Bitcoin Terlihat ‘mati’ Di Setiap Bottom, Berikut Polanya Menurut Analis

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

– Mengapa titik terendah Bitcoin (BTC) nyaris tidak pernah terasa ‘aman’ saat terjadi? Menurut salah satu analis mata uang digital di media sosial X dengan nama akun CryptosRus, jawabannya terletak pada ilmu jiwa pasar, dan info on-chain nan sering diabaikan saat emosi mengambil alih.

Dalam ulasannya, CryptoRus menyoroti MVRV Percentile Chart, sebuah parameter nan menunjukkan posisi Bitcoin dalam siklus jangka panjangnya. Ketika parameter ini turun ke area 0-10 persen, pasar biasanya berada dalam fase kapitulasi penuh, dengan kebanyakan pemegang Bitcoin merugi, rasa takut berada di level ekstrem, dan narasi publik berubah menjadi sangat negatif.

Ironisnya, justru di fase inilah resiko mulai beranjak tangan.

CryptoRus menekankan bahwa setiap kali Bitcoin memasuki area ini, situasinya nyaris selalu terlihat jelas, namun hanya setelah fakta. Saat itu terjadi secara real time, suasananya selalu tampak suram dan tidak logis untuk berinvestasi.

Ia mengingatkan kembali beberapa periode krusial dalam sejarah Bitcoin. Pada 2015, saat nilai berada di kisaran US$ 200 – US$ 300, narasi dominan menyebut runtuhnya Mt.Gox sebagai akhir dari kripto. Pada 2018 hingga 2019, di nilai US$ 3.000 – US$ 4.000, publik menyimpulkan gelembung ICO telah pecah dan lembaga tidak bakal pernah datang. Lalu pada 2022 – 2023, di area US$ 15.000 – US$ 20.000, runtuhnya Luna, FTX, dan Celcius membikin banyak pihak menyatakan Bitcoin telah mati.

Baca Juga: Ini nan Bikin Investor Jangka Panjang Tetap Tenang Meski BTC Gagal Kembali ke US$ 90.000

Di setiap fase tersebut, penanammodal ritel panik dan keluar. Kesabaran diuji, apalagi “dihukum”, sebelum akhirnya pasar berbalik arah dan Bitcoin bergerak naik berlipat ganda.

Menurutnya, momen ketika pasar terasa paling tidak layak untuk diinvestasikan justru sering kali menandai fase di mana resiko sedang ditransfer dari tangan nan lemah ke tangan nan lebih sabar. Itulah sebabnya zona akumulasi nyaris selalu terasa menakutkan saat dijalani, namun tampak logis ketika dilihat kembali di masa depan.

Ia menegaskan bahwa MVRV 0–10 persen bukanlah rayuan untuk all-in, melainkan sinyal untuk memperpanjang horizon waktu, meredam kebisingan narasi, dan memahami rezim pasar nan sedang berlangsung.

THIS IS WHY BITCOIN BOTTOMS NEVER FEEL SAFE

Zoom out. 🔭

This MVRV Percentile chart shows where $BTC sits in its cycle. When it drops into the 0-10% zone, that’s full capitulation. Most holders are underwater. Fear is extreme. Narratives turn outright hostile.

And every… pic.twitter.com/cEYOMscIf4

— CryptosRus (@CryptosR_Us) December 20, 2025

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya