Blackrock Akuisisi Puluhan Ribu Ethereum, Ada Apa?

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

– Raksasa manajemen aset kelas dunia, BlackRock, kembali membikin gebrakan di pasar kripto. Berdasarkan info dari Arkham Intelligence, perusahaan nan mengelola lebih dari US$ 10 triliun aset ini baru saja membeli lebih dari US$ 1,2 miliar Ethereum (ETH), jauh melampaui investasinya dalam Bitcoin (BTC) nan hanya sebesar US$ 267 juta dalam periode nan sama.

Selisih 4,5 kali lipat ini memunculkan spekulasi bahwa penanammodal institusional mulai memprioritaskan Ethereum sebagai aset mata uang digital utama, bukan lagi hanya Bitcoin.

Melansir dari financefeeds.com, antara 22-28 Juli 2025, BlackRock melakukan serangkaian transaksi besar terhadap Ethereum. Salah satu nan paling menonjol adalah transfer 177.500 ETH senilai US$ 655,9 juta dalam satu kali kiriman. Selain itu, beberapa hot wallet milik Coinbase Prime juga mengirim masing-masing 10.000 Ethereum ke dompet nan dikendalikan BlackRock, dengan nilai berkisar US$ 36 – US$ 37 juta per transaksi.

Sebaliknya, pembelian Bitcoin hanya mencapai US$ 267 juta, memperkuat indikasi preferensi terhadap Ethereum. Harga ETH naik 3,14 persen ke US$ 3.812, sementara BTC justru turun tipis 0,11 persen ke US$ 118.356.

Baca Juga: Berapa Target Harga Bitcoin Untuk Tahun Ini?

Berbeda dari Bitcoin nan dikenal sebagai istilah ’emas digital’, Ethereum dinilai lebih serbaguna, lantaran mendukung perjanjian pintar, aplikasi DeFi dan ekosistem NFT. Fleksibilitas ini menjadikan ETH semakin menarik bagi institusi, terutama nan mau mengakses lebih dari sekedar kegunaan penyimpanan nilai.

Minat institusional terhadap Ethereum juga tercermin dari masuknya biaya besar ke FETH milik Fidelity, ialah US$ 113 juta dan US$ 127 juta hanya dalam dua hari pada pertengahan Juli.

Data terakhir menujukkan BlackRock sekarang memegang sekitar US$ 3,75 miliar ETH, ditambah US$ 72 juta USDC mengisyaratkan strategi mata uang digital nan lebih luas dibanding sebelumnya. Meski tetap menyimpan 572.616 BTC (sekitar 2,7 persen dari total suplai), porsi investasi terbaru mereka menunjukkan pergeseran fokus.

“Bitcoin tetap menjadi penyimpan nilai nan solid, tapi Ethereum lebih elastis dalam penerapannya,” demikian salah satu kajian pasar menjelaskan.

CEO BlackRock, Larry Fink, apalagi pernah memproyeksikan nilai BTC bisa mencapai US$ 700.000. Namun, langkah terbaru perusahaannya memperlihatkan bahwa mereka sekarang lebih terdiversifikasi, dan Ethereum menjadi pilar krusial dalam strategi jangka panjang.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya