Bitcoin Tak Lagi Sinkron Dengan Pasar Saham Kecil, Perubahan Struktural?

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

– Analisis teknikal Joao Wedson memicu obrolan panas di organisasi kripto, dengan tiga diagram nan menunjukkan potensi pergeseran tren bearish pada Bitcoin.

Dalam unggahan terbarunya di media sosial X, Wedson mengusulkan satu pertanyaan utama, ialah “seberapa bearish grafik-grafik ini?,” dan info nan ditampilkan layak untuk diperhatikan.

1. BTC Kehilangan Support Tren terhadap Russell 2000

Grafik pertama menunjukkan performa Bitcoin dibandingkan indeks saham Russell 2000. Selama beberapa tahun terakhir, keduanya menunjukkan hubungan kuat, terutama dalam fase bull market.

Namun kini, Bitcoin telah turun keluar dari channel tren jangka panjang, nan selama ini bertindak sebagai support utama. Dalam konteks teknikal, pelanggaran garis tren terhadap indeks pasar saham seperti Russell 2000 dapat mengindikasikan kelelahan tren naik dan potensi pembalikan.

“Menghilangnya hubungan kuat ini bukan sinyal bullish, justru bisa mengindikasikan bahwa BTC ke depan tidak lagi dianggap setara dengan aset pertumbuhan kecil-menengah,” ungkap Wedson.

2. Sharpe Ratio Melemah, Risiko Tidak Lagi Dibayar Mahal

Grafik nan kedua dari Wedson menampilkan Sharpe Ratio Bitcoin, parameter nan mengukur performa resiko-imbalan (risk-adjusted return). Saat ini, rasio tersebut lebih rendah dibandingkan 2024. Ini menunjukkan bahwa untung nan diperoleh penanammodal tidak lagi sebanding dengan resiko nan diambil.

Baca Juga: US$ 17 Miliar Short Siap Terbakar Jika BTC Tembus Level Ini

Dengan kata lain, Bitcoin sekarang tidak kompensasi resiko sebaik sebelumnya, nan bisa berfaedah volatilitas rendah, reli lambat, alias apalagi fase distribusi.

“Sharpe Ratio turun sama dengan pasar mulai kehilangan insentif untuk mengambil resiko besar,” ujarnya.

3. BTC Belum Cetak Rekor Baru dalam Banyak Pair Fiat

Grafik ketiga menunjukkan bahwa meskipun nilai BTC/USD mendekati puncaknya, Bitcoin belum menembus all-time high dalam banyak pair mata duit asing, seperti BTC/EUR dan BTC/RUB.

Ini mengisyaratkan bahwa reli ini belum merata secara global, dan bisa menunjukkan bahwa momentum tetap terbatas pada wilayah alias demografi tertentu, alih-alih didorong oleh mengambil universal.

“Saya lebih memilih konsentrasi pada alpha nan lebih menarik ke depan. Pasar utama tampaknya kehabisan tenaga,” pungkas Wedson.

How Bearish Are These Charts?

1️⃣ BTC lost the trendline in the Russell 2000. Considering their historically strong correlation, is this a bearish signal?
2️⃣ The Sharpe Ratio is lower than in 2024—meaning risk vs. return is weaker, signaling potentially smaller price swings.
3️⃣… pic.twitter.com/wfKN7kaatU

— Joao Wedson (@joao_wedson) August 31, 2025

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya