baru-baru ini, menandakan penarikan besar dari exchange. Ini berfaedah para whale dan holder jangka panjang sedang mengakumulasi.

Tren ini menurunkan likuiditas sisi jual dan bisa menciptakan krisis pasokan seiring waktu. Selama tidak ada lonjakan inflow besar nan masuk ke exchange, sinyal ini tetap konsisten dengan outlook bullish.

Short Seller Mulai Dominan, Tapi Apakah Akan Berbalik?

Di pasar derivatif, posisi mulai condong ke arah bearish:

  • Long-Short Ratio sekarang di nomor 0,88, dengan 53,1 persen posisi didominasi oleh short.
  • Taker sell volume juga terus mengungguli buy volume.

Kondisi ini bisa membuka kesempatan short squeeze, terutama jika BTC memperkuat di atas area support. Jika para short seller mulai dilikuidasi, nilai bisa melonjak tajam secara tiba-tiba, menjebak para spekulan nan bertaruh turun.

Arah Selanjutnya?

Walau sentimen publik memburuk dari trader derivatif mulai garang membuka posisi short, struktur teknikal BTC tetap kokoh:

  • Penambang tetap tidak menjual, menunjukkan ketahanan suplai.
  • Outflow dari exchange terus berlanjut, mengindikasikan akumulasi besar.

Selama area US$ 116.000 – US$ 118.000 tetap bertahan, potensi reli lanjutan tetap terbuka. Jika terjadi short squeeze, sasaran berikutnya bisa mengarah ke US$ 124.000 – US$ 130.000.

Namun jika support jebol, pasar mungkin bakal memasuki fase konsolidasi lebih dalam. Arah breakout berikutnya sekarang tergantung pada dua hal, ialah sentimen pasar dan positioning leverage.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya